
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Hari ini adalah H min satu. Semua keluarga berkumpul di gedung hotel yang nanti akan di adakan acara resepsi pernikahan Sisil dan Bima.
Hari ini mereka akan melakukan gladi bersih. Pihak EO memaparkan serangkaian acara untuk besok, semua pihak yang terlibat ikut dalam kegiatan gladi bersih ini tanpa terkecuali sang calon pengantin.
Hari ini keluarga kecil Niken baru datang, dari bandara mereka langsung ke hotel. Ketika mereka sampai di hotel, gladi bersih baru di mulai sepuluh menit yang lalu. Jadi mereka tidak banyak ketinggalan.
Selama gladi bersih, Jery tak benar-benar memperhatikan penjelasan dari pihak EO. Ia malah fokus memperhatikan Ega. Ega sendiri bukannya tak tahu jika Jery sedang memperhatikan nya, tapi ia pura-pura tak tahu.
Ini adalah ujian untuk Ega, ia menyukai pria tampan apa lagi berwajah oppa Korea. Andai saja ia belum mempunyai kekasih mungkin dengan senang hati ia akan meladeni Jery.
Ega memang tipe gadis yang barbar, suka melihat pria tampan, tapi ia gadis yang setia. Ia berusaha agar tak bertatap mata dengan Jery. Ega memang sedikit centil, tanpa di sengaja ia suka membuat anak orang baper. Tapi jika ia tahu orang itu mulai memiliki rasa pada nya, ia akan berusaha menghindar. Itu semua ia lakukan agar perasaan orang itu tak semakin dalam pada nya. Karena ia tak bisa membalas perasaan itu, ia harus setia pada sang kekasih.
Setelah gladi bersih selesai, Ega sudah menghilang dari gedung itu. Jery mencari jejak Ega namun tak kunjung dapat. Dan akhirnya ia ikut bergabung dengan yang lainnya.
Sedangkan Sisil dan Bima, di minta untuk beristirahat. Karena mereka bintang utama nya besok, jadi mereka tidak boleh lelah. Stamina mereka harus terjaga, besok pasti akan melelahkan untuk mereka.
Hari ini mereka semua akan menginap di hotel, karena tak mau telat datang di acara besok. Kebetulan hotel tempat mereka mengadakan acara resepsi milik orang tua Sisil.
Setelah selesai menemani Sisil mengobrol, Dita kembali ke gedung untuk bergabung dengan yang lain. Ketika ia hendak mendekati rombongan emak emak yang sedang ngerumpi. Langkah kaki nya terhenti, ia mendengar dan melihat seorang anak kecil sedang berbaur di meja pria yang tak jauh dari posisi Dita berdiri.
" Uncle tampan, calon masa depan nya Aly " Ucap Alysa pada Dirga
" Ya Aly sayang " Jawab Dirga membuat wajah Alysa bersemu merah
" Uncle nikah yuk " Ucap Alysa tertunduk malu malu dengan wajah yang bersemu merah
Dita terkejut mendengar bocah kecil yang usia nya mungkin menurut Dita baru menginjak tujuh tahun itu sedang melamar Dirga.
" Apa, saingan gue bocah ingusan? " Tanya Dita pada diri sendiri
__ADS_1
Ucapan Alysa membuat semua pria di sana tertawa.
" Heh.. Bocah. Sekolah dulu yang bener baru mikirin nikah. Masih kecil juga " Ucap Jery pada Alysa
" Kak, sepertinya kakak akan cepat punya mantu. Kalau di lihat dari kelakuan anak mu yang centil ini " Ucap Jery pada kakak ipar nya
Alysa mendengar perkataan uncle Jery nya yang meledak nya, menatap Jery sinis dengan menyipitkan matanya pada Jery. Papi Alysa hanya tersenyum menggelengkan kepala akan tingkah putri kecil nya.
Gunawan papa Dirga ikut tertawa geli akan kelakuan lucu bocah itu.
" Apa Aly yakin mau nikah sama uncle? " Tanya Dirga menggoda Alysa, Alysa mengangguk malu
Dita yang masih mencari dengar percakapan mereka menaikkan alisnya.
" Apa tuan Dirga seorang pedofil? " Tanya Dita dalam hati ia bergedik ngeri kemudian ia meninggalkan tempat itu dan langsung menuju tujuan nya tadi
" Tapi uncle gk bisa sayang " Ucap Dirga lembut
" Karena uncle gk mungkin nungguin Aly, kalau nungguin Aly gede uncle udah tua seperti opa ini " Tunjuk Dirga pada sang papa yang duduk di sebelah nya
Gunawan yang tadinya tertawa menjadi terdiam ketika Dirga menunjuk nya. Kenapa dia di bawa bawa pikir nya. Alysa melihat Gunawan yang di tunjuk oleh Dirga.
" Iya juga ya, masa Aly nikah sama opa opa " Ucapnya polos
" Kamu cari yang lain aja, yang seumuran sama kamu " Ucap sang papa
" Nah ini aja, kamu sama dia aja " Ucap Jery menyodorkan Rio yang tak tahu apa apa karena ia baru datang.
Rio yang tak mengerti melihat pada Dirga untuk meminta jawaban. Jery sudah tahu jika Rio adalah adik Ega dan mereka sudah dekat. Ya Jery yang mendekat kan diri pada keluarga Ega untuk mengambil hati keluarga Ega.
Wajah Alysa yang tadinya lesu setelah melihat Rio kembali cerah secerah sinar matahari. Mata nya berbinar melihat pria tampan itu.
" Wah... Ada kakak tampan " Ucap Alysa senang
__ADS_1
" Sepertinya Aly sudah menemukan pengganti uncle tampan. Uncle tampan jangan sedih ya Aly berpaling ke lain hati " Ucapnya sok dewasa
Dirga menggelengkan kepala dan tertawa kecil mendengar perkataan Alysa. Sungguh sangat lucu, sepertinya Alysa sudah move on.
" Hai kakak tampan " Sapa Alysa centil pada Rio
" Hai juga adik cantik " Jawab Rio membalas sapaan Alysa dengan sedikit kaku
Sedangkan yang lain tertawa melihat itu.
Di sisi Dita
" Ya ampun, sungguh luar biasa sekali pesona tuan Dirga. Bocah ingusan aja jatuh cinta pada nya " Gumamnya dalam hati
" Ehh nak Dita ngelamunin apa? Gk baik anak perawan banyak ngelamun " Seru mama Rita menepuk pundak Dita yang hanya diam saja
" Ah gk ngelamunin apa apa kok ma " Ucapnya nyengir kuda
" Kamu gk istirahat juga Dit? " Tanya mama Laras pada Dita
" Nanti aja tan, lagian males sendiri di kamar gk ada temen ngobrol " Jawab Dita
Sebenarnya Dita masih ingin berada di sekitar Dirga makanya ia belum mau beristirahat, lagi pula ia baru selesai istirahat di kamar Sisil tadi. Di sini juga mereka tidak ada kerjaan apa apa, mereka hanya kumpul dan mengobrol.
" Ya udah kalau gitu kita ngobrol aja di sini " Ucap mama Laras
Entah apa yang mereka obrolan kan, yang pasti kalau emak emak udah kumpul pasti rame dan pasti lupa akan waktu. Kadang mereka bercerita masa lalu kadang bicara masalah bisnis, kadang masalah seputar perempuan. Banyak hal yang mereka bicara kan tak jarang para emak emak itu menggoda Dita. Mereka tertawa bersama dan suara tawa mereka memenuhi isi ruangan itu.
Mereka tak menyadari bahwa hari sudah hampir memasuki malam karena ruangan itu pencahayaan nya sangat terang. Ketika melihat jam baru lah mereka tahu kalau mereka sudah terlalu lama di ruangan itu. Dan akhirnya mereka berpencar memasuki kamar masing-masing dan akan kembali bertemu pada saat jam makan malam nanti.
****
Maaf up nya telat 🙏
__ADS_1