
Happy Reading π
ππππππ
Sisil mengambil henpon dari tangan Bima sambil sedikit menunduk. Ia memejamkan mata dan mengigit kecil bibir bawahnya.
" Mati gue, kenapa gue lupa " Batinnya menyalahkan kecerobohan nya
Hampir satu bulan pacaran Sisil sudah tau bagaimana Bima, pria itu sangat posesif alias bucin akut.
" Maaf aku lupa " Sisil nyengir kuda menujukan deretan gigi putih nya
" Akan aku ganti sekarang, nama apa ya bagusnya " Sisil berpikir untuk memberi nama apa pada nomor Bima
" Daddy saja itu bagus " Usul Bima
" Tidak aku tidak mau panggilan itu " Tolak Sisil ia melihat wajah Bima
" Kenapa kamu tidak mau? " Bima mengangkat sebelah alisnya
" Aku tidak mau nanti kalau kita putus aku akan menjadi janda " Ucap Sisil membuat Bima tertawa
Sisil mencebikkan bibirnya " Aku tidak mau belum menikah tapi sudah menjadi janda "
" Hahahaha kau lucu sekali sayang,, aku tidak akan membuatmu menjadi janda "
" Aku serius dengan mu, aku tak akan meninggalkan mu " Ucapnya lagi
Bima yang melihat Sisil memanyunkan bibir nya hingga maju beberapa cm menjadi gemas di buat nya. Sumpah ia tak tahan hampir satu bulan pacaran ia tak pernah mencium bibir Sisil. Ia masih mencoba menahan tapi sekarang sungguh ia tak tahan lagi dengan godaan bibir pink Sisil.
Bima menangkup pipi Sisil dengan kedua tangannya. Bima mendekatkan wajahnya dan mengecup bahkan sampai ******* bibir pink milik Sisil. Sisil melebarkan matanya mendapat serangan dari Bima.
__ADS_1
Bima melepaskan tautan bibirnya karena merasa Sisil sudah kehilangan pasokan napasnya.
" Ciuman pertama gue " Sisil memukul dada Bima
" Kamu pencuri kamu sudah mencuri ciuman pertama ku ".oceh Sisil kesal
" Aaaaaa bibir gue udah gk perawan lagi " Sisil memegang bibirnya
" Sayang... Maaf " Bima memegang pundak Sisil
" Kembalikan... Kembalikan ciuman aku " Sisil masih merengek
" Bagaimana caranya sayang " Ucap Bima binggung
Ya bagaimana bisa di kembalikan semua sudah terjadi dan itu bukan sebuah barang yang dapat di kembalikan.
" Cup " Bima kembali memgecup bibir Sisil singkat
" Sudah aku kembalikan " Bima mengusap bibir Sisil
Untung ruang mereka jauh dari ruangan karyawan lainnya sehingga teriakan Sisil tidak ada yang mendengar kecuali satu ruangan yang ada di sebelah ruangan Bima
Jery yang sedang bekerja di ruangannya terkejut mendengar ada suara teriakan. Ia keluar menuju sumber suara dan melihat dua pasang kekasih sedang bermesraan. Eetsss salah sang pria sedang membujuk sang wanita yang merajuk
" Ada apa ? " Tanyanya
Bima hanya memberi kode agar Jery pergi.
" Kakak ipar kenapa wajah mu seperti itu, jelek tau " Ucap Jery polos ia tak tau apa yang terjadi
Bima dan Sisil serentak menatap Jery dengan horor. Jery menelan ludahnya susah payah " Mati gue " Batinnya
__ADS_1
" Sayang maafkan aku " Ucap Bima lagi kemudian ia menarik tangan Jery membawa Jery masuk ke ruangan nya
Sisil mengepalkan tangannya " Kau akan menyesal tuan " Pekiknya membuat Bima menoleh padanya dan menelan ludah mendengar ucapan Sisil yang seperti ancaman mematikan
" Awas kau tuan, kau sudah berani menodai bibir ku, tidak akan aku biarkan kamu lepas "
Begitu lah Sisil, dia bukan wanita sembarangan. Ia menjaga tubuhnya, ia tak mau memberikan ciuman pada sembarang lelaki. Prinsipnya semua itu hanya untuk suaminya, jangankan keperwanan sebuah ciuman saja ia jaga. Jadi dia yang telah mengambil ciuman itu harus menjadi suaminya.
" Enak aja gue udah di ***** ***** nanti di tinggal pergi cari cewek lain, rugi dong gue " Begitu lah kira kira pemikiran Sisil, maka dari itu ia tidak pernah pacaran.
*****
Author : Hayoo lo Bima, lo gk bakal di lepasin sama Sisil...
Bima : Haah tau gitu dari dulu gue curi ciumannyaπ€£π€£
Author : Nah loh, dia malah kesenengan π
Bima : Seneng lah Sisil bakal ngejar cinta gue, siapa yang gk seneng coba. Wekkkk π
Author : lo juga sih Sil, aneh aneh aja π
Sisil : ππ€π΅π€
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
__ADS_1
Terima kasih juga buat like nya ππ
Bantu vote juga ya ππ