
Huuuah
Huuuah
Suara tangisan anak kecil memenuhi isi mansion. Seisi mansion di buat gempar oleh nya. Seorang wanita cantik menuruni anak tangga satu persatu dengan sedikit perlahan. Tangan kanan nya memegang pinggiran tangga dan tangan kiri nya memegang perut buncit nya.
Wanita itu menghampiri gadis kecil yang sedang menangis histeris. Dengan perut buncit nya ia berusaha berjongkok untuk menyamakan tinggi tubuh nya dengan sang gadis kecil.
" Kak Rara kenapa nangis nak ? " Tanya wanita itu dengan lembut seraya mengelus pucuk kepala sang anak
" Huhuhu ini gara-gara aunty " Seru nya sesegukan
" Loh loh loh kenapa bisa gara-gara aunty? " Tiba-tiba suara seseorang menyela dari belakang tidak terima nama nya di sebut sebut sebagai dalang dari menangis nya sang bocah
" Iya ini semua gara-gara aunty. Coba aunty gak ajak Rara jalan jalan di taman bareng uncle Jerjer, kan Rara gak bakalan di tinggal sama kak Alif. Huuuah " Tuduh gadis kecil itu
" Enak aja salah aunty, kan kamu sendiri yang maksa mau ikut. Aunty udah larang kamu ikut, tapi siapa yang nangis nangis mau ikut? " Protes gadis cantik itu
" Lagian kamu itu ganggu tauk, orang aunty mau berduaan sama uncle Jery. Kamu malah ikut, dan sekarang kamu nyalahin aunty gak bisa ikut kakak Alif tersayang ke sekolah. Huh dasar bocil menyebalkan " Dengus gadis cantik itu dan segera meninggalkan drama queen yang masih berlanjut itu.
" Huuuah mommy aunty Ega jahat " Adu nya pada sang mommy
__ADS_1
Sisil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak dan adik nya yang suka bertengkar manja.
" Sudah sudah, kakak gak malu ya nangis. Nanti di dengerin dedek nya loh " Rayu Sisil pada sang anak, agar berhenti menangis
Benar saja, seketika tangis gadis kecil itu langsung berhenti. Ia ikut mengelus perut buncit mommy nya yang di dalam sana ada calon adik nya.
" Maafin kak Rara ya, pasti bobo dedek keganggu gara-gara suara kakak " Seru nya kemudian mengecup perut buncit Sisil
Seolah merespon, calon adik nya pun bergerak di dalam sana. Gadis kecil itu bersorak senang bisa merasakan gerakan sang adik. Ia jadi melupakan keinginan nya untuk mengikuti sang kakak tercinta ke sekolah.
Naura Alika Nugraha, anak pertama Sisil dan Bima kini sudah berusia tiga tahun. Dan sekarang ia sedang menanti kedatangan adik kecil nya yang sedang di kandung oleh Sisil.
Mobil hitam memasuki halaman mansion dan berhenti tak jauh dari teras mansion. Mang Didin keluar terlebih dahulu kemudian ia membuka pintu bagian belakang. Sosok pria kecil yang di tunggu tunggu pun keluar dari dalam mobil.
" Kak, itu kak Alif udah pulang " Tunjuk Sisil pada mobil hitam yang baru masuk
Naura atau yang sering di panggil Rara itu pun beranjak dari duduk nya dan berlari ke arah mobil meninggalkan kegiatan mewarnai nya tadi. Sisil menggelengkan kepala dan merapihkan alat-alat tulis sang anak.
" Kak,,kak,,kak Alif " Teriak Rara dan langsung menabrakkan tubuh nya pada tubuh Alif, tangan pendek nya memeluk pinggang berisi Alif.
Alif menerima tubuh gembul Rara dan mengendong nya seperti bayi koala. Mang Didin dan Sisil tertawa geli melihat Alif yang berusaha keras membawa tubuh gembul Rara dalam gendongan nya.
__ADS_1
" Kak Alif kenapa tadi pagi pergi duluan gak tungguin Rara? Kan Rara udah bilang mau ikut kak Alif sekolah " Gerutu Rara cemberut, ia duduk di atas kasur Alif dengan melipat kedua tangan nya di depan dada.
Alif meletakkan tas sekolah nya di atas meja belajar kemudian ia berjalan mendekati adik manja nya itu. Alif mencubit gemas pipi gembul Rara.
" Kak Alif tadi pagi udah tungguin Rara loh, tapi Rara nya lama. Jadi kak Alif berangkat duluan, kalau nungguin Rara, kak Alif bisa telat. Kalau telat nanti kak Alif dapet hukuman dari ibu guru. Rara mau liat kak Alif di hukum? Rara gak kasihan liat kak Alif di hukum? " Jelas Alif panjang lebar
" Gak mau, Rara sayang kak Alif " Rara menggeleng dan memeluk Alif yang berdiri di depan nya
" Ini baru adik kakak, besok aja ya. Tapi Rara gak boleh ikut aunty Ega lagi. Kalau Rara ikut aunty nanti kakak tinggali lagi " Seru Alif
Suara decitan pintu mengalihkan perhatian ke dua bocah itu. Mereka melihat ke arah pintu yang terbuka. Terlihat Sisil memasuki kamar Alif, ia berjalan mendekati ke dua anak nya.
" Loh kak Alif belum ganti baju? " Seru Sisil melihat Alif yang masih mengenakan seragam sekolah
" Ini baru mau salin mom " Alif berbalik, berjalan menuju walk in closet untuk menganti pakaian nya, setelah selesai ia segera kembali.
" Ayo kita turun " Sisil mengajak ke dua anak nya untuk turun ke bawah karena sudah waktunya makan siang
******
Duh so sweet nya kakak beradik ini.
__ADS_1