
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Di sebuah gedung hotel ternama sekarang sedang ada acara resepsi pernikahan yang sangat meriah.
Hari ini adalah hari bahagia bagi pasangan Dita dan Dirga. Di mana mereka akan mengelar pesta pernikahan mereka.
Pesta resepsi itu berlangsung di hotel milik keluarga Dirga. Aula yang sangat luas itu bisa menampung tamu undangan lebih dari seribu orang.
Dekorasi nya sangat cantik dan elegan. Banyak bunga bunga bersusun rapih di setiap sudut. Lampu lampu hias bergantung cantik di langit langit aula.
Sekarang pasangan Dita dan Dirga sudah sah menjadi sepasang suami-istri. Kini mereka sedang duduk di kursi pelaminan, siap menerima ucapan selamat dan doa dari para tamu undangan.
Hari ini mereka akan menjadi raja dan ratu sehari. Namun sebenarnya ritual itu sangat melelahkan. Yakin deh, selesai acara pasti seluruh tubuh akan capek dan pegal. Karena seharian penuh harus berdiri tegap di hadapan banyak orang. Dan lagi bibir terasa keram karena terus tersenyum.
Di bawah pelaminan para tamu saling sapa, saat mereka bertemu dengan orang yang mereka kenal. Tak terkecuali dengan Bima, ya karena ia seorang pembisnis jadi banyak tamu yang ia kenal.
Memang sebenarnya Dirga banyak mengundang pengusaha pengusaha. Terutama rekan bisnis nya. Tamu undangan Gunawan dan Prasetyo juga semua orang penting.
Terlihat Bima sedang bercengkrama dengan salah satu tamu. Tamu itu datang dengan anak perempuan nya yang cukup cantik.
" Siang tuan Bima " Sapa pria paruh baya menghampiri Bima yang sedang duduk di meja VIP
" Tuan Wahyu,, siang juga tuan Wahyu " Balas Bima
__ADS_1
" Boleh saya dan putri saya bergabung di sini? " Tanya nya penuh harap
" Ya, silahkan saja tuan " Jawab Bima ramah
" Perkenalkan ini putri saya Laudia " Tuan Wahyu memperkenalkan putri nya setelah ia duduk
Mereka pun terlibat pembicaraan mengenai bisnis yang sedang mereka jalani sekarang. Di sela sela obrolan, pria paruh baya yang sedang berbicara dengan Bima, sesekali memuji putri nya. Ia selalu membanggakan putri nya itu.
Bima hanya menanggapi biasa saja, tak tertarik sedikit pun. Mata nya mulai menelusuri ruang yang luas itu. Ia mencari sosok istri nya yang entah pergi ke nama.
Tadi Sisil pamit ingin mengambil sesuatu. Namun sudah lima belas menit ia menunggu tak ada tanda tanda Sisil kembali. Akhirnya ia di hampir oleh pria paruh baya itu dan mereka pun mengobrol.
Karena merasa malas dengan pembahasan pria paruh baya itu yang selalu membanggakan anak nya Bima pamit dengan sopan dengan alasan ada urusan penting yang harus ia lakukan.
" Maaf tuan, sepertinya saya harus mengakhiri perbincangan kita. Karena ada hal penting yang harus saya lakukan sekarang " Seru Bima pamit
Bima pun beranjak dari duduknya dan segera meninggalkan meja itu. Meninggalkan tuan Wahyu dan putri nya di sana.
Ya, memang benar urusan nya sangat penting. Ia harus mencari keberadaan istri cantik nya itu. Ia tak mau terjadi apa apa pada istri nya. Lebih tepat nya ia tak mau istri nya itu bertingkah.
Maksudnya bertingkah gimana sih?, ya entah mengapa semenjak hamil Sisil sangat centil sekali. Suka berdandan, suka tebar pesona, suka melihat yang bening bening, ahh masih banyak lagi tingkah aneh Sisil yang lain nya. Membuat Bima harus ekstra menghadapi nya.
Bima berjalan melewati banyak nya orang yang sedang berbaur. Setelah cukup lama ia mencari keberadaan Sisil, istrinya. Akhirnya mata nya melihat sosok yang ia cari.
Benar saja sekarang Sisil sedang asik bersenda gurau dengan seorang pria tampan. Ingin rasa nya Bima menyeret istri nya itu. Namun ia tak mau, karena hal itu akan merusak reputasi nya saja. Tentunya hal itu pasti akan memalukan.
__ADS_1
Bima langsung saja menghampiri Sisil yang sedang asik ketawa ketiwi dengan pria itu. Yang entah siapa itu Bima tak tahu.
Tiba di samping Sisil Bima langsung memeluk pinggang Sisil dari samping dan mengecup kecil pipi Sisil. Membuat si empunya tubuh terkejut dan langsung menolehkan wajah nya ke samping.
" Sayang,, kau mengejutkan ku saja " Ucap Sisil melihat wajah Bima yang hanya tersenyum
" Kenapa harus terkejut? " Bima menaikan salah satu alisnya
" Ya terkejut saja, tiba-tiba ada yang memeluk dan mencium ku " Sisil tersipu malu karena sekarang kemesraan mereka sedang di perhatikan orang sekitar
" Tak perlu terkejut, yang melakukan itu semua pasti aku suami mu. Tidak mungkin orang asing " Seru Bima tersenyum menatap mata Sisil dan beralih pada pria yang ada di hadapan mereka, yang sedang memperhatikan kemesraan mereka ber dua.
" Ya, kamu benar sayang " Ucap Sisil tersenyum senang
Ya, Bima lebih memilih melakukan hal romantis ketimbang marah marah tak jelas karena cemburu pada istri nya yang sedang terkena sindrom centil karena efek dari hormon hamil nya.
Dan yang Bima tahu Sisil juga suka dengan hal yang berbau romantis. Ia suka menonton drama yang romantis. Maka dari itu Bima lebih memilih melakukan hal romantis agar Sisil semakin baper pada nya.
" Ah iya sayang. Ini perkenalkan dia Doni teman ku dan Dita di sekolah dulu " Ucap Sisil pada Bima. Memperkenalkan pria yang ada di hadapan mereka.
Ternyata pria yang sedang mengobrol dengan Sisil adalah teman sekolah nya dulu. Sebenarnya masih banyak lagi teman nya yang lain. Namun mereka semua sedang sibuk dengan urusan nya masing-masing. Maklum mereka sudah lama tidak bertemu dan di acara ini mereka jadikan tempat reunian mereka.
Bima berjabat tangan dengan Doni yang merupakan teman sekolah Sisil waktu dulu. Untung saja kan Bima tidak bertindak lebih. Jika tadi ia terpancing cemburu dan membuat keributan. Sudah di pastikan ia akan malu dan yang paling penting istri nya itu pasti akan memarahinya habis habisan. Alhasil ia sendiri yang rugi karena di musuhi oleh Sisil. Ia akan pisah ranjang sampai tempo yang tidak bisa di tentukan.
bersambung...
__ADS_1
sampai di sini dulu ya guys, mata author sudah tak tahan lagi mau terpejam nih.
kita lanjut besok ya cerita babang Bima nya