
Happy Reading π
ππππππ
" Cantik kan mana sama Aly? " Tanya Alysa polos membuat ketiga orang dewasa itu melihat ke arahnya
" Kenapa? Ada yang salah? " Tanya nya lagi
" Tidak tidak ada yang salah " Kata Niken malas, anaknya ini sungguh besar rasa percaya diri nya.
" Ayo jawab " Kata Niken melihat Jery
" Gimana mau jawab kalian bertanya tanpa henti " Ucap nya jengah
Jery melihat Bima keluar dari dapur masih dengan senyuman yang mekar, sekarang Bima pergi menuju kamarnya
" Seperti nya mereka mau kencan, gimana kalau kita ikut " Jery memberi ide
" Gk bakal di izinin kita ikut, orang mau kencan bukan mau tamasya keluarga " Mama Arin menepuk pundak Jery
" Eits kita gk usah minta izin, kalau minta izin dulu memang gk bakal di ajak kita " Ucap Jery dengan suara pelan
" Terus gimana? " Tanya Niken
" Kita ikut diam diam aja dari belakang, gimana? " Ucap Jery
" Kita jadi penguntit gitu " Ucap Niken
" Ya gitu deh kalau mau, kalau gk mau sih gk apa apa,, gue gk maksa lagian gue tiap hari juga ketemu " Ucap Jery santai
" Kok lo bisa ketemu setiap hari sih " Tanya Niken
" Ya karena dia sekertaris abang jadi kita ketemu tiap hari "
" Oke kita siap siap sekarang " Ucap mama Arin penuh semangat
Arin penasaran seperti apa gadis yang sudah membuat dunia anaknya jungkir balik. Membuat Bima menolak semua perjodohan dengan semua gadis yang di sodorkan.
Lima belas menit kemudian mereka sudah siap dan kembali lagi ke ruang keluarga untuk menunggu Bima. Lima menit mereka menunggu berpura-pura menonton TV akhirnya Bima turun.
Bima menuruni anak tangga satu persatu ia melihat keluarga nya sedang asik menonton drama di TV
__ADS_1
" Ma Bima pamit mau pergi ya" Ucap Bima meminta izin keluar
" Mau ke mana kamu Bim? " Pancing mama Arin
" Ada deh urusan anak muda " Ucap nya cengegesan
" Anak muda, kamu itu sudah semakin tua " Cibir mama Arin
Yang lain tertawa Mendengar cibiran mama Arin
" Aish mama ini aku masih muda kok ma " Bima tak terima di bilang tua
" Ya masih muda tapi usia mu itu sudah pantas memiliki istri bahkan ada juga yang sudah punya anak, kapan mama punya mantu? "
" Lagi proses ini ma, mama tunggu aja. Oke " Bima menyatukan jari jempol dan telunjuknya dengan tiga jari yang lain berdiri sehingga berbentuk bulat bertanda ok
Usai pembicaraan dengan mama Arin, Bima langsung pergi ke apartemen Sisil. Sedangkan Jery n gang cepat cepat mengikuti mobil Bima dari belakang dengan di lengkapi atribut penyamaran agar tidak ketahuan.
*
*
Di apartemen Sisil sudah menunggu kedatangan Bima. Bima membuka pintu dan ketika ia masuk langsung di sambut oleh senyuman Sisil. Bima mematung melihat penampilan Sisil dari atas sampai bawah.
Sisil yang mendengar Bima menyuruh nya menganti pakaian heran
" Kenapa? Apa yang salah? " Sisil melihat penampilan nya, baju berwarna biru dengan lengan sampai siku di padukan dengan celana pendek setengah paha.
" Ini apa " Tunjuk Bima pada celananya yang sangat pendek
" Di luar dingin apa lagi malam hari " Alasan Bima
" Cepat ganti "
Dengan wajah di tekuk Sisil kembali ke kamar untuk mengganti baju
" Apa apaan dia beraninya berpakaian seperti itu, mau pamer paha. Enak aja " Gerutu Bima kesal
Lima menit kemudian Sisil keluar dari kamar dengan mengenakan dress masih dengan warna biru dengan motif bunga bunga kecil dengan panjang dress di atas lutut.
__ADS_1
Sisil keluar masih dengan senyuman. Bima semakin melotot melihatnya.
" Apa apaan ini kenapa dia semakin cantik, kalau seperti ini gue akan kurung dia di rumah " Benak Bima semakin kesal
" Bagaimana, apa kita pergi sekarang ? " Tanya Sisil
" Ganti lagi " Seru Bima
Sisil melebarkan matanya tak habis pikir
" Ayo lah, ini sudah cantik nanti kita terlambat " Rayu Sisil malas kalau harus mengganti pakaian lagi
" No " Bima mengerak gerakkan jari telunjuk nya ke kiri dan ke kanan
" Justru karena kamu cantik, aku gk rela mata lelaki di luar sana memandang mu dengan pandangan lapar "
" Lihat ini kaki mulus mu begitu cantik akan banyak yang melihat " Tambahnya lagi dengan memperhatikan kaki jenjang Sisil
" Huuh " Sisil membuang napas kasar
" Cepat kamu ganti lagi, nanti kita telat " Ucap Bima
" Kamu lah yang membuat kita terlambat " Gerutu Sisil kesal tapi ia tetap kembali ke kamar untuk mengganti baju lagi
" Aish dasar pria posesif " Sisil masih mengerutu di dalam kamar
Sangking kesalanya Sisil akhirnya memakai pakaian serba panjang, dengan celana jeans panjang dan baju kemeja berwarna cream tangan panjang.
Sisil keluar kamar dengan menekuk wajahnya. Sedangkan Bima terlihat sangat puas melihat penampilan Sisil sekarang.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
__ADS_1
Terima kasih juga buat like nya ππ
Bantu vote juga ya ππ