Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
membeli perlengkapan baby


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah mengantongi izin dari bosnya Dita bergegas menemui Sisil, mereka sudah berjanji akan bertemu di salah satu mall di kota J, dan di sinilah mereka berdua berada. Sebuah ruko besar yang berisi perlengkapan baby dan anak terlengkap.


" Wah lucu lucu sekali bajunya " Mata Sisil berbinar melihat jejeran baju anak yang terpajang sepanjang etalase ruko.


" Ya lo bener Sil, ini lucu lucu sekali ayo kita lihat ada apa aja " Dita membenarkan perkataan Sisil dan ia menarik Sisil untuk melihat lihat perlengkapan yang lainnya.

__ADS_1


Sepanjang mata memandang rasanya Sisil ingin membeli semua baju baju yang ia lihat itu, untung akal sehatnya masih berfungsi " Ahh tujuan gue kan mau beli kado untuk anak Harun ". Akhirnya Sisil hanya membeli beberapa baju balita yang menurut nya sangat lucu.


Kedua gadis cantik itu asik mencari kado apa yang bagus untuk baby yang baru lahir, Sisil membeli baby bouncer karena menurut nya itu sangat bagus, selain bahannya yang empuk dan nyaman bouncer ini juga memiliki mainan yang menggantung di atasnya, itu sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan sensorik bayi dan yang pastinya akan membuat baby betah berada di atas nya.


Tak hanya bouncer saja, Sisil juga membeli sterilizer untuk kandonya nanti. Karena bayi masih sangat rentan akan kuman dan bakteri maka dari itu Sisil membeli sterilizer. Sterilizer sangat berguna untuk menjaga barang barang bayi agar terhindar dari bakteri, karena alat ini bisa di gunakan untuk membersihkan botol susu, peralatan makan, bahkan beberapa diantaranya bisa juga di gunakan untuk membersihkan mainan bayi.


Sisil sangat pintar belanja, ia selalu membeli barang barang yang bermanfaat. Setelah mendapat apa yang di cari mereka pergi ke cafe yang ada di dalam mall.


Karena hari sudah sore dan Sisil harus pulang kembali ke kota S, akhirnya merekapun pisah di mall itu.

__ADS_1


Di rumah


Sudah satu jam tamu yang tak di undang itu tak kunjung memberikan tanda akan pulang, Arin sudah mulai jengah dengan pembicaraan yang membosankan.


Arin melihat jam yang ada di dinding ruangan tamu dan berkata " Ah ternyata sudah jam tiga, maaf ya jeng aku harus pergi sekarang karena sudah ada janji dengan seseorang ". Arin beralasan agar tamunya segera pulang


Ia melihat raut wajah kecewa ibu dan anak itu, sepertinya mereka masih betah berada di rumahnya.


" Ya baik la jeng kalau begitu kami pamit pulang ". Pamit weni dan menarik tangan putrinya yang enggan beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Arin merasa lega karena ibu dan anak itu sudah pulang, dulu ia mau menjodohkan Bima dengan Bela karena ia merasa Bela gadis yang cantik, baik dan cocok menjadi pendamping anaknya, tetapi Bima menolak dengan alasan ia sudah memiliki calon sendiri.


Dan Bima membuktikan bahwa Bela tidak lah sebaik seperti yang Arin lihat. Setelah Arin tahu sifat Bela yang sombong dan arogan Arin membatalkan niatnya untuk menjodohkan mereka. Namun Bela dengan tak tahu malunya masih tetap mengejar ngejar Bima.


__ADS_2