
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Erik dan Ega masih diam dengan pikiran masing-masing. Erik yang bersih keras mempertahankan hubungan nya dengan Ega. Berpikir bagaimana pun cara nya ia harus menikah dengan Ega.
Sedangkan Ega, ia memilih mengalah. Mengalah bukan berarti kalah. Orang bilang cinta itu buta, sama yang di rasakan oleh kedua orang tua Erik. Namun tidak bagi Ega, ia masih mengunakan akal sehat nya.
Ega tak mau mengikuti jejak ayah dan ibu Erik, rela menderita hanya demi hidup bersama. Iya jika menderita hanya di awal perjuangan, ini menderita berkepanjangan, tak ada habisnya. Siapa yang mau?.
Ega tak mau menyia nyiakan hidup nya, tertekan batin seperti ibu Erik. Ega masih muda, usai nya baru menginjak dua puluh satu tahun. Perjalanan nya masih panjang. Iya jika nenek Erik cepat mati, maka ia tak perlu makan hati terlalu lama. Tapi jika nenek nya panjang umur? Yang ada Ega yang akan cepat mati. Melihat nenek Erik yang masih gagah walaupun sudah tua seperti nya umur nenek Erik masih panjang.
" Ega, aku mohon pada mu. Bertahan lah sedikit lagi. Aku akan berusaha agar nenek tidak menikah kan ku dengan wanita itu " Erik menggenggam tangan Ega mencoba memohon
Melihat wajah Erik yang memelas dan sedih membuat Ega tak tahan.
" Baik lah aku kasih kamu kesempatan untuk membujuk nenek mu, tapi jika nenek mu masih ingin menikah kan mu dengan wanita itu. Aku minta pada mu untuk melepaskan aku " Ucap Ega pada akhirnya
" Terima kasih kau mau mempertahankan hubungan kita " Ucap Erik senang
" Ingat janji mu Erik " Ucap Ega
" Iya aku pasti akan membujuk nenek " Ucap Erik yakin
" Ya sebaiknya kau memang harus berusaha, karena aku tidak mau seperti ibu mu yang selalu tertekan dan makan hati. Aku juga mau makan daging dan yang lainnya " Ucap Ega sedikit candaan di akhir, tapi itu serius.
" Ya, akan aku pastikan itu " Janji Erik
" Pastikan dengan se pasti mungkin Erik, aku tak mau ada istri pertama dan istri ke dua dalam hubungan kita. Aku tak mau di madu, aku hanya manusia biasa yang punya hati dan perasaan " Ega benar benar ingin Erik memastikan itu agar ia tak menjadi seperti ibu Erik
" Aku bukan malaikat atau bidadari yang memiliki hati yang lembut dan sabar. Tapi sebaliknya mungkin aku masih memiliki darah keturunan iblis, aku memiliki ego, sifat keras, pemarah semua yang jelek ada pada ku " Ucap Ega lagi, ia membuka kartu kejelekan nya sendiri
Seorang pria yang duduk membelakangi Ega dan Erik menahan tawa mendengar percakapan mereka. Bagaimana tidak, ia tak habis pikir dengan Ega, biasanya orang mempromosikan diri dengan mengatakan hal hal yang baik tentang dirinya sendiri. Ini... Ega malah menjelekkan diri sendiri.
Tapi itu ada baiknya juga dengan Ega yang jujur tidak ngotot membela diri dengan kebaikan, semoga itu menjadi poin untuk Erik berpikir dua kali mempertahankan Ega, pikir Jery.
Jery merasa Ega sangat lucu, dalam keadaan seperti itu Ega masih bisa bersikap santai dan sempat sempat nya Ega membuat candaan. Jery semakin menyukai Ega.
" Apakah aku salah jika mendoakan mereka agar pisah? Tuhan tolong pisahkan mereka tanpa harus aku yang merusak nya " Jery berdoa dalam hati nya
__ADS_1
" Apa aku berdosa jika aku bahagia di atas penderitaan mereka? " Lagi lagi Jery bertanya pada diri nya sendiri di dalam hati
" Baik lah tak apa Jery. Anggap saja jodoh mu sedang di pinjam orang. Dan kamu hanya berusaha untuk mengambil nya kembali. Sekarang kamu hanya perlu bersabar sebentar lagi, masuk lah ke dalam hidup nya pelan pelan " Ucap Jery pada diri nya sendiri dan ia tertawa kecil akan pikiran gila nya itu.
Cukup lama mereka duduk di sana, dan pada akhirnya Jery memutuskan untuk kembali ke hotel saja. Ia akan beristirahat dulu karena sebetulnya ia cukup lelah dengan pekerjaan nya hari ini yang sangat banyak. Dan ia juga tak ingin mengganggu Ega dan Erik. Ia akan memberi waktu untuk ke dua pasang kekasih itu untuk menyelesaikan masalah mereka.
Jery mengirim pesan pada Ega jika hari ini ia tak bisa jalan keluar karena lelah.
Jery
Ega maaf sudah membuang waktu mu untuk menunggu ku. Aku tak bisa keluar hari ini karena pekerjaan ku hari cukup banyak. Aku ingin beristirahat dulu.
Ega
Ah begitu ya. Apa kau baik baik saja? Apa kau butuh sesuatu?
Jery
Hanya sedikit lelah. Terima kasih telah mencemaskan aku 😉
Ega
Jery
Apa besok kita bisa pergi jalan lagi?
Ega
Ya, bisa. Aku menunggu di cafe seperti kemarin.
Jery
Ok
Jery pun pergi meninggalkan cafe. Ega tak tahu jika orang yang baru saja berjalan melewati mereka adalah Jery. Karena Jery mengenakan hoodie dan menutup kepala nya.
*
*
__ADS_1
Di lain tempat
Pria tampan keluar dari ruangan nya. Ia berjalan menghampiri meja sekertaris cantik yang ada di depan ruangan nya.
" Dit " Panggil nya pelan
Namun sang pemilik nama tak mendengar, ia nampak sedang melamun kan sesuatu. Pria itu melambaikan tangan nya tepat di hadapan wajah sang sekertaris, namun tak ada pergerakan.
" Andita " Panggil nya sekali lagi dengan sedikit lebih keras
" Eh tu tuan Dirga. Mengagetkan saja. Ada apa ya tuan? " Tanya nya sambil mengelus dada karena kaget
" Kamu yang ada apa? Saya sudah dari tadi memanggil mu tapi kamu malah melamun " Ucap Dirga menaikan alisnya sebelah.
" Benarkah seperti itu? Maaf kalau begitu " Ucap nya benar-benar meminta maaf. Ia berdiri dengan sedikit membungkuk dan menundukkan kepala.
" Kau sedang memikirkan apa? " Tanya Dirga memicingkan mata nya penuh selidik
" Ah.. Tidak ada " Dita mengaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir
" Ya tuan ada perlu apa menemui saya? " Dita bertanya maksud kedatangan Dirga ke meja kerja nya, apa ia perlu sesuatu.
" Malam ini temani saya ke pesta ulang tahun pernikahan tuan Albert " Ucap Dirga kemudian ia langsung pergi entah kemana
" Ahhh mimpi apa aku semalam, dia mengajak ku pergi ke pesta " Ucap Dita girang
Selama ini Dirga tak pernah mengajak nya pergi ke pesta. Jika ada undangan pesta Dirga selalu pergi bersama asistennya Bara.
Dita melihat punggung Dirga yang semakin menghilang dari pandangan nya. Dita memegang ke dua pipinya sambil tersenyum mekar seperti bunga di taman yang baru mekar.
" Ahhh aku harus cepat pulang hari ini. Sebelum pulang ke rumah aku harus ke salon terlebih dulu " Ucap Dita
Dita dengan segera mengerjakan pekerjaan nya dengan cepat agar ia bisa pulang lebih awal. Ia harus ke salon untuk mempercantik diri. Ia harus tampil sempurna malam ini.
*****
teng kiu 😘
jangan lupa kasi like nya ya🤗
__ADS_1