Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
Sisil tebar pesona


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di perusahaan Bima


" Bang, kakak ipar mana? " Tanya Jery ketika masuk ke dalam ruangan Bima tak melihat Sisil di mejanya


" Izin " Jawab Bima singkat sambil mengecek berkas


" Ooo,,, pantes aja gue gk liat tadi " Gumam Jery, ia tidak tahu kalau Sisil izin


Jery menyerahkan berkas kerjasama dengan tuan Agung yang sebelumnya sudah di periksa oleh Bima.


" Ada apa lagi? " Tanya Bima setelah melihat berkas kerjasama yang sebelumnya sudah ia serahkan pada Jery untuk meng-handle nya


" Si ulat bulu ngotot mau bertemu sama lo " Gerutu Jery pasalnya ia sudah membuat janji untuk meeting bersama perusahaan Aurora milik tuan Agung yang sedang di handle oleh anak tuan Agung yaitu Bela. Bela membatalkan meeting dengan seenaknya karena orang yang ia harap untuk datang ternyata tidak datang.


Bima mendengus mendengar berita dari Jery, membuat ia frustasi menghadapi wanita yang bermuka tebal seperti Bela. Bima malas bertemu dengan Bela karena wanita itu terlalu agresif dan menakutkan bagi Bima.


Pernah satu kali Bima bertemu dengan Bela. Di pertemuan pertama mereka Bela sudah menunjukkan ke agresifan nya, ia terus menempel pada Bima membuat Bima risih. Maka dari itu Bima selalu menolak jika Bela membuat janji untuk bertemu.


Bela tak pernah putus asa untuk mendekati Bima, ia sering berkunjung ke mansion keluarga Bima tapi tak pernah bertemu karena Bima selalu mengindar. Dan Bela juga sering mendatangi perusahaan Bima karena tak bertemu di mansion. Tapi lagi lagi Bima melok bertemu, ia sudah mewanti wantikan pada bagian resepsionis agar tidak mengizinkan orang yang bernama Bela untuk masuk.


Tapi kali ini ia harus berhadapan lagi dengan wanita itu karena perusahaan mereka sedang menjalin kerjasama.


" Sudah lo pergi kabulin aja kali ini, kalau gk proyek ini gk bakal jalan sesuai rencana. Jangan mengulur waktu terlalu lama. Nanti lo pergi dengan kakak ipar" Jery menyarankan karena ia juga tidak mau proyek mereka bejalan tidak sesuai dengan rencana


" Baiklah " Ucap Bima terpaksa


Benar apa yang di katakan oleh Jery, ia tidak mungkin membiarkan proyek itu terbengkalai hanya karena wanita tak tahu malu itu. Jika tidak maka ia juga yang akan rugi karena waktu terus berjalan. Jadi mau tidak mau ia haru bertemu dan menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat.


" Aish... Gk ada kakak ipar di sini rasa nya ada yang kurang " Keluh Jery merasa ada yang hilang.


Benar apa yang di katakan Jery, Bima juga merasakan hal yang sama padahal baru kali ini Sisil izin bahkan belum juga satu hari kantor sudah terasa sepi. Biasanya ruangan Bima akan ramai dengan kejahilan kejahilan Sisil dan Jery yang saling membalas satu sama lain.


Mendengar ucapan Jery membuat Bima melihat jam mahal yang ada di tangannya. Terlihat jarum jam baru berhenti di angka sepuluh membuat Bima membuang napas pelan.


Rasanya ingin sekali Bima memutar jarum jam itu ke angka lima. Tapi apalah daya mau di putar ke angka berapa pun tidak akan merubah waktu yang sebenarnya.


Dengan terpaksa Bima kembali menyelesaikan pekerjaannya. Baru beberapa berkas yang ia kerjakan, Bima kembali melihat jam. Pikiran nya sudah tak di tempat dan akhirnya ia pun menutup berkas yang sedang di periksa tanpa menyelesaikan nya.

__ADS_1


*


*


Di kantor Dirga


Setelah benar benar yakin seratus persen akan perasaan Dita pada sang kakak dan sudah puas membuat Dita jealous sisil mengajak Dita untuk pergi ke kantin kantor. Ternyata membuat orang kesal juga butuh asupan dan energi yang banyak.


Dita gadis yang baik hati itu tidak marah sama sekali pada Sisil walaupun Sisil sudah membuat ia kesal karena cemburu. Ia masih mau menemani Sisil pergi makan siang untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.


Dan di sinilah mereka berdua sekarang. Karena sekarang waktu nya jam istirahat jadi kantin di penuhi oleh para karyawan yang juga ingin makan siang. Banyak mata yang memperhatikan Dita dan Sisil.


" Eh itu kan gadis yang tadi di pagi datang sama tuan Dirga? " Ucap salah satu karyawan yang tadi pagi kebetulan melihat mereka


" Yang mana? " Tanya temannya kepo


" Itu yang sedang duduk bersama mba Dita? " Ucap karyawan pada temannya sambil menunjuk ke arah Dita dan Sisil duduk


" Ooo itu, cantik ya. Apa itu pacar tuan Dirga? " Tanya nya lagi


" Mungkin saja, karena tadi mereka masuk kedalam dengan bergandengan tangan " Terang sang karyawan pada temannya


Dita bisa mendengar bisik bisik dari para karyawan yang sedang membicarakan mereka. Banyak karyawan laki laki yang memuji kecantikan mereka berdua dan berkhayal bisa berpacaran dengan mereka.


Sedangkan Sisil ia hanya cuek bebek mendengar bisik bisik tetangga itu. Sisil hanya tersenyum pada orang orang yang tak sengaja kepergok sedang mecuri pandang pada mereka. Sontak saja senyuman Sisil itu membuat para karyawan Dirga jadi baper.


Sedang asik tebar pesona membuat para kaum adam baper oleh senyuman nya tiba-tiba saja Sisil melihat dua pria tampan sedang berjalan menuju ke arah meja mereka.


" Aish...mengganggu saja " Keluh Sisil yang melihat kedua pria itu sedang melangkah semakin mendekat


" Ada apa? " Tanya Dita yang belum menyadari kedatangan dua pria tampan itu


" Itu " Tunjuk Sisil dengan dagunya ke arah kedua pria. Dan Dita langsung melihat ke arah yang di tunjuk Sisil


" Kenapa ayank bebeb bisa kesini sih? " Gerutu Sisil pelan tapi masih bisa di dengar oleh Bima dan Dirga karena sekarang posisi mereka sudah di depan meja Sisil dan Dita


Celetak...


Satu sentilan dari jari telunjuk Bima mendarat tepat di dahi Sisil.


" Aduh " Sisil mengaduh karena dahi nya terasa sedikit panas gara-gara sentilan Bima, hari ini sudah dua kali ia mendapat hadiah berupa sentilan

__ADS_1


" Kenapa... Sakit? " Tanya Bima dengan nada dingin


Bagaimana Bima tidak menghadiahkan Sisil sentilan, dari jarak jauh Bima dapat melihat Sisil tebar pesona pada laki-laki yang ada di dalam kantin dan para lelaki itu memandang Sisil dengan pandangan memuja membuat darah militernya meluap karena cemburu.


Sisil memajukan bibir nya dan meniru ucapan Bima dengan nada cibiran sambil mengelus dahinya yang terasa panas.


" Kenapa... Sakit " Ulang Sisil mencibir Bima


" Apa? Kurang? " Tanya Bima pada Sisil dan Bima kembali mengarahkan jarinya untuk menyentil Sisil lagi tapi langsung di tepis oleh Sisil


" Apa sih, sakit tau " Ucap Sisil cemberut


" Itu akibatnya karena kamu sudah berani tebar pesona pada para lelaki " Ucap Bima datar


" Aish... Aku kan hanya mau mengetes saja. Apa pesona ku masih berlaku atau sudah expired " Ucap Sisil membuat Bima tak bisa berkata-kata


Dirga hanya tertawa meliat ke-dua pasang kekasih itu. Sedangkan Dita masih diam melihat keduanya dengan wajah yang sulit di artikan. Ia masih bingung dengan apa yang ia lihat.


****


author : mangka nya jangan nakal sil... 🀭


Sisil : kan cuma dikit doank thorπŸ˜“


Bima : πŸ€¬πŸ˜‘πŸ‘Ή


Sisil :✌


author : serah lo lah sil..


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™


Bantu vote juga ya πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


maaf ya belum bisa dobel up...


__ADS_2