Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
mengembalikan barang milik Sisil


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sadar bahwa mereka sudah di kerjai oleh Sisil membuat Jery kesal. Bagaimana tidak pagi pagi ia sudah harus menguras otak nya untuk berfikir. Tapi apa yang di katakan Sisil tidak lah salah mereka saja yang loading nya lama.


Sisil menyebutkan 'tanah' bukan lantai. Sekarang mereka sedang ada di ruangan Bima yang mewah dan bersih jelas tidak ada tanah sedikit pun. Yang meraka pinjak adalah lantai keramik yang bersih dan mewah.


" Kurang asem,,, dasar kakak ipar. Pagi pagi sudah mengerjai gue. Awas kau akan gue balas " Ucap Jery menyeringai


" Hmmmm " Bima berdeham dan memelototi Jery


" Ah ha,,, ti.. tidak gue gk akan membalas kakak ipar " Ucap Jery terbata mendapat pelototan dari Bima, ia tahu apa arti dari pelototan Bima


" Awas kau kakak ipar, tunggu pembalasan dari gue " Walaupun di depan Bima ia berkata tidak akan membalas namun dalam hatinya berkata lain


" Mau apa kau ke sini? " Tanya Bima


" Ini gue cuma mau menyerahkan berkas " Jery meletakkan berkas yang ia pegang dari tadi. Niatnya tadi hanya ingin mengantar berkas siapa sangka bernasip apes pagi pagi sudah di kerjai oleh Sisil


Bima membaca berkas yang di serahkan oleh Jery tadi.


" Untuk proyek ini nanti akan di handle oleh putri tuan Agung " Ucap Jery menjelaskan


Bima menyatukan ke dua alisnya

__ADS_1


" Jika dia, maka kau saja yang handle mewakili perusahaan kita " Ucap Bima


" Kenapa gue? Gue sedang meng-handle proyek yang lain " Tolak Jery


" Ck... Kan lo tahu sendiri gue gk mau bertemu nih orang " Bima berdecak kesal


" Lo harus profesional bang, lo tenang aja kan ada kakak ipar yang akan menemani lo di setiap pertemuan dengan ulet bulu itu " Ucap Jery menenangkan Bima yang malas berhadapan dengan putri tuan Agung


Perusahaan tuan Agung bekerjasama dengan perusahaan Bima. Tuan Agung sengaja mengirim putri nya untuk meng-handle proyek yang sedang berjalan. Atas permintaan sang putri yang ingin mendekati Bima. Ini adalah kesempatan baginya karena sangat sulit untuk bertemu dengan Bima.


*


*


Bima bangkit dari duduknya, ia berjalan menuju meja kerjanya dan membuka laci meja. Dari dalam laci Bima mengambil sebuah kotak berwarna biru dan kembali ke sofa di mana Sisil masih duduk memainkan henpon nya.


Bima duduk di samping Sisil dan menyerahkan kota tersebut ke pada Sisil.


" Apa ini? " Tanya Sisil mengambil kota dari tangan Bima


" Buka lah " Titah Bima


Sisil membulatkan matanya dengan mulut sedikit terbuka setelah melihat isi yang ada di dalam kota biru tersebut. Sungguh ia tak menyangka dengan apa yang ia lihat. Sudah lama ia tak melihat barang itu dan pasrah mengetahui barang berharga nya sudah hilang. Tapi sekarang ia dapat melihat barang itu kembali.


" Ini... " Ucap Sisil meneteskan air matanya

__ADS_1


" Iya... " Bima menganggukkan kepala nya


" Kenapa ini bisa ada pada mu " Tanya Sisil dan sekarang ia sudah mengeluarkan barang itu dari dalam kotak


" Tiga tahun lalu saat kita bertemu, kamu tidak sengaja menjatuhkan kalung ini dari tangan mu " Ucap Bima mengingatkan kejadian dulu di mana barang berharga milik Sisil tak sengaja terjaruh


" Benarkah?" Ucap Sisil


" Ooooo ya seperti nya kamu benar, sebelum pergi ke cafe itu kalung ini masih melingkar di tangan ku. Entah kapan aku tidak menyadari kalau kalung ini sudah tidak ada lagi di tanganku " Tambah Sisil lagi


" Maafkan aku karena baru mengembalikannya pada mu " Sesal Bima


" Tidak apa apa, aku sangat bersyukur kamu yang menemukan ini. Aku sudah mencari nya kemana mana tapi tak menemukan nya, aku kira sudah hilang " Sisil menatap kalung itu dengan mata berbinar


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™


Bantu vote juga ya πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


__ADS_2