
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Siang hari Sisil mulai merasakan kangen pada suami nya, Bima. Setelah dari pagi ia tak mau melihat wajah Bima, sampai saat ini. Namun siang ini tiba-tiba ia merindukan Bima yang sedang meeting di luar.
Sisil merutuki dirinya sendiri. Ia sendiri heran pada diri nya hari ini. Tadi pagi ia kesal dan sekarang ia kangen, ingin melihat wajah Bima.
Tadi sebelum pergi meeting, Bima sudah mengajak Sisil untuk ikut namun karena ia yang tak mau melihat wajah Bima, ia pun menolak. Akhirnya Bima pergi meeting bersama Jery.
Sisil meninggalkan pekerjaan nya begitu saja. Di kerjakan juga percuma, pikiran nya sedang kacau. Ia sedang menahan rindu pada suaminya.
Selesai makan siang, Sisil merasa ngantuk yang sangat berat. Ia masuk ke ruang istirahat pribadi Bima yang ada di dalam ruangan kerja dan tidur di sana sambil menunggu Bima kembali.
Setengah jam kemudian Bima dan Jery sudah berada di kantor. Bima mencari keberadaan Sisil, ia tak melihat Sisil di meja nya namun tas nya ada di atas meja.
Bima masuk ke dalam ruangan nya, ia mencari Sisil ke pantry tapi tidak ada. Bima tak melihat Sisil ada di ruangan nya. Ia mencoba untuk menghubungi Sisil. Bima mengambil ponsel nya di saku jas kemudian mencari kontak istri nya. Setelah ketemu ia langsung menghubungi nya dan terdengar suara ponsel berbunyi dari balik pintu kamar pribadi nya. Bima pun segera membuka pintu. Bima tersenyum melihat istri nya ternya sedang tidur di sana.
Bima melepaskan jas nya dan meletakkan nya di sembarang tempat. Kemudian ia mendekati Sisil, ia ingin melihat wajah istri nya itu. Ia sudah kangen dari pagi tak bisa melihat wajah istri nya dengan puas. Jadi mumpung si empunya wajah sedang tertidur lebih baik ia mengambil kesempatan sekarang. Jika ia tidak tidur mungkin ia tak bisa memandang wajah cantik istri, pikir Bima.
Setelah jarak mereka sudah dekat, Bima terkejut melihat wajah istri nya basah. Ada sisa air mata di sudut mata nya dan jejak air mata di pipi mulus nya.
Ternyata Sisil sempat menangis karena merindukan suaminya itu. Entah mengapa tiba-tiba Sisil jadi sedih. Mood nya benar-benar berantakan hari ini.
Bima menghapus sisa air mata Sisil dengan ibu jari nya dengan lembut. Sentuhan Bima membangun Sisil.
Melihat Sisil yang membuka mata, spontan Bima menyingkirkan tangannya. Ia takut Sisil marah dan menjauhi nya lagi seperti pagi tadi.
" Sayang "
__ADS_1
" Maaf " Ucap mereka serentak
Sisil berangkat dari tidurnya dan langsung berhamburan memeluk Bima. Bima masih diam mencerna apa yang Sisil lakukan.
" Kangen " Rengek Sisil masih memeluk Bima
Bima tersadar dan membalas pelukan Sisil. Satu tangannya mengelus kepala Sisil dengan sayang. Ia tersenyum bahagia, akhirnya istri nya itu kembali seperti biasa.
" Aku juga kangen kamu " Balas Bima masih memeluk Sisil
Cukup lama mereka saling berpelukan seperti teletubbies. Bima melepaskan pelukan Sisil karena ia merasa pundak nya basah.
Bima tak terkejut melihat Sisil yang menangis. Karena ia sudah yakin pasti istri nya itu sedang menangis sekarang, karena kemeja nya basah.
" Sayang kenapa menangis? " Tanya Bima menghapus air mata Sisil dengan ke dua ibu jari nya.
" Aku kangen " Tangis Sisil semakin kencang
" Sudah jangan menangis lagi, aku di sini. Aku juga kangen banget sama kamu " Ucap Bima menenangkan Sisil.
Setelah tangisan Sisil mereda baru lah Bima melepaskan pelukannya. Bima ingin tertawa melihat wajah Sisil, namun sekuat tenaga ia menahan agar tawa nya tak pecah. Ia tak mau membuat Sisil kembali menangis dan marah.
Bima mengalihkan wajah nya ke bawah karena tak tahan lagi, ia pun tertawa tanpa suara.
" Sayang kamu kenapa? " Tanya Sisil heran dengan suara khas orang yang selesai menangis
Sisil melihat tubuh Bima yang menunduk sedikit bergetar, ia takut terjadi sesuatu pada Bima.
Bima mengangkat wajahnya, sebelum itu ia sudah menetralkan wajahnya agar tak ketahuan oleh Sisil kalau ia sudah tertawa.
__ADS_1
" Hmmm, aku tidak apa apa " Jawab Bima berusaha menahan tawa
Bagaimana tidak, wajah Sisil terlihat sangat lucu di mata Bima. Mata nya merah dan wajahnya sembab tak tertinggal pula ingus nya sudah meluncur kemana-mana.
Sisil sendiri tak menyadari nya karena setelah Bima melepaskan pelukannya, Bima langsung tertunduk membuat Sisil khawatir.
Tanpa jijik Bima mengelap ingus Sisil dengan tangan kemeja nya yang panjang. Sontak membuat Sisil melebarkan matanya. Ternyata ia sudah mempermalukan diri nya sendiri di depan suami nya sendiri.
Sisil mendumel dalam hati merutuki dirinya yang sudah tak berpenampilan anggun lagi di depan suami nya. Bisa bisa nya ia menangis sampai ingus nya mengotori kemeja kerja suaminya.
" Maaf " Lirih Sisil setengah malu
" Tidak apa apa " Ucap Bima tersenyum
" Tapi aku sudah mengotori baju mu " Sisil menatap Bima sendu
" Tidak masalah, aku bisa ganti lagi. Yang penting kamu sudah tak menangis lagi " Ucap Bima tersenyum dan mengelus wajah Sisil
Bima beranjak dari duduk nya dan pergi ke arah lemari. Ia membuka lemari dan mengambil satu lembar baju yang tergantung di dalam lemari itu. Bima selalu menyediakan pakaian di sini, karena dulu ia sering menginap di kantor untuk lembur. Dan sepertinya Bima akan menyiapkan baju Sisil juga, siapa tahu di butuhkan.
***
maaf ya bab sebelum nya author hapus, karena bab 147 seharusnya yg ini, sedangkan yang di up kemarin dan sudah author hapus untuk bab 148 🤣
untung author cek tadi dan menemukan ke tidak cocokkan dengan catatan author, kalo engak satu bab udah terlangkah, kan author jadi bingung sendiri 🤣🤣🤣
****
jangan lupa like, komen n subscribe ya,, estt udah kayak youtuber aja 🤭
__ADS_1
terserah lah apa namanya yang penting dukung terus karya author ya
biar author tetap semangat berkarya 😁