Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
tour


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Hari ini kebetulan hari minggu dan hari pertama Sisil kembali ke mansion setelah sekian lama ia menghilang.


Sisil berdiri di balkon kamar barunya yang ada di lantai dua mansion itu. Dari atas balkon ia dapat melihat pemandangan taman belakang mansion. Dari atas balkon kamar Sisil yang sangat strategis untuk melihat seluruh isi taman, Sisil dapat menikmati keindahan taman bunga milik Laras.


Ada berbagai macam bunga yang di tanam di sana. Dan saat ini bunga bunga itu sedang bermekaran sangat indah seakan tahu suasana hati sang pemilik sedang bahagia.


Bau khas bunga yang terbawa angin pagi dapat Sisil cium sekarang. Begitu bau bunga itu masuk ke dalam indra penciuman sontak membuat Sisil memejamkan mata untuk merasakan kesegaran angin dan wangi nya bau bunga itu.


Mumpung hari ini hari libur Sisil ingin meminta Dirga untuk menjadi tour guide nya. Sisil berencana akan tour di dalam mansion hari ini. Mengingat mansion ini sangat luas Sisil takut akan tersesat, maka dari itu ia berniat menghafal seluruh isi dan tempat apa saja yang ada di mansion.


Sisil tak mempunyai ingatan apapun tentang mansion. Jangankan mansion yang besar itu wajah orang orang terdekat nya pun ia lupa. Wajar saja dulu ia hilang di usia balita, tentu ia tidak memiliki kenangan apapun yang bisa ia ingat sekarang. Kita saja tak akan ingat kejadian di masa kita masih balita dulu.


Setelah membersihkan diri pagi itu Sisil langsung menuju dapur, tentu itu semua atas petunjuk dari art sehingga ia bisa sampai di dapur kalau tidak ia pasti akan nyasar.


Sesampainya di dapur ternyata sudah ada mama Rita di sana sedang membantu para art yang bertugas memasak di mansion itu. Mama Rita tak mau ongkah ongkah kaki saja di mansion itu setidaknya ia bisa membantu sedikit pekerjaan para art.


Padahal para art sudah menyuruh nya untuk tidak membantu tapi dasar mama Rita ia masih kekeh akan membatu dan pada akhirnya para art membiarkan saja. Mansion besar itu memiliki banyak art yang sudah memiliki tugas masing-masing.


" Ma.. " Suara Sisil membuat semua yang ada di dapur menoleh


" Eh,, kamu Sil. Ada apa? " Tanya mama Rita setelah melihat ke sumber suara dan kembali melanjutkan kegiatan nya


" Ada yang bisa Sisil bantu? " Sisil malah bertanya bukannya menjawab pertanyaan mama Rita

__ADS_1


" Gk ada,, ini sudah mau selesai semua " Ucap mama Rita sambil mengaduk masakan nya yang masih di atas kompor


Sedangkan art yang membantu mama Rita masak meletakkan masakan yang sudah jadi di atas meja makan. Mama Rita memasak sangat banyak, ia sengaja memasak sekalian untuk para art juga.


Setelah semua selesai mama Rita kembali ke kamar yang ia tempati untuk membersihkan diri. Bukan membersihkan diri dari bau asap masakan yang menempel atau membersihkan diri dari keringat yang keluar setelah capek masak. Karena dapur mansion itu sangat adem tidak panas sehingga membuat para art nyaman saat bekerja di dapur dan ada cooker hood yang menghisap bau, udara kotor dan panas pada saat proses memasak.


Mama Rita membersihkan diri karena memang ia belum mandi dari bangun tidur tadi, bangun tidur tadi ia hanya membasuh muka dan sikat gigi saja untuk menghilangkan belekan yang menempel di mata dan bau jigong akibat oli yang tumpah dari mulut.


Selesai sarapan Sisil menjalankan niatnya untuk tour di ikuti oleh mama Rita dan Alif. Mereka juga ingin ikut dengan alasan yang sama yaitu takut tersesat di dalam mansion besar itu.


Butuh waktu hampir seharian Dirga menjadi tour guide mereka. Dirga juga menjelaskan ruangan apa saja yang mereka masuki, tempat tempat apa saja yang sering digunakan dan rumah yang di sediakan untuk para art juga mereka lewati.


Mereka sudah seperti tour wisata dengan Dirga yang berperan sebagai tour guide yang baik. Sisil, Alif dan mama Rita adalah pengunjung mereka juga tak lupa membawa cemilan saat tour dan beberapa kali istirahat karena capek. Untung mama Rita berinisiatif membawa bekal jadi mereka bisa sambil makan siang.


Setelah selesai mereka kembali ke ruang keluarga disana sudah ada Bima yang sedang ngobrol bersama opa Alex, oma Diana, Laras dan Gunawan.


" Aish... Lo lagi lo lagi " Cibir Dirga melihat Bima yang ada di ruang keluarga, tapi Bima tak perduli


Dirga duduk di sebelah mama Rita. Bukan karena ia tak senang akan kedatangan sahabat nya itu. Hanya saja ia malas jika sudah ada Bima, ia tak bisa leluasa berdekatan dengan Sisil. Pria posesif itu akan menempel terus pada Sisil dan tak akan membiarkan ia berada di sekitar Sisil dan membatasinya.


" Sudah selesai kalian tour nya? " Tanya Laras


" Untuk hari ini cukup di dalam mansion saja, besok besok baru lanjut di luar " Jawab Dirga


Sebenarnya ia juga capek maklum ia juga jarang menelusuri isi mansion walaupun ia tinggal di sana. Hanya tempat tempat tertentu yang sering ia kunjungi. Jadi taman yang ada di perkarangan halaman mansion belum mereka kunjungi.


" Sayang,, kamu capek? " Tanya Bima pada Sisil yang sedang merebahkan kepala nya pada senderan sofa

__ADS_1


" Hm " Jawab singkat Sisil sambil memejamkan matanya


" Alif juga capek, dad " Seru Alif, bocah itu juga ingin meminta perhatian Bima yang sedang mengelus kepala Sisil


" Benarkah kamu juga capek? " Tanya Bima yang kini melihat wajah lucu Alif


" Apanya yang capek, kamu dari tadi minta di gendong terus " Ucap Dirga gemas melihat Alif


Padahal sedari mulai tour Alif selalu minta di gendong pada semua nya secara bergantian. Hanya beberapa saat saja ia berjalan, jika ada yang menarik perhatian nya saja. Selepas itu ia selalu minta di gendong, alasan nya capek.


" Benelan capek loh uncle, kan Alif juga ikut jalan tadi " Ucap Alif sedikit memajukan bibir nya membuat semua jadi gemas


Melihat wajah mengemaskan Alif membuat rasa capek mereka menguap seketika. Dirga berdiri dari duduk nya dan langsung mengambil Alif dari pangkuan Bima. Ia sangat gemas melihat kelakuan Alif.


Dirga pun menghujani wajah Alif dengan ciuman bertubi-tubi bahkan sampai ke seluruh tubuh nya. Tubuh Alif yang wangi layak nya ciri khas bau balita pada umumnya membuat Dirga selalu ingin mencium nya.


Akibat ciuman bertubi dari Dirga membuat tubuh Alif mengeliat ke kiri dan ke kanan. Alif tertawa geli merasakan geli pada tubuh nya.


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


Bantu vote juga ya πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2