
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
" Ahhh kak Dirga ternyata so sweet juga ya " Seru Ega melihat Dirga yang masih di depan mereka dengan mata berbinar
" Aku juga gk menyangka kalau dia bisa romantis seperti ini " Sambung Dita bahagia
" Kalian membuat ku iri " Keluh Sisil
" Bagaimana Andita? " Tanya Dirga dari atas podium
Karena dari tadi ia menunggu jawaban dari Dita tapi tak kunjung ada jawaban. Dita malah ngerumpi bersama Sisil dan Ega.
" Eh Dita ayo jawab " Sisil menyikut tangan Dita
" Ah iya, aku belum menjawab ya? " Tanya Dita polos
" Menurut lo " Sisil memutar mata jengah
" Maaf aku baper sampai sampai lupa kalau belum menjawab " Dita cengengesan menggaruk tengkuknya
" Sudah, cepat jawab. Kasihan kakak gue nunggu lama " Keluhan Sisil
" Will you marry me? " Ulang Dirga lagi
" Yes, i do want to marry you " Dita mengangguk mantap
Dirga tersenyum lega mendengar Jawaban Dita. Semua bersorak bertepuk tangan.
" Sebaiknya kita bicarakan ini segera tuan Pras " Ucap papa Gunawan tersenyum pada ke dua orang tua Dita
" Ya, anda benar tuan " Jawab papa Dita dengan tersenyum juga
" Bagaimana kalau kalian bicarakan saja langsung di sini. Mumpung kita semua sedang berkumpul " Usul Nugraha
" Ah benar juga, bagaimana kalau kita langsung saja putuskan tanggal baik nya " Seru Gunawan antusias
__ADS_1
Dita, Sisil, Dirga dan Bima akhirnya duduk bergabung dengan para orang tua. Mereka semua berunding akan tanggal baik untuk acara pernikahan Dita dan Dirga.
Karena ke dua insan yang sedang kasmaran itu sudah sama sama siap untuk menjalani hubungan yang lebih serius, maka sudah di putuskan acara pernikahan Dirga dan Dita akan di laksanakan satu bulan yang akan datang.
Tak jauh dari meja orang orang yang sedang berunding mengenai masalah pernikahan. Ada Ega dan Jery yang sedang mengobrol santai di meja mereka tadi. Mereka masih duduk di sana tak pergi ke mana-mana.
Tadi nya Ega dan Jery di temani oleh Niken dan suaminya. Namun sekarang pasangan suami istri itu sudah pergi meninggalkan mereka berdua.
" Ega " Seru Jery menatap Ega dengan serius
" Ya " Ega juga menatap Jery
" Kamu mau gk kalau aku dan kamu menjadi kita? " Tanya Jery menatap dalam mata Ega
" Hhh " Ega terkejut dengan pertanyaan Jery
Mata Ega bergerak gerak menatap wajah Jery yang serius. Tak ada keraguan atau candaan yang terlihat dari wajah Jery.
" Apa kamu sekarang sedang menembak ku ? " Tanya Ega, yang sebenarnya Ega sendiri mengerti dengan maksud pertanyaan Jery. Hanya saja ia ingin memastikan lagi kalau ia tidak salah dengar.
Jery mengangguk sebagai jawaban. Ia sudah memantapkan hati nya untuk mengungkapkan perasaan nya. Ia rasa Ega sudah merasa nyaman dengan nya dan sudah membuka hatinya untuk nya dan sudah saatnya ia maju.
Saat Ega akan menjawab pertanyaan Jery, tiba-tiba pundak nya di tepuk oleh mama Rita.
" Ga, Rio mana? " Tanya mama Rita melihat sekeliling tak ada Rio di sana
" Tadi Rio ke dalam ma. Katanya mau menemani Alif bermain " Jawab Ega melihat mama Rita yang berdiri di samping nya
" Ooo. Terus Lisa ada di mana? Kamu gk ajak dia ngobrol gitu? Kan kasihan dia gk ada temannya " Seru mama Rita lagi mengingat Lalisa yang masih malu malu bergabung dengan mereka.
" Ooh tadi Lisa izin ke kamar nya. Katanya mau istirahat " Jawab Ega lagi
Ya tadi setelah Rio pergi Lisa juga ikut pergi. Lisa izin ke kamar nya karena mau istirahat.
" Ya udah kalau gitu mama juga mau ke kamar, mau istirahat juga. Badan mama udah capek " Ucapnya
" Kalian lanjut aja ngobrol nya. Jer mama ke dalam dulu ya " Pamit mama Rita dan di angguki oleh Jery
__ADS_1
Mansion ini memiliki banyak sekali kamar. Mama Rita juga memiliki kamar di Mansion ini yang memang sudah di sediakan mama Arin jika mama Rita datang ke sana.
Jery dan Ega kembali beradu pandang. Entah kenapa tiba-tiba Ega merasa gugup. Padahal tadi sebelum mama Rita datang memotong perkataan nya, ia biasa saja.
" Kenapa kamu menatap ku seperti itu? " Tanya Ega grogi
" Aku sedang menunggu jawaban dari mu " Ucap Jery menatap mata indah milik Ega
" Jawaban " Lirih Ega mengigit kecil bibir nya
Jery meraih tangan Ega yang saling bertautan di atas meja.
" Apa kau meragukan aku? " Ega menggeleng cepat
" Lalu? "
" Bukan begitu. Aku hanya grogi saja. Entah mengapa tiba-tiba aku merasa gugup " Gumam Ega pelan namun masih bisa di dengar oleh Jery
Jery bisa merasakan nya karena memang benar sekarang tangan Ega sedang mengeluarkan keringat.
" Jadi sekarang kita sudah resmi jadikan? " Tanya Jery ingin memastikan
" Apa kamu yakin dan serius menjadikan aku kekasih mu? " Tanya Ega, sebenarnya Ega takut untuk menanyakan itu. Takut kalau Jery akan berubah pikiran dan tak jadi menjadikan aku dan kamu menjadi kita.
" Tentu saja aku yakin dan serius. Bahkan tadinya aku mau langsung melamar mu. Tapi aku ingat kalau kamu belum mau membangun rumah tangga " Jelas Jery
Jery sangat ingat dulu saat Ega masih menjadi pacar Erik. Ega pernah mengatakan kalau ia belum mau menikah. Ia mau bekerja terlebih dahulu. Tunggu dua atau tiga tahun lagi baru ia mau menikah. Lagi pula usia nya masih muda.
Ega dan Jery saling beradu pandang, larut dalam perasaan mereka yang sedang berbunga serasa hanya ada mereka saja di sana. Tak tahu saja ada beberapa pasang mata yang sedang memperhatikan mereka.
Tanpa terasa hari sudah semakin sore dan sekarang sudah akan menjelang malam. Satu persatu kerabat sudah pulang. Mama Laras, papa Gunawan dan Dirga sudah pulang. Begitu juga Dita dan ke dua orang tua nya.
Setelah selesai berunding menentukan hari dan tanggal pernikahan, mereka semua pamit pulang. Sedang Rio, Ega dan mama Rita akan pulang setelah makan malam nanti nya.
Hari ini adalah hari yang sangat spesial. Kenapa? Karena hari ini semua orang dalam mode bahagia. Tidak hanya pasangan pengantin baru tapi rasa lama saja yang bahagia. Namun ada Dita dan Dirga yang bahagia karena akan menyusul mereka di atas pelaminan. Dan ada pasangan Ega dan Jery juga yang baru meresmikan status mereka sebagai sepasang kekasih.
Ada juga Lalisa yang menumukan tambatan hati nya hari ini. Begitu banyak kejutan dan kebahagiaan yang menghampiri meraka hari ini.
__ADS_1
***
good night all kita sambung besok lagi ya cerita nya