Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
penghinaan dari nenek Erik


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


" Apa usaha orang tua mu? " Pertanyaan itu keluar dari mulut nenek Erik memecahkan ke sunyian di ruangan itu


Ega yang merasa pertanyaan itu tertuju untuk nya berusaha tersenyum dan menjawab pertanyaan nenek jutek itu dengan tenang. Walau sebenarnya ia sedang gugup setengah mati.


" Kami tidak memiliki usaha, ayah saya sudah lama meninggal dan ibu saya hanya ibu rumah tangga biasa " Jawab Ega jujur


" Heh tak punya usaha apapun berarti tak memiliki penghasilan. Jadi bagaimana kamu bisa bersekolah jika orang tua mu tak memiliki pemasukan? Siapa yang membiayai kuliah mu? Apa semua kebutuhan mu di tanggung oleh cucu ku? " Nenek Erik merendahkan Ega dan memberi pertanyaan bertubi dan secara langsung menuduh Ega numpang hidup pada Erik.


Tuduhan nenek Erik sangat menusuk, sakit tapi tak berdarah. Tak sepeser pun Ega menerima uang dari Erik untuk membiayai kebutuhan nya. Iya benar orang tua nya tak memiliki penghasilan, tapi bukan berarti Ega mengemis pada orang lain untuk menunjang kebutuhan hidup nya. Semua keuangan yang ia butuhkan di kirim oleh Sisil. Dan selama ia di sini juga ia tak berpangku tangan, ia bekerja part-time di sebuah cafe.


" Maaf nek, kami memang tak memiliki usaha dan ibu ku tak bekerja. Saya bisa kuliah di sini karena saya mendapat beasiswa. Dan saya tak pernah meminta uang pada cucu nenek, saya masih punya kakak yang mengirimkan saya uang setiap bulannya dan saya di sini juga bekerja jadi bisa membiayai kebutuhan saya sendiri " Dengan berani Ega menjawab tudingan nenek Erik, ia tak mau diam saja saat ia di tuduh akan hal yang tidak pernah ia lakukan.


" Jadi gadis seperti ini yang kamu pilih Erik, sungguh tak sopan " Ketus nenek Erik menatap Ega penuh kebencian


" Maaf nek, di mana letak ke tidak sopanan saya? " Tanya Ega bingung padahal ia merasa tindakan nya sudah sangat sopan


" Siapa kamu berani nya membantah perkataan ku " Bentaknya pada Ega


Sedangkan Erik dan ke dua orang tua nya hanya diam tak berani menjawab setiap perkataan sang penguasa rumah. Gadis s*ksi yang duduk di sebelah nenek Erik diam diam tersenyum melihat Ega di bentak.


" Maaf nek, saya hanya menjawab pertanyaan dari nenek tadi. Jadi apa menjawab pertanyaan nenek merupakan kesalahan dan tidak sopan menurut nenek. Bukankan jika saya hanya diam saja tak menjawab justru itu yang tidak sopan? " Ega bertanya pada nenek Erik.

__ADS_1


Sungguh Ega tak mengerti kenapa ia malah di bilang tak sopan karena sudah menjawab perkataan nenek Erik. Jadi, maksud nenek Erik Ega harus diam saja. Menurut atau terima saja apa yang di katakan oleh nenek Erik. Itu kesimpulan yang Ega tarik dari apa yang ia lihat.


Tapi sayang Ega bukanlah orang yang mau diam saja menerima berbagai macam tuduhan. Ia akan menjawab sesuai dengan kebenaran dan hatinya.


" Erik putus kan hubungan mu dengan gadis tak sopan ini sekarang juga. Nenek tak sudi memiliki cucu menantu yang tak selevel dengan kita. Mereka tak sederajat dengan kita " Nenek Erik memerintah kan Erik untuk mengakhiri hubungan mereka dengan merendahkan Ega.


" Ibu "


" Nenek "


Seru Erik dan ke dua orang tua nya bersamaan. Mereka terkejut akan perkataan nenek Erik. Ega juga sama dengan mereka, tapi melihat dari perlakuan nenek Erik, Ega bisa memastikan kalau nenek Erik tak suka pada nya.


" Tapi nek, aku sangat mencintai Ega " Ucap Erik


" Erik,, nenek sudah mendapatkan calon istri untuk mu. Dia jauh lebih baik dari gadis itu. Kita sudah mengenal keluarga mereka, yang tentu nya mereka berasal dari keluarga terpandang dan juga kaya. Dia lebih pantas bersanding dengan mu, kita selevel " Ucap nenek Erik menunjukkan gadis s*ksi di samping nya. Dan ia selalu memuji dan membanggakan gadis itu.


" Mau tak mau kamu harus menikah dengan Vio. Nenek sudah mengurus semua nya, kalian akan menikah setelah kamu wisuda. Jadi kamu harus mengakhiri hubungan mu dengan gadis itu " Tegas nenek Erik tak mau di bantah


" Kenapa nenek mengatur hidup ku? " Kesal Erik pada neneknya dan ia beranjak dari duduknya


Kemudian Erik menarik tangan Ega hendak membawa Ega pergi dari rumah itu. Erik mencoba memisahkan Ega dan neneknya agar tak semakin memanas. Ia akan mencoba membujuk neneknya nanti, pikir Erik. Dan Erik akan menjelaskan pada Ega bagaimana watak neneknya yang keras dan berharap Ega akan mengalah.


" Erik.. " Bentak nenek Erik marah melihat cucu nya yang akan meninggalkan mereka.


" Lihat lah apa yang sudah di lakukan oleh gadis itu. Ia membawa pengaruh buruk pada mu Erik. Kamu sudah berani melawan perintah nenek. Hey gadis rendah apa begini cara ibu mu mendidik mu? Apa ibu mu juga yang mengajari mu untuk menjerat pria kalangan atas? " Oceh nenek Erik

__ADS_1


" Cara kalian untuk menaikan derajat sungguh sangat menjijikkan. Tapi memang begitu lah cara orang orang seperti kalian yang ingin menjadi kaya secara instan tanpa harus bekerja keras " Sarkas nya lagi sambil melirik ibu Erik dengan wajah sinis.


" Nenek cukup " Bentak Erik yang langkah kaki nya terhenti karena mendengar tuduhan tak benar sang nenek


" Ibu,, ibu sudah keterlaluan " Ucap ayah Erik sambil merangkul pundak istri nya yang menangis


" Apa? Semua yang aku katakan adalah benar " Ucap nya kekeh jika ia lah yang benar


Ega sudah tak mau lagi berlama-lama di sana. Tanpa berucap apa pun Ega melepaskan tangan Erik dari genggaman tangannya dan langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga Erik tanpa berpamitan.


" Sayang " Lirih Erik melihat tangan nya di lepas oleh Ega


" Sayang " Teriak Erik memanggil Ega yang berjalan cepat meninggalkan rumah.


Erik hendak berlari mengejar Ega namun langkah nya terhenti mendengar suara nenek nya.


" Erik biarkan saja dia pergi, dia tak pantas untuk mu "


" Siapa yang menentukan pantas tidak pantas nya dia bersama ku? Nenek? " Tanya Erik memotong ucapan neneknya


" Aku sudah dewasa dan punya kehidupan sendiri. Jadi aku minta nenek jangan ikut campur mengenai hidup ku " Ucap Erik memohon pada sang nenek


" Tidak bisa, semua yang ada di keluarga ini nenek yang mengatur. Lagi pula semua yang ada pada gadis itu tidak ada yang bisa di banggakan. Lihat lah dia pergi begitu saja, sangat keterlaluan " Serunya masih dengan keras kepala nya, tak sedikit pun ada celah untuk Ega masuk kedalam hati nya.


" Bukan Ega yang keterlaluan, tapi nenek lah yang sudah keterlaluan " Seru Erik lalu Erik pergi meninggalkan semua orang yang ada di ruangan itu, ia memilih pergi menyusul Ega.

__ADS_1


****


lanjut gk nih...


__ADS_2