Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
honeymoon


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Pesawat yang di tumpangi Sisil dan Bima mendarat dengan sempurna di bandara Incheon, bandara internasional Korea Selatan. Sisil dan Bima turun dengan tertib, mereka tiba di Korea pukul enam tiga puluh waktu korea.


Dari bandara Incheon Bima dan Sisil menuju Seoul. Mereka akan menginap di salah satu hotel yang ada di sana. Dari bandara Incheon ke Seoul Bima menyewa taksi untuk mengantarkan mereka ke hotel yang sudah ia boking sebelum nya.


Tujuh puluh menit waktu yang di perlukan oleh supir taksi untuk mengantarkan Sisil dan Bima sampai di Lotte Hotel Seoul. Kini Sisil dan Bima sudah berada di lobi hotel dan menuju ke bagian resepsionis untuk mengambil kunci kamar yang sudah ia pesan.


Bima sengaja memilih Lotte Hotel Seoul untuk mereka beristirahat selama berbulan madu. Dari pihak hotel, hotel ini menawarkan banyak fasilitas, hotel ini terletak di pusat kota dan dekat degan kawasan belanja dan wisata Myeongdong.


Di dalam kamar, setelah membersihkan tubuh yang lengket. Bima dan Sisil meluruskan tubuh mereka di atas kasur empuk milik pihak hotel. Malam ini mereka akan beristirahat terlebih dahulu, karena perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan itu mereka harus memulihkan stamina terlebih dahulu. Sebelum nanti nya mereka akan lelah karena berjalan jalan. Mereka berencana akan mengunjungi tempat tempat wisata yang ada di Korea selama mereka berbulan madu.


Pagi pun tiba, Sisil dan Bima sarapan pagi di restoran hotel. Setelah sarapan pasangan pengantin baru itu memulai perjalanan mereka untuk mengunjungi tempat tempat wisata.


Dan di sinilah kini mereka berada, Gwanghwamun Square menjadi tempat wisata pertama yang mereka kunjungi. Cukup lama mereka berkeliling di sana, Sisil dan Bima juga sempat berfoto dengan berlatar belakang King Sejong the Great dan Admiral Yi Shun-Shin.


Setelah dari Gwanghwamun Square Sisil dan Bima berjalan kaki sambil bergandengan tangan menuju ke tempat wisata lainnya yang ada di dekat sana.


Langkah kaki Bima dan Sisil berhenti di sungai cantik yang terletak di pusat kota. Aliran sungai ini bergaya modern yang mengalir di tengah kawasan bisnis Seoul. Terlihat banyak sekali pengunjung yang datang ke sungai itu.


Sungai itu merupakan tempat wisata yang menarik di Seoul. Sehingga sungai ini menjadi tempat favorit bagi warga lokal maupun wisatawan untuk bersantai sambil merendamkan kaki di aliran sungai yang sejuk.

__ADS_1


Menjelang sore Sisil dan Bima pergi ke sungai Han. Mereka ingin menikmati keindahan pemandangan yang ada di sekitar sungai Han yang kata orang sangat cantik, apa lagi di saat senja.


Malam hari nya sepanjang sejoli itu pergi ke Some Sevit atau Hangang Floating Island, dari sana mereka melihat ke arah Banpo Bridge dan mereka bisa menikmati keindahan Rainbow Fountain dari sudut yang berbeda.


Some Sevit atau Hangang Floating Island ini merupakan bangunan yang berdiri di atas pulau terapung buatan yang di buat di atas sungai Han.


Beraneka kuliner yang ada di sana, semua hampir di coba oleh kedua pasangan itu. Jadi karena kekenyangan oleh cemilan yang mereka makan, akhirnya mereka tidak makan malam lagi.


Hari ini dari pagi hingga malam Sisil dan Bima puas berjalan jalan di kota Seoul. Setelah sehari berjalan kaki, dan akhirnya mereka pulang ke hotel untuk beristirahat.


*


*


Di tanah air


Ting


Pintu lift terbuka mengantarkan Dirga dan Bara ke lantai lobi. Dirga dan Bara berjalan beriringan keluar dari kotak besi berbentuk persegi itu.


Dari jarak kurang lebih sepuluh meter Dirga melihat pria berjaket hijau dan terdapat sebuah tulisan di punggung nya. Seperti ciri khas dari sebuah nama perusahaan jasa. Dan helm yang senada dengan jaket nya yang masih melekat sempurna di kepala pria itu. Sudah di pastikan bahwa pria itu adalah ojol.


Pria itu membawa sebuah buket bunga di tangannya. Dan pria itu mendekati meja resepsionis meminta izin untuk mengantarkan buket bunga itu pada seseorang yang ada di dalam.

__ADS_1


" Maaf mbak,, apa boleh saya masuk untuk mengantarkan bunga ini pada nona Dita? " Tanya pria itu


Belum sempat wanita yang bertugas sebagai resepsionis itu menjawab pertanyaan pria itu, Dirga terlebih dahulu menjawab.


" Letakkan saja di meja resepsionis, nanti mereka yang akan mengantarkan nya " Seru Dirga berdiri di samping pria itu


Pria yang berpenampilan serba hijau itu kemudian menuruti perkataan Dirga. Ia menyerahkan buket bunga itu pada resepsionis kemudian berlalu pergi meninggalkan gedung perusahaan Dirga.


Setelah pria itu pergi, Dirga mengambil buket buket itu dan mengatakan sesuatu pada para resepsionis. Resepsionis yang sedang bertugas itu mengangguk untuk mengiyakan perintah dari bos mereka itu. Mereka pun membungkuk kan sedikit tubuh untuk memberi hormat pada Dirga yang sudah berlalu meninggalkan meja resepsionis.


Dirga memperhatikan kembali buket bunga itu, ia penasaran siapa sebenarnya yang telah mengirim buket bunga ini untuk Dita. Sama seperti kemarin buket bunga ini juga tak meninggalkan jejak siapa pengirimannya.


Sudah dua kali Dirga bertemu dengan kurir yang berada untuk mengantarkan buket bunga pada orang yang sama. Buket bunga itu juga tak kalah cantik nya dari buket bunga yang kemarin.


Sama seperti kemarin, kali ini juga Dirga membuang buket bunga cantik itu ke tong sampah yang ada di area parkir. Bara yang melihat Dirga membuang buket bunga itu mengerut kan keningnya, heran. Bukannya tadi Dirga bilang akan memberikan nya sendiri pada Dita, tapi kenapa malah dibuang.


" Bos.. Kenapa bunga itu di buang? " Tanyanya melihat nanar ke arah bunga malang itu


" Tidak apa, aku hanya tak suka melihat nya. Apa kau suka bunga? Jika ia, ambil saja untuk mu " Ucap Dirga cuek


" Tidak, mana mungkin aku mengambil barang yang sudah di buang ke tong sampah "


Benar saja siapa yang mau memunggut barang yang sudah di buang ke tong sampah dan sudah berbaur dengan sampah lainnya yang tentunya barang itu pasti ikut kotor juga.

__ADS_1


Bara masih memiliki uang cukup banyak kalau hanya untuk membeli se buket bunga mahal sekali pun. Bara bisa melihat ada percikan api tak suka di mata Dirga. Pria tampan yang merupakan sahabat sekaligus merangkap sebagai asisten Dirga hanya menggelengkan kepala. Ia sangat yakin jika sahabat nya itu saat ini sedang cemburu. Mereka pun pergi meninggalkan halaman perusahaan dengan Bara yang mengemudi.


teng kiu....


__ADS_2