
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Sesuai dengan janji nya, sore hari setelah semua pekerjaan nya selesai. Bima langsung ke rumah mama Laras untuk menjemput Sisil.
" Sore ma " Sapa Bima pada mama Laras saat Bima sudah masuk ke dalam rumah dan berpapasan dengan mama Laras yang juga baru masuk habis dari taman samping
" Eh Bima, sore juga Bim. Kamu baru pulang? " Tanya mama Laras seraya menerima uluran tangan Bima yang hendak mengalami nya
" Iya ma, mama dari mana? " Tanya Bima berbasa-basi
" Dari taman samping, biasa habis kasih minum tanaman-tanaman mama " Ucap nya sambil menunjuk ke arah pintu samping
" Kamu mau jemput Sisil ya? " Tanya mama Laras seratus persen benar
" Iya ma " Jawab Bima tersenyum
" Ya udah sana kamu temui, Sisil ada di kamar nya. Mama mau ke kamar dulu mau bersih bersih " Ujar mama Laras dan di angguki oleh Bima.
Mereka pun pergi ke tempat tujuan masing-masing. Bima menaikan anak tangga menuju lantai dua di mana kamar Sisil berada.
Bima membuka pintu kamar Sisil yang kebetulan tidak di kunci. Bima mengedarkan pandang nya menyapu isi kamar Sisil di rumah mama Laras yang baru pertama kali ia masuki.
Kamar yang luas dan nyaman dengan nuansa dan ornamen berwarna kalem. Entah lah Bima tak tahu warna apa itu, tapi yang jelas warna itu membuat kamar serasa kalem dan nyaman.
Bima tak melihat keberadaan Sisil di sana. Setelah menutup pintu, Bima melangkah kan kakinya semakin dalam memasuki kamar Sisil. Bima mendengar suara gemercik air dari balik pintu tak jauh dari tempat tidur. Bima sangat yakin jika itu adalah kamar mandi dan yang sedang berada di dalam sana adalah istri nya, Sisil.
Bima ingin meng-isengi Sisil, namun sayang saat ia ingin membuka pintu kamar mandi ternyata pintu nya terkunci. Sisil mengunci nya dari dalam. Bima pun memutuskan merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur dan perlahan menutup matanya.
Sisil yang sedang membersihkan diri di dalam kamar mandi tak menyadari jika Bima sudah datang. Sisil kaget saat keluar dari kamar mandi melihat Bima yang sedang berbaring di atas tempat tidur dengan kedua tangan menyilang menjadi bantal. Mungkin bantal yang sekarang ia pakai kurang tinggi.
Sisil berjalan sangat pelan agar tak membangunkan Bima. Selesai mengenakan pakaian, Sisil berjalan ke meja rias untuk menyisir rambut dan merias tipis wajahnya.
Sisil menggelengkan kepala nya melihat jas dan dasi Bima yang tergeletak di atas sofa. Mungkin Bima tak tahu harus meletakkan jas dan dasinya dimana.
__ADS_1
Karena hari yang semakin sore, Sisil membangun kan Bima dari tidur singkat nya. Sisil meminta Bima untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum pulang.
" Sayang... Sayang, ayo bangun " Sisil menepuk pipi Bima pelan
Merasa tidur nya terganggu, Bima membuka matanya perlahan dan pertama kali yang di lihat adalah wajah cantik Sisil. Wajah cantik Sisil memenuhi pandangannya, ia pun tersenyum membalas senyuman Sisil.
" Ah kau sudah selesai mandi nya? " Tanya Bima berangkat dari baring nya dan duduk dengan menyenderkan punggungnya di head board
" Sudah, sekarang giliran mu. Sana cepat mandi, habis itu sebelum pulang kita makan malam bersama dulu " Pinta Sisil pada Bima
" Baik lah " Ucap Bima beranjak dari tempat tidur
Sebelum sampai di ambang pintu Bima memutar kan tubuh nya. Ia teringat akan sesuatu.
" Tapi aku tidak bawa baju ganti " Ucap nya pada Sisil yang masih duduk di tepi tempat tidur
" Kamu mandi saja dulu, nanti aku pinjam sama kak Dirga. Ukuran kalian kan sama " Ucap Sisil beranjak dari duduk
" Baik lah, aku mandi dulu" Bima kembali membalikkan badannya dan menuju kamar mandi
Sisil yang baru berjalan setengah dari kamarnya berhenti mendengar suara Bima. Dan melihat ke arah Bima.
" Apaan sih, sudah sana mandi sendiri. Aku sudah selesai mandi tadi " Ucap Sisil yang tahu arah bicara Bima.
" Ya sudah kalau tak mau, jangan menyesal ya nanti " Bima pun menutup pintu kamar mandi
Sisil menggelengkan kepala nya, ia baru tahu jika ternyata suami nya itu sangat mesum. Hal ini baru ia ketahui setelah menikah. Selama dua minggu ini yang ada di pikiran Bima, suaminya itu hanya masalah garap, tanam dan siram.
Emang di pikir lagi berkebun kali ya, garap, taman, siram 🤣
Sisil pun keluar dari kamar nya dan menuju kamar Dirga untuk meminjam baju buat Bima. Sebelum masuk kamar Dirga, Sisil mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
Setelah mendapat izin untuk masuk dari si empunya kamar, baru lah Sisil masuk ke dalam kamar Dirga.
" Kak, apa boleh aku pinjam baju kakak? " Tanya Sisil to the point
" Buat Bima? " Tanya Dirga dan di angguki Sisil
" Iya, aku lupa membawa baju ganti Bima. Aku lupa kalau di sini gk ada baju Bima " Ucap Sisil tertawa kecil
" Tunggu sebentar aku ambilkan dulu " Seru Dirga kemudian ia masuk ke dalam walk-in closet
Tak lama Dirga keluar dengan membawa satu setel pakaian casual di tangannya.
" Ini ambil lah, tak usah di kembalikan. Ini masih baru belum pernah aku pakai " Ucap Dirga menyerah kan satu setel baju pada Sisil
" Terima kasih kak, nanti akan aku balas kebaikan kakak " Ucap Sisil menerima baju itu dan mengucap terimakasih
" Sudah, kau ini seperti sama siapa aja " Seru Dirga mengacak rambut Sisil
" Kak.. " Sisil mencebikkan bibirnya karena rambut nya berantakan gara gara Dirga
Dirga tertawa melihat wajah cemberut Sisil.
" Sudah sana. Kasih Bima kedinginan menunggu baju ganti nya " Ucap Dirga, bukan bermaksud untuk mengusir Sisil. Namun ia hanya mengingat kan Sisil bahwa ada orang yang sedang menunggu nya di kamar. Mungkin orang itu sedang kedinginan karena belum mengenakan pakaian.
" Ah iya kakak benar, mungkin ia sekarang sudah selesai mandi nya. Kalau begitu aku kembali ke kamar dulu ya " Ucap Sisil membenarkan dan ia pun langsung kembali ke kamar nya
Benar saja, saat Sisil masuk ke dalam kamar Bima sudah duduk di sofa hanya dengan memakai bathrobe yang kekecilan. Untung saja bathrobe itu berwarna putih bukan berwarna pink.
Seperti nya Sisil harus menyiapkan pakaian dan semua keperluan Bima untuk di tinggal kan di rumah mama Laras. Jadi sewaktu-waktu mereka menginap di sini mereka tak perlu repot.
Sisil tertawa melihat Bima yang terlihat unyu saat mengenakan bathrobe milik nya.
*******
__ADS_1
tinggal kan like nya donk men temen biar author makin semangat nge-halu nya 😂😂