
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Sisil dan Dita pun saling bergantian berkenalan dengan Bara kekasih Tery.
" Sisil " Ucap Sisil menjabat tangan Bara
" Bara "
" Dita " Dita menyebut namanya
" Bara "
" Seperti pernah liat, tapi di mana yaa " Ucap Dita dalam hati, ia merasa kenal akan sosok Bara tapi ia lupa di mana ia pernah melihat nya
" Semoga dia tak mengenali gue " Ucap Bara dalam hatinya dengan sesekali melirik kecil pada Dita
Mereka pun kembali mengobrol. Saat sedang mengobrol Dita masih berpikir akan Bara, sungguh membuat ia penasaran.
" Apa jangan jangan mereka orang yang sama, nama dan suara mereka sama persis. Tapi gk mungkin deh Bara yang gue kenal sangat tampan dan dingin, sedang kan yang ini...sangat jauh sekali perbedaan nya. Mungkin hanya kebetulan saja " Dita berbicara sendiri di dalam hatinya
Saat Bara meminta izin untuk pergi ke toilet, Dita langsung mencerca Tery dengan pertanyaan yang mengganggu otaknya.
" Ter... Maaf nih sebelum nya lo jangan marah ya " Ucap Dita meminta maaf sebelum bertanya takut tempat nya itu murka
" Hmmm " Hanya itu jawab yang di dapat
" Apa lo sudah kehabisan stok cowok tampan " Tanya Dita hati hati
" Apa lo udah kena pelet? " Dan ini pertanyaan yang keluar dari mulut Sisil
Belum sempat Tery menjawab, Sisil juga ikut bertanya membuat Tery tertawa mendengar pertanyaan lucu dari temannya. Melihat Tery tertawa dan tidak marah sama sekali akan pertanyaan dari mereka membuat Sisil dan Dita saling pandang.
" Gk ada yang namanya pelet ya " Tegas Tery akan pertanyaan Sisil
__ADS_1
" Gue gk suka ama cowok tampan. Jalan ama cowok tampan membuat gue risih tau gk " Ucap Tery membuat Sisil dan Dita bingung
Bukan nya orang suka sama pria tampan? Dan semua wanita berlomba lomba untuk mendapatkan pria tampan.
" Coba kalian liat dua cowok itu " Tunjuk Tery pada dua pria tampan yang baru masuk ke dalam mall
Cafe Ceria ada di dalam salah satu mall dan cafe itu bertembok kaca jadi dari dalam cafe kita bisa melihat orang yang berada diluar dan sebaliknya orang yang di luar bisa melihat orang yang di dalam.
Dan mereka bisa melihat dua pria tampan yang sedang menjadi pusat perhatian para wanita.
" Banyak wanita yang melirik dan bahkan ingin memiliki mereka. Hal seperti itu lah yang membuat gue risih. Gue gk suka milik gue di perebutkan banyak orang. Gue males kalau harus berhadapan dengan yang namanya pelakor. Menguras energi dan pikiran gue aja, sedang kan pekerjaan gue juga banyak yang harus gue pikirin. Jadi mending gue pacar ama yang model berantakan aja. Aman damai hidup gue tanpa ada pelakor " Jelas Tery panjang lebar membuat Sisil dan Dita tak bisa berkata kata dengan jalan pikiran Tery
" Kalau gue udah biasa berhadapan dengan ulat bulu " Ucap Sisil masih memperhatikan kedua pria tampan tadi
Sedang kan Dita hanya diam saja entah apa yang ia pikir kan. Pandangan nya juga sama masih tertuju pada pria tampan yang sedang berjalan dan semakin mendekat ke arah cafe dimana mereka sendiri duduk sekarang.
Melihat Sisil dan Dita yang masih memperhatikan dua pria tampan yang ia tunjuk tadi, Tery berkata dalam hati.
" Pacar gue juga gk kalah tampan nya dari mereka "
Ketika Bara hendak duduk di sebelah Tery alangkah terkejutnya ia melihat kedua pria tampan itu duduk manis di hadapan mereka. Tadi ia tak melihat karena kedua pria itu duduk membelakangi nya.
Gerakan Bara pun terhenti dengan posisi bokong hampir menempel di kursi dan tubuh nya sedikit membungkuk karena hendak duduk.
Begitu juga dengan kedua pria tampan itu, mereka saling pandang satu sama lain dan melihat ke wajah dan penampilan Bara. Melihat pria culun di hadapan mereka membuat kedua pria tampan itu menahan tawanya.
Setelah Bara terduduk dengan benar. Salah satu pria tampan itu tersedak minuman karena tak kuat menahan tawa yang ia tahan.
" Uhuk.. Uhuk.. "
" Pelan pelan aja kak. Liat tuh minuman nya ampe tumpah ke baju kak Dirga " Ucap Sisil sambil menepuk pundak Dirga dan Sisil mengambil tisu untuk membersihkan kemeja Dirga yang kotor terkena tumpahan minuman
Ya pria tampan yang mereka lihat dan sekarang bergabung dengan mereka adalah Bima dan Dirga yang sengaja datang untuk menjemput Sisil pulang. Bima dan Dirga sudah berkenalan dengan Tery.
Tak mau menyia nyiakan waktu yang langka ini Sisil, Dita dan Tery memutuskan untuk pergi ke bioskop. Seperti yang sering mereka lakukan dulu, makan bareng, jalan jalan bareng dan nonton bareng.
__ADS_1
Ketika ketiga gadis itu sedang mengantri membeli cemilan untuk di bawa ke dalam ruangan. Ketiga pria itu duduk di kursi tunggu.
" Gue gk nyangka lo masih berperan ganda seperti ini. Sebenarnya yang artis itu pacar lo apa lo nya sih? " Tanya Dirga pada Bara
" Aishh.. Gk usah ngeledek lo. Puas lo liat gue seperti ini " Dengus Bara pada Dirga
" Gue suka gaya lo bro.. " Ucap Bima menepuk pundak Bara sambil tertawa
" Sama aja lo bedua " Kesal Bara
Ternyata dugaan Dita benar Bara yang ia kenal dengan Bara kekasih Tery adalah orang yang sama. Bara adalah asisten Dirga sekaligus teman Dirga dan Bima. Maka dari itu Dirga dan Bima ingin tertawa ketika melihat Bara yang berpenampilan culun itu. Mereka bisa dengan mudah mengenali Bara yang bertransformasi dari tampan ke amburadul.
Sedangkan tak jauh dari mereka ada dua pasang mata yang mengintai untuk memata matai. Tapi fokus nya hanya pada Sisil saja.
"Pel,, gue udah nasehati lo ya. Kalau lo masih mau nerima kerjaan ini terserah ama lo, gue gk bakal ikut dan gue angkat tangan kalau terjadi apa apa ama lo " Nasehat temannya pada orang yang di sebut pel itu
" Ala badan aja lo gede in drong drong. Tapi nyali lo kecil " Ucap nya pada temannya yang sudah menasehati dengan gerakan jari jempol melekat pada kuku jari telunjuk
" Terserah ama lo aja deh pel yang penting gue udah ngingetin. Gue sih kasihan ama anak bini lo di rumah. Hanya gara gara lo tergiur ama duit lo ampe kehilangan nyawa. Tapi tenang aja kalo lo mati gue yang akan nikahin bini lo yang s*ksoy itu " Ucap pria yang di sapa drong itu
" Enak aja lo, bini gue itu. Lagian ama anak kecil gitu aja lo takut. Kalau di liat tuh anak nginjak semut aja gk bakal mati tuh semut, gimana ceritanya nyawa gue yang hilang " Ejek nya pada Sisil yang ia liat seperti wanita lemah
" Dasar tompel tompel keras kepala lo. Keliatan nya aja tuh cewek lemah. Lo gk tau aja di belakang nya ada orang kuat. Gue yakin se-berhasilnya lo, lo bakal mampus juga " Ucapnya dalam hati, ia tak bisa lagi menasehati teman nya itu
******
wah ada yang mau berbuat jahat nih.....
siapa ya.... 🤔
🐣🐣🐣🐣
makasih ya udah mau mampir di novel author, makasih juga buat komennya
teng kiu readers 😘
__ADS_1