
Happy Reading 😘
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Keesokan harinya seperti biasa Bima berangkat ke kantor bersama Jery, mobil yang di kendarai oleh Jery tiba di depan loby perusahaan. Bima dan Jery keluar dari mobil dan kemudian Jery menyerahkan kunci mobil kepada security agar memindahkan mobil mereka ke parkiran.
Seperti biasa para karyawan selalu menyapa dan memberi hormat ke pada CEO mereka dan seperti biasa juga hanya di balas anggukan kecil saja oleh Bima.
Bima dan Jery sampai di ruangan mewah bernuansa gelap dengan lantai berwarna hitam, interior hitam, sebagian dinding kaca yang menghadap keindahan ibu kota dan plafon berwarna putih.
Bima duduk di kursi kebesaran nya dan Jery masih berdiri di depan meja kerja Bima menunggu perintah apa yang akan di berikan Bima ke padanya.
"Jer... Katakan pada menejer Harun besok kita akan ke kota S, gue mau bertemu dengan Sisil".
Jery sedikit binggung untuk apa Bima ke sana dan apa tujuan Bima bertemu Sisil. Bima yang tau ekspresi binggung Jery mengatakan.
__ADS_1
" Gue mau Sisil bekerja di sini, gue mau dekat dengan nya"
Jery berfikir posisi apa yang akan di tempati Sisil bukannya semua posisi sudah terisi otomatis mereka tidak sedang membuka lowongan. Ada ada saja pikir Jery dan langsung menyampaikan pertanyaan nya karena penasaran.
" Tapi kita tidak sedang membuka lowongan kerja, dan posisi apa yang mau di berikan padanya?"
" Tentu saja menjadi asisten pribadi gue " Jawab Bima sekenanya
" La..la... Terus gue " Tunjuk Jery pada dirinya sendiri dengan wajah terkejut tidak percaya.
Jery ingin protes tapi buru buru di potong oleh Bima. Bima mengangkat tangannya tanda agar Jery diam " Tidak ada protes cepat lo kerjakan perintah gue, gue tau lo pasti bosan kerja terlalu lama disini jadi gue pindahin lo kesana". Bima mengibas ngibaskan tangannya memberi tanda untuk Jery keluar.
Jery melonggo mendengar keputusan sepihak oleh bos sekaligus sepupunya itu. Padahal tidak ada niat sedikit pun ia untuk pindah. Dengan langkah berat dan wajah di tekuk seribu Jery keluar dari ruangan bos yang tak punya hati padanya.
Sepanjang jalan menuju ruangannya, Jery terus saja mendumel tak jelas merutuki Bima " Dasar bos tak punya hati, lo yang jatuh cinta gue yang nelangsa, sip na sip begini lah nasip orang kecil".
__ADS_1
Sepeninggalan Jery dari ruangannya Bima tertawa terbahak melihat ekspresi kesal Jery yang sangat lucu bagi nya, " Hahaha... Senang sekali bisa mengerjai bocah itu"
Di kota S
Harun meminta Sisil untuk datang ke ruangannya untuk menyampaikan kabar yang baru saja ia Terima dari asisten bos besarnya.
Sebelum masuk terlebih dahulu Sisil memgetuk pintu ruangan Harun, setelah di persilahkan masuk Sisil duduk di kursi berhadapan dengan Harun.
" Ada apa " ucap Sisil to the point
Harun memperhatikan Sisil dengan seksama dan menyipitkan mata nya sambil menyelidiki.
" Apakah ada sesuatu yang terjadi di kantor pusat kemarin? "
" Apa kantor pusat, kemarin? tidak terjadi apa apa " kata Sisil " memang nya kenapa? " tanya nya balik
__ADS_1
" Aku bertanya pada mu, kau malah bertanya lagi " ucap Harun malas. ia heran mengapa bos besar ingin bertemu Sisil, apa terjadi sesuatu di sanasana ia menatap Sisil curiga.