
Happy Reading π
ππππππ
Berita kebohongan Tika dengan cepat menyebar luas di perusahaan. Bahkan sudah beberapa hari setelah kejadian terbongkar kebohongan Tika, tak nampak lagi batang hidung Tika di kantor. Kabar yang beredar mengatakan bahwa Tika sekarang ada di luar negri.
Sisil sengaja mengajak Bima ke ruang personalia waktu itu untuk membongkar kebohongan Tika, ia melakukan semua itu agar Bima mengklarifikasi semua berita palsu itu dan dengan adanya Bima sendiri yang berbicara semua orang akan percaya. Sekalian Sisil ingin membungkam mulut Tika agar tidak sesuka hatinya bersikap dan semoga Tika mendapat efek jera akan setiap tindakan nya sendiri.
*
*
Di sisi Tika
Tika masih saja merayu dan memaksa orang tua nya untuk menjodohkan ia dengan Bima.
" Sudahlah Tika, berhenti dengan obsesi mu itu. Masih banyak pria di dunia ini yang mau menerima mu " Nasehat David ayah Tika
" Aku tidak mau, yang aku mau hanya Bima " Tika meraung tak terima nasehat dari ayah nya
" Kamu harus sadar, tuan Bima tidak menginginkan mu. Dia sudah menolak mu mentah mentah " Ucap David menahan emosinya menghadapi putri satu satunya itu
David sudah pernah mendatangi kediaman Bima. Dia sudah berbicara mengenai niat nya untuk menjodohkan Tika anaknya dengan Bima di hadapan mama Arin dan juga Bima secara langsung. Tapi dengan sopan Bima menolak nya, ia pun menerima penolakan Bima. Ia tidak memaksa karena ia tahu cinta tak dapat di paksa.
Sudah segala cara David membujuk dan menasehati Tika agar berhenti menyukai Bima. Tapi Tika yang sudah sangat terobsesi tidak memperdulikan perkataan ayahnya.
" Ini semua karna usaha papa yang kurang meyakini Bima untuk melakukan perjodohan " Tika malah menyalahkan ayah nya
__ADS_1
" Cukup,,, sekarang kau kemasi barang barang mu orang papa akan mengirim mu ke tempat nenek mu " Bentak David yang sudah tak tahan menghadapi kelakuan Tika
" Ini semua hasil dari didikan mu yang selalu menuruti semua keinginan nya " Ucap David pada sang istri yang sedang menenangkan Tika
Mama Tika hanya diam mendengar amarah suaminya, ia tak berani menjawab karena ia sadar ia salah. Karena terlalu menyayangi anak satu satunya ia selalu memenuhi keinginan anaknya tanpa menimbang baik buruk dampak yang akan di dapat nanti.
" Tidak... Tidak aku tidak mau pergi dari sini. Ma tolong aku, aku tidak mau ke tempat nenek " Rengeknya pada sang mama
" Mama tidak bisa membantu mu kali ini sayang, mau tidak mau kamu harus pergi ke sana. Mama tidak bisa membantah perintah papa mu "
Walaupun ia tahu Tika akan kesulitan tinggal bersama neneknya tapi ia yakin akan keputusan suaminya. Dan dia yakin akan didikan mertuanya , mertuanya itu sangat ketat dan disiplin.
*
*
Sedang asik memilih sayur ada yang memanggilnya.
" Sisil..."
Mendengar namanya di panggil membuat Sisil reflek menoleh ke sumber suara
" Tante Laras " Ucap Sisil
Sisil menyalami Laras tak lupa mereka cupika cupiki
" Apa kabarnya tante? "
__ADS_1
" Baik seperti yang kamu lihat " Jawab Laras menunjukkan tubuhnya pada Sisil
" Kamu sendiri gimana kabarnya? " Tanya Laras balik
" Sama tan baik juga, tante sama siapa kesini? " Sisil melihat Laras juga sendiri
" Sendiri aja,, kamu mau beli apa Sil? " Tanya Laras melihat keranjang Sisil yang masih kosong
" Mau beli bahan makanan tan, itu lemari es Sisil sepi tan minta di isi biar rame " Sisil terkekeh sendiri dengan candaannya yang receh
" Oooo gitu,, mau tante temenin " Tawar Laras
" Boleh tan kalau tidak merepotkan "
Mereka berjalan bersama menelusuri rak rak sayur, buah, bumbu dan daging sambil mengobrol.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
Bantu vote juga ya ππ
__ADS_1