
Happy Reading π
ππππππ
" Mama yakin tidak mau memperpanjang masalah ini " Gunawan duduk di sofa ruangan itu sambil melihat istri nya yang sedang memakan buah.
" Iya pa, dia tidak sepenuhnya bersalah, lagi pula mama gk kenapa kenapa kan, yang ada mama kasih melihat orang itu, pasti dia terluka " Ucapnya meyakini sang suami, malah ia kasih pada orang itu.
Gunawan menggangguk dan tersenyum mendengar jawaban dari Laras, ia bangga istri nya berhati lapang.
" Papa dengar dia mengalami patah kaki " Gunawan memberi tahu apa yang ia dengar dari dokter yang menangani istrinya.
Laras menutup mulutnya terkejut " Ya ampun kasih sekali " Gumamnya
Laras memikirkan nasib orang itu, sungguh ia kasih. Dilihat dari penampilan dan motor yang di gunakan Laras yakin orang itu bukan orang yang mampu.
Bagaimana Laras tahu apa yang dipakai pak Soleh??
Ya, karena sebelum ia terjatu dan pingsan, ia sempat meliat semuanya, secara ia punya mata dan bisa melihat, ya kan...
Gunawan melihat istri nya melamun, ia pun tersenyum jahil. Gunawan berjalan pelan ke arah Laras yang tak menyadarinya.
__ADS_1
Cup
Gunawan mengecup bibir Laras membuat mata Laras melebar karena terkejut.
" Aish kamu ini pa " Laras memukul lengan Gunawan gemas
" Dasar tua tua mesum, tak tau tempat. Bagaimana kalau ada yang masuk " Gerutunya kesal.
Gunawan hanya terkekeh mendengar ucehan sang istri tercinta.
Karena tadi Gunawan mendapatkan telpon dari sang asisten, mengatakan ada meeting mendadak yang mengharuskan ia hadir, mau tidak mau Gunawan meninggal kan Laras sendiri di rumah sakit.
Sebenarnya ia tega meninggalkan Laras sendiri, tapi Laras meyakinkan bahwa ia tidak apa apa sendiri, apa lagi ia akan pulang hari ini dan Dirga akan menjemputnya nanti.
*
*
Sisil mendorong kursi roda pak soleh, ketika mereka hampir sampai seorang pria paruh baya berpakaian rapih dengan setelan kerja keluar dari ruangan yang akan mereka kunjungi, tapi sayang mereka tidak berpapasan pria itu pergi melewati jalan yang berlawanan.
Sampai di depan ruangan nyonya Laras, Sisil mengetuk pintu yang tertutup itu terlebih dahulu, setelah mendapat izin Sisil membuka pintu dan mereka masuk ke dalam.
__ADS_1
Sisil melihat nyonya Laras yang sedang duduk di sisi ranjang begitu cantik sangat mengagumkan. Ia pun tersenyum melihat nyonya Laras yang melihat nya.
" Selamat siang nyonya, bagaimana keadaan anda? " Sisil menyapa dan bertanya keadaan Laras.
Laras melihat lekat manik mata Sisil, ia sedikit berbeda melihat mata Sisil, entah perasaan apa ini ia sendiri tidak yakin.
Sisil mengambil tangan Laras untuk menyalaminya, hal itu membuat Laras sadar dari lamunannya. Sisil sendiri tidak tahu entah kenapa tiba tiba ia terdorong untuk menyalami dan mencium tanga Laras.
Dan kemudian di ikuti oleh pak Soleh dan bu Inah bersalaman pada nyonya Laras. Pak Soleh meminta maaf karena telah membuat nyonya Laras ikut terluka.
Pak Soleh dan bu Inah bernafas lega karena nyonya Laras telah memaafkan mereka dan tidak akan menuntut pak Soleh justru nyonya Laras dengan baik hati ia akan menanggung biaya rumah sakit pak Soleh selama ia di rawat.
Melihat kebaikan hati nyonya Laras membuat Sisil semakin mengagumi nya, masih ada orang kaya yang peduli dengan sekitar nya.
Tiga puluh menit sudah mereka berbicara, Sisil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah lama ia berada di rumah sakit dan sudah waktunya ia untuk kembali ke kantor karena ia juga harus bekerja. Sisil berpamitan pada ke tiga paruh baya yang sedang berbincang dan segera kembali ke kantor.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ