Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
agency pencari bakat


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sisil yang mendapat tatapan dari orang sekeliling nya tertawa kaku. Bingung antara berkata yang sebenarnya atau menutupi identitas kedua diri nyanya itu. Karena orang orang sedang menunggu jawaban darinya pada akhirnya Sisil memutuskan bercerita pelan pelan.


Flashback


Tiga tahun yang lalu, setelah kekacauan yang di lakukan oleh Ega dan Fita sahabat nya di cafe xy membuat kedua gadis abg itu mendapat hukuman dari Sisil. Dan hari ini adalah hari ke-dua mereka menjalani hukuman sebagai pelayan di cafe xy tanpa di bayar.


Tak jauh dari ruangan menejer cafe Ega yang sedang membereskan meja setelah pelanggan pulang tak sengaja mendengar suara orang sedang berbicara. Ega yang kepo tergoda untuk menguping. Kebetulan pintu ruangan itu tidak tertutup dengan rapat sehingga Ega masih bisa mendengar percakapan orang yang ada di dalam ruangan menejer.


" Permisi tuan, apa boleh saya bertanya? " Tanya seorang pria pada menejer cafe


" Ya apa yang bisa saya bantu. Tapi sebelum nya kalau boleh tahu anda siapa ya? Jawab dan tanya sang menejer cafe


" Oooh iya maaf kan saya karena belum memperkenalkan diri. Perkenalkan saya Temi dari kota J " Ucap pria yang mengaku bernama Temi sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan manejer cafe


" Soni " Ucap manejer cafe di sela berjabat tangan memperkenalkan diri


" Silahkan tuan Temi mau bertanya apa, kalau saya bisa jawab akan saya jawaban tapi kalau tidak saya minta maaf karena tidak bisa membantu " Ucap Soni manejer cafe dengan ramah


" Begini tuan Soni, saya dari sebuah agency sedang mencari talen berbakat. Kebetulan kemarin ada salah satu orang kami melihat salah satu penggunjung anda yang berbakat. Dia seorang gadis kemarin dia mengenakan jaket kulit berwarna hitam dan sedang menjemput adiknya yang katanya melakukan kerusuhan di sini " Temi menjelaskan maksud tujuan nya


Soni mendengar dengan serius setiap perkataan dari Temi

__ADS_1


" Hmmm apa yang ingin tuan tahu dari gadis itu? " Tanya Soni ia sedikit curiga pasalnya satu jam sebenarnya ada dua orang pria yang juga mencari informasi mengenai orang yang sama. Dua orang pria tadi juga berasal dari kota J hanya saja profesi mereka berbeda. Soni sedikit waspada ia takut kalau kalau orang orang itu adalah orang jahat, ia tidak mau tersangkut paut dengan masalah apa lagi masalah kriminal.


Paham akan kewaspadaan dari Soni membuat Temi angkat bicara untuk menyakinkan Soni bahwa ia bukan orang jahat.


" Maaf tuan Soni, saya tidak ada maksud jahat. Saya hanya ingin mengenal secara langsung dan mencari informasi gadis itu saja. Sebelum saya merekrut nya masuk ke agency kami " Ucap Tomi meyakinkan Soni yang curiga


Soni memperhatikan kembali wajah dan penampilan Temi. Yang memang tidak ada yang mencurigakan, wajah Temi juga tidak jelek jelek amat, penampilan nya juga rapih tidak seperti preman. Namun tetap ia tak bisa memberi informasi apapun selain nama Sisil saja karena ia sendiri tidak mengenali Sisil.


" Maaf tuan Temi tapi saya benar-benar tidak ada informasi yang bisa saya sampaikan mengenai gadis itu. Saya hanya tahu namanya saja, kalau tidak salah namanya Sisilia " Ucap Soni jujur


" Ahhh begitu ya, sayang sekali " Ucap Temi lesu karena tak mendapat informasi yang ia ingin kan


Sedangkan di luar ruangan Ega yang sedang mencuri dengar mengerutkan keningnya.


" Apa benar orang itu dari sebuah agency? Apa yang ia katakan tadi... Mau merekrut mba Sisil karena memiliki bakat, apa gk salah? " Seru Ega berbicara sendiri, ia mendengar semua yang di bicarakan kedua orang pria di dalam ruangan manejer cafe


Ketika Soni melihat siapa yang berisik dan ternyata itu adalah Ega adik dari wanita yang sedang di cari oleh pria yang ada di hapannya saat ini. Ia pun segera memberi saran pada Temi agar bertanya langsung pada Ega dan langsung membuat Temi kembali cerah ada setitik cahaya menerangi kegelapan nya tadi dari awan mendung.


Tanpa berlama lama Temi segera berpamit dan berterima kasih pada Soni. Ia meninggalkan ruangan Soni dan langsung menghampiri Ega yang masih berdiri di meja untuk membersihkan meja yang kotor.


Temi yang bersemangat langsung saja bertanya pada Ega mengenai Sisil, ia tak menyadari ada Soni yang berdiri di belakang nya. Ega yang tadi ingin menjawab dan protes mengenai ia yang tak mendapat tawaran melihat Soni di belakang Temi sedang memberi kode supaya ia diam.


Ega melirik Soni sekilas yang memberi kode padanya ia pun diam sejenak untuk mencari jawaban apa yang harus ia berikan. Kemudian Ega pun sedikit berbohong mengenai Sisil.


" Ya benar dia bernama Sisilia kakak saya, tapi saya tidak tahu dia tinggal dimana " Jawaban Ega membuat Temi mengerutkan kening karena heran kenapa adiknya tidak tahu dimana Sisil tinggal apa mereka tidak tinggal bersama pikir Temi yang ada benar nya sedikit. Yang benar mereka memang tidak tinggal satu rumah akan tetapi Ega sangat tahu dimana Sisil tinggal

__ADS_1


" Kami bukan kakak beradik kandung, jadi kami tidak tinggal bersama" Jawab Ega seakan tahu akan keheranan Temi


" Hanya kadang-kadang saja mba Sisil datang kerumah, itu hanya untuk berkunjung saja. Dan tidak pasti kapan ia akan datang. Masalah tempat tinggal nya aku tidak tahu karena ia suka pindah pindah dan tidak memberikan tahu pada kami di mana ia tinggal sekarang " Ucap Ega lagi


" Apa boleh saya meminta nomor henpon nya " Tanya Temi


" Maaf untuk itu, saya tidak berani lancang memberi nomor orang lain pada orang asing walaupun itu keluarga saya sendiri " Ucap Ega sopan


" Bagaimana kalau saya minta nomor anda saja nona? " Ucap Temi tak habis akal, pikir nya nanti ia akan membujuk Ega agar memberi kan nomor Sisil


Ega yang tak mau di curiga terlalu lama terpaksa memberikan nomor nya pada Temi. Setelah Temi pergi meninggalkan cafe menejer berbicara pada Ega, ia juga menceritakan dua pria yang sebelumnya mencari Sisil dan mengatakan kalau ia curiga dan ada yang tidak beres. Karena dalam satu hari ada tiga orang yang mencari Sisil.


Setelah pulang dari cafe Ega langsung mencari Sisil di markasnya karena Ega tahu Sisil sedang ada proyek. Kalau Sisil sedang ada proyek, Sisil pasti akan menginap di sana. Markas Sisil adalah sebuah rumah minimalis yang sangat sederhana. Walaupun kecil tapi itu rumah nya sendiri ia membelinya dari hasil kerja kerasnya sebagai hacker. Rumah itu ia jadikan sebagai tempat ia bekerja saja, ia tak mau membawa pekerjaan nya kedalam dimana ia tinggal.


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™


Bantu vote juga ya πŸ˜‰πŸ™

__ADS_1


Terima kasih untuk komentar positif nya, dengan adanya dukungan komentar yang positif membuat author semangat berimajinasi 😁😁


__ADS_2