Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
jojo dan jeje


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


" Ma.. Ma.. af kan kami no... nona.. " Ucap kepala preman gugup karena ketakutan mendengar Sisil yang akan memberikan tubuh mereka pada hewan predator


" Ka... Kami. Hanya di suruh untuk menghabisi nona " Ucapnya lagi menahan sakit pada tanggal nya yang patah


Sisil menaikan sebelah alisnya mendengar ucapan kepala preman. Siapa yang ingin ia mati?


" Siapa yang menginginkan nyawa ku? " Tanya Sisil pada kepala preman


Kepala preman ragu untuk mengatakan nya pada Sisil. Sebab ia sudah berjanji akan tutup mulut. Melihat kepala preman hanya diam tak mengeluarkan suara membuat Sisil membentaknya.


" Cepat katakan siapa orang nya? Kalau tidak akan aku patahkan kedua kaki mu dan akan aku beri pada jojo dan jeje sebagai cemilan mereka " Bentak Sisil.


Kepala preman langsung kelagapan ia melihat ke dua anak buahnya secara bergantian. Kedua anak buah nya yang juga tak kalah bergetar nya karena takut menganggukkan kepala bertanda menyuruh bos nya memberi tahu saja siapa orang yang sudah membayar mereka.


Sebelum ia memberi tahu Sisil, ia melihat wajah Sisil sekali lagi. Ia menelan ludahnya dengan susah payah.


" Gadis ini sangat mengerikan. Menyesal gue tak mendengar nasehat si gondrong kemarin. Semua yang di katakan nya ternyata benar " Sesal nya dalam hati karena keras kepala tak menghiraukan nasehat temannya.


Ya ternyata preman yang menghadang jalan Sisil adalah tompel preman yang beberapa hari lalu menguntit nya. Ia sudah menguntit Sisil beberapa hari ini dan ia merasa hari ini adalah waktu nya untuk menjalankan tugasnya melenyapkan Sisil. Jalanan yang sepi seperti mendukung nya.

__ADS_1


" Wajahnya tenang tak menunjukkan bahwa ia sedang marah, tapi dengan wajah ini justru lebih mengerti kan. Mengalah kan iblis " Batin nya menilai Sisil yang terlihat santai


Bagaimana bisa orang memiliki wajah yang tenang tapi memancarkan aura membunuh secara bersamaan, pikiran nya keheranan. Jika ia memiliki kesempatan, ia tak akan mau lagi berurusan dengan gadis yang ada di hadapan nya ini sekarang.


Memang seperti itu lah karakter Sisil. Jika ia marah dengan berteriak arogan seperti orang pada umumnya, maka ia tidak akan terlihat seperti orang yang sedang marah tak akan ada yang takut. Tapi jika sebaliknya, ia diam dan tetap tenang maka itu akan lebih jauh mengerikan, ia bisa saja membunuh orang itu jika ia mau.


" Ada apa di wajah ku? " Tanya Sisil pada kepala preman


" Apa kau sedang mengumpat ku? " Tanya nya lagi karena tak mendapatkan jawaban. Membuat kepala preman atau si tompel berkeringat dingin.


" Bagaimana dia bisa tahu kalau gue sedang mengumpatnya. Wanita mengerikan " Batinnya bergedik ngeri


" Dari pada kau mengumpati ku yang tak ada habisnya dalam pikiran mu. Akan lebih baik kau katakan segera siapa yang membayar mu " Sarkas Sisil dan lagi lagi ucapan Sisil membuat si tompel terkejut.


Karena ngeri melihat Sisil yang menyeringai akhirnya si tompel memberi tahu siapa yang sudah membayarnya.


Sebenarnya ia juga tidak mengenal wanita itu. Ia mendapat job itu dari temannya yang sama-sama seorang preman. Ia dan wanita itu berkomunikasi melalui henpon dan mereka bertemu hanya sekali ketika ia meminta bayarannya di bayar cash. Dan itu pun hanya pertemuan singkat.


" Be be be. Be apa? Bebek? " Tanya Sisil gemas melihat si tompel yang melupakan nama orang yang membayar nya


Mang Didin yang mendengar perkataan Sisil menahan tawa nya. Dalam hatinya keadaan tegang seperti ini Sisil masih bisa melawak. Ia tahu Sisil sangat humoris dalam keseharian nya.


Tapi tidak bagi si tompel, ia berusaha keras untuk mengingat nama orang yang telah membayar nya kalau tidak nyawanya yang akan menjadi taruhan dan istri s*ksoy nya akan di ambil alih oleh si gondrong. Ia tak mau itu terjadi, dengan segala usaha ia memeras otaknya untuk bisa mengingat nama si*l*an yang sudah menjerumuskan nya namun saat ini nama itu lah yang bisa menyelamatkan nyawanya.

__ADS_1


" Be Bela. Ya Bela nama wanita " Ucapnya senang karena sudah berhasil mengingat nama wanita itu


" Kau yakin nama nya Bela?" Tanya Sisil dengan mengangkat sebelah alisnya


" Ya aku sangat yakin. Wanita itu bernama Bela, ia putri dari seorang pengusaha. Perusahaan mereka memiliki nama Aurora " Ucapnya yakin dan ia juga memberi tahu berapa imbalan yang ia terima untuk nyawa Sisil


Sisil yang mendengar perkataan si tompel mengenai Bela ada benar nya, percaya akan perkataan si tompel. Tidak mungkin si tompel mengarang dengan benar seperti itu sedangkan ia tak kenal siapa Bela.


Sisil menggelengkan kepala nya. Sepertinya ia harus bertindak lebih pada hama yang satu ini. Karena hama ini sudah berani berbuat kriminal. Jadi ia tak bisa meremehkan nya begitu saja, ia harus lebih berhati-hati.


" Wanita itu. Sudah aku peringkat kan agar tidak berbuat macam macam masih saja melakukan nya. Dasar keras kepala tak tahu malu " Umpat Sisil pada Bela yang tak mengindahkan peringatan nya


Sisil meninggal kan si tompel dan anak buahnya di jalan itu. Tapi sebelum nya Sisil memberi peringatan terlebih dahulu pada ke tiga preman itu.


" Kali ini aku lepaskan kalinya. Tapi jika aku melihat kalian berbuat jahat lagi pada siapapun itu, maka saat itu juga akan aku patahkan kaki kalian dan akan aku beri pada jojo dan jeje. Bertaubat lah cari pekerjaan yang halal. Apa kalian mengerti? " Begitu pesan Sisil sebelum pergi dan di sanggupi oleh ke tiga preman naas itu


Mang Didin melanjutkan pekerjaan nya yaitu mengantar Sisil pulang ke kediaman Gunawan. Di dalam mobil Sisil mengambil ponselnya dan langsung menghubungi seseorang. Setelah sambung telpon nya tersambung tanpa basa basi Sisil langsung menceramahi orang itu tanpa jedah. Setelah selesai ia langsung mematikan sambungan secara sepihak dan kembali mengotak atik ponselnya.


Mang Didin yang melihat Sisil dari kaca spion tak menyangka kalau gadis yang terlihat lemah ternyata sangat jauh dari kenyataan yang terlihat. Selain sebagai supri ( supir pribadi) selama ini ia juga di tugaskan Bima untuk menjaga Sisil.


Tak di sangka ternyata orang yang akan ia jaga memiliki kemampuan lebih baik darinya. Bahkan ia yang di lindungi oleh Sisil tadi. Dan sosok Sisil sangat tegas dan kuat di matanya. Tanpa sadar mang Didin sudah mengagumi Sisil.


" Non Sisil ternyata hebat juga bela diri nya " Puji mang Didin

__ADS_1


" Ah itu hanya kebetulan saja mang. Ilmu Bela diri ku tak ada apa-apa nya " Ucap Sisil merendah, ya memang begitu adanya ilmu Bela diri nya tak sebanding dengan ilmu bela diri kakak angkat nya


to be continued....


__ADS_2