
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Seorang gadis cantik berpakaian rapih sedang menatap parsel coklat merk ratu silver yang ada di atas mejanya. Ia menatap bingkisan cantik yang penuh dengan coklat itu dengan sendu.
" Cieyyyy yang dapat coklat dari pacar, sayang buk makannya " Goda seseorang dari arah depan membuat gadis itu tersadar dan langsung mengalihkan perhatiannya pada orang tersebut.
" Ehh bu Dita " Ucap nya tersenyum ramah dan beralih melirik parsel coklat tadinya
" Enaknya dapet coklat " Ucap Dita melihat parsel coklat yang ada di meja
" Ini.. Ini apa bu Dita mau? " Akhirnya gadis itu menawari Dita, sebenarnya ia ingin mengatakan bawah parsel itu bukan milik nya tapi milik orang lain dan orang itu ada Dita sendiri, tapi ia urungkan.
" Benar kah aku boleh minta satu " Ucap Dita mengangkat jari telunjuk nya
" Ya tentu boleh, semua nya juga boleh " Ucap nya dan menyerahkan parsel coklat itu
" Ahh tidak, cukup satu saja. Aku tak mau tubuh ku menjadi lebar " Kelakar Dita sambil tertawa kecil, ia memang pecinta coklat tapi ia masih bisa mengontrol diri agar tidak tergoda oleh rayuan coklat yang melambai minta di makan.
" Apa boleh aku buka bungkus nya? " Tanya Dita pada gadis itu untuk meminta izin membuka parsel yang masih di bungkus rapih oleh plastik bening.
" Ya tentu, silahkan " Ucapnya mengizinkan. Tentu saja ia mengizinkan karena pemilik aslinya memang Dita.
Dita membuka plastik yang membungkus rapih coklat coklat ratu silver itu. Kemudian Dita mengambil satu batang coklat yang gk rela di babi bagi. Dita mengucap terimakasih untuk coklat itu dan memasukkan nya ke dalam tas mahalnya.
" Terima kasih banyak untuk coklat nya, Din. Tapi Din saran ku jangan terlalu banyak makan coklat nanti tubuh langsing mu berubah jadi lebar. Kau tidak mau kan meninggalkan meja resepsionis ini " Kelakar Dita pada gadis cantik itu yang bernama Dini, dan gadis itu pun tertawa.
__ADS_1
Gadis cantik itu adalah petugas resepsionis di lobi perusahaan Dirga. Beberapa hari yang lalu semua resepsionis sudah di wanti wanti oleh Dirga. Jika ada kiriman apapun untuk Dita baik itu buket bunga maupun parsel dan apapun bentuk nya jangan bilang pada Dita,segera buang semuanya.
Namun para resepsionis wanita sangat menyayangkan jika buket buket bunga cantik itu harus di buang. Jadi dari pada di buang lebih baik buat mereka saja dan saat pulang kerja mereka akan membawa nya pulang.
Apa lagi parsel coklat, mereka tak mau membuang buang makanan. Jadi mereka juga akan berbagai pada rekan sesama resepsionis.
Dalam satu minggu ini sudah ada beberapa buket bunga yang di kirim untuk Dita. Dan parsel coklat, ini sudah yang ke dua kalinya datang. Untung saja parsel itu tidak ada nama penerima nya, jadi ketika Dita melihat ia tak tahu jika parsel itu tertuju untuk nya.
Setelah berterima kasih gadis berwajah bule itu meninggalkan meja resepsionis, ia akan pergi makan siang di luar.
Setelah kepergian Dita resepsionis itu menghela napas panjang. Untung Dita tak banyak bertanya, pikir nya.
" Enaknya jadi buk Dita, selain cantik ia juga baik. Pantas saja banyak yang ngefans. Tapi ngomong ngomong napa yak tuan Dirga melarang kiriman kiriman ini sampai ke tangan buk Dita? Kapan yak ada yang ngirim gue kek beginian? " Gumam resepsionis itu sambil melihat Dita yang semakin menghilang dari pandangan nya.
*
*
Saat Dita sedang memainkan ponsel nya ada seorang pria menghampiri nya dan menyapa nya.
" Siang nona Dita " Sapa pria itu
Dita mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang telah mengapa nya. Ia mengerutkan dahinya hingga ke dua alisnya menyatu.
" Maaf anda siapa? Apa kita pernah bertemu? " Tanya Dita, ia benar-benar lupa dengan pria yang ada di depan nya itu.
" Tega sekali kamu melupakan saya, saya Bram...Bramantyo, kita pernah berkenalan di pesta pernikahan tuan Bima " Ucap nya menginginkan Dita dan sok akrab
__ADS_1
" Ooo iya iya, saya ingat. Maaf bukan maksud saya begitu. Tapi saya menang benar-benar tak ingat. Hari itu saya banyak bertemu orang " Ucap Dita jujur. Ia memang tak ingat, karena ia tak fokus pada pria pria lain yang mencoba mendekati nya. Ia hanya fokus pada satu pria yang sudah melekat di hatinya dan tak ada yang lain lagi.
" Apa boleh saya bergabung di sini? " Tanyanya penuh harap
" Kamu tidak sedang menunggu seseorang kan? " Tanya nya lagi
" Ahh silahkan tak apa, ini tempat umum. Lagi pula saya tidak sedang menunggu orang, saya sendiri saja. " Ucap Dita mempersilahkan dengan senyum paksa
Lagi pula bagaimana Dita bisa menolak jika pria itu sendiri sudah duduk di depan nya. Mau menolak ia tak enak.
" Kebetulan sekali kita bertemu di sini, apa kamu bekerja di dekat sini? " Tanya Bram berbasa-basi
" Iya saya bekerja tak jauh dari sini " Jawab Dita
Sebenarnya pria yang bernama Bramantyo itu sudah tahu, dimana Dita bekerja. Dan ia sengaja mengikuti Dita dan berpura pura kebetulan bertemu. Ia ingin mendekati Dita. Sudah satu minggu ini pria itu menunggu Dita dari kejauhan namun Dita tak pernah keluar dari dalam perusahaan dan hari ini Dita terlihat keluar, ia pun tak menyia nyiakan kesempatan.
Sudah satu minggu ini Dita memang tak pergi makan siang di luar. Dirga menyibukkan Dita dengan tumpukan tumpukan pekerjaan. Dan untuk makan siangnya Dirga sengaja memesan melalui aplikasi.
Hari ini Dita bisa pergi keluar karena hari ini Dirga sedang berada di luar kota bersama Bara, untuk mengurus pekerjaan yang ada di sana. Dan pekerjaan nya tidak terlalu banyak.
Selama makan tak banyak yang Dita bicarakan pada pria itu. Ia hanya merespon jika pria itu bertanya. Dita terlalu malas untuk beramah tamah pada pria yang menurut Dita terlalu agresif.
Setelah makanan nya habis, Dita segera pamit dulu. Ia tak mau mengulur waktu untuk mengobrol. Mau tak mau pria itu pun merelakan Dita pergi. Padahal dalam hati nya ia masih ingin bersama Dita.
****
teng kiu udah mau mampir, jangan bosen ya baca novel author...
__ADS_1