
Happy Reading 😘
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah mata Sisil terbuka sempurna.
" Kyaaaaaa " Karena terkejut dengan ketiga mahluk yang ada di hadapannya hampir saja Sisil terjungkal kebelakang.
Sisil memegang dadanya karena terkejut " Apa yang sedang kalian lakukan di sisi ?" Tanyanya dengan sedikit kesal.
" Aku hanya mengantarkan bos besar yang ingin menemuimu " Jawab Harun santai
" Apa yang sedang kau lakukan, mengapa kau bersemedi di sini " Bukan menjawab Jery malah bertanya pada Sisil karena heran ia pikir Sisil sedang melakukan persugihan atau bertapa mencari ilmu.
Sisil melihat kesal pada Jery dan beralih pandangannya ke Harun dan matanya memelototi Harun yang tertawa.
__ADS_1
Bima tertawa melihat wajah Sisil yang kesal menurut nya wajah Sisil sangat mengemaskan, ingin sekali rasanya ia mencubit pipi Sisil dengan gemas. Kemudian cepat cepat ia memalingkan wajahnya agar tidak ketahuan oleh Sisil bahwa ia sedang menertawai Sisil.
Harun menghentikan tawannya " Jika kamu sudah selesai yoganya cepat ganti baju mu, bos ingin bicara " Sisil pun beranjak dari duduknya dan pergi untuk mengati pakaian nya.
" Tuan kalau begitu saya pamit ke ruangan saya dulu karena masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan " Pamit Harun pada Bima
Ya tadi Sisil sedang melakukan yoga, sebelum melakukan pekerjaan nya Sisil terbiasa untuk latihan yoga agar rileks saat bekerja.
Setelah selesai berganti baju Sisil menghampiri Bima dan Jery yang sedang duduk menunggu nya di sofa santai rooftop tersebut. Dengan sedikit gugup ia pun duduk menghadap Bima siap mendengarkan apa yang akan di sampaikan oleh Bima, sebenarnya ia sudah tahu apa tujuan Bima menemuinya.
Sedangkan Sisil menundukkan sedikit wajahnya " Mengapa bigboss menatap ku seperti itu " Batin Sisil mengedik ngeri.
Jery merasa jengah dengan Bima yang dari tadi hanya diam terpesona melihat Sisil tak bicara sepatah kata pun, akhirnya ia yang mengambil alih untuk berbicara.
" Nona Sisil, anda pasti sudah tahu kan tujuan kami datang ke mari untuk ap? " Tanya Jery
__ADS_1
" Ya, saya sudah di beri tahu oleh pak Harun kemari, tapi.." Karena mendengar kata tapi yang keluar dari mulut Sisil, Bima langsung memotong ucapan Sisil.
" Tapi.. Apa yang kau ragukan, apa gajinya kurang? " Tanya Bima tak suka, ia tak suka ada penolakan dari Sisil.
" Bu.. Bukan seperti itu tuan " Jawab Sisil gugup, ia takut melihat ekspresi Bima yang mengerikan itu
" Lalu apa? " Tanya nya dengan wajah datar
Sisil menunduk tak berani menatap Bima yang sangat mengintimidasi.
" Saya belum memberitahu berita ini kepada ibu saya tuan, saya rasa beliau tidak mengizinkan saya untuk pergi dari kota ini " Jawab Sisil takut takut. Padahan ia hanya tidak mau jauh dari keluarga nya.
" Kalau begitu saya yang akan meminta izin ke pada beliau " Bima tak mau ada penolakan.
Jery dan Sisil terkejut dengan perkataan Bima. Bima melihat Sisil yang terkejut takut akan ada penolakan lagi ia langsung bicara " Saya akan menaikan gaji mu dua kali lipat dan akan memberikan apartemen untuk pasilitas, kamu biasa membawa keluarga mu tinggal di sana "
__ADS_1
Jery melongo mendengar Bima pasalnya ini terlalu berlebihan, belum ada karyawan yang mendapat kan pasilitas tempat tinggal, apalagi sebuah apartemen.