
Happy Readingπ₯°
ππππππ
Sisil berjalan menuju pintu keluar dan berpapasan dengan Dita dan bosnya, Sisil dan Dita saling melihat dan saling melambaikan tangan, Sisil melihat bos Dita dan sedikit membungkukkan badan untuk memberi hormat.
Ketika Dirga melihat Sisil mata mereka tak sengaja bertemu.
DEG
" Mata itu " Batin Dirga
Dirga juga menatap Sisil ketika Sisil melihat dan memberi hormat padanya, walaupun Sisil memakai masker tapi Dirga mengenali matanya.
Dirga menghentikan langkah kakinya dan membalikkan badannya seketika. Netra nya mencari keberadaan Sisil namun sayang sosok yang ia cari sudah menghilang dari pandangan matanya.
" Ada apa tuan? " Tanya Dita heran kenapa bos nya tiba-tiba berhenti dan melihat ke luar
" Gadis yang tadi, apakah kau mengenal nya? " Tanya nya kepada Dita
__ADS_1
" Gadis? " Bukannya menjawab tapi Dita malah bertanya lagi
" Ya gadis yang barusan lewat dan melambaikan tangan nya ". Dirga melihat Dita sembari bertanya mencari jawaban
" Ooo yang tadi, ya saya mengenal nya dia sahabat saya waktu kuliah ".
Ketika Dirga hendak bertanya lagi namun kata kata nya terhenti karena ada seseorang yang memanggilnya.
" Dirga ". Panggil orang itu
Dirga membalikkan lagi badan nya dan melihat orang yang telah memanggilnya tadi.
" Selamat malam nona Andita " Sapa Jery tersenyum ramah kepada Dita
" Selamat malam juga tuan Jery " Balas Dita sopan
" Mari silakan masuk tuan Bima sudah ada di dalam " Jery menuntun Dirga dan Dita untuk masuk kedalam ballroom yang sudah di sediakan.
Ternyata di dalam ruangan perjamuan itu sudah di penuhi oleh para undangan yang terdiri dari rekan bisnis Bima. Dan terlihat Bima sedang berbincang-bincang dengan salah satu rekannya. Mereka pun ikut bergabung dengan yang lain nya.
__ADS_1
Setelah acara perjamuan selesai Dita tidak pulang ke rumah, ia memilih menginap di kamar Sisil untuk melepas kangen, karena besok Sisil sudah pulang. Dita tau dimana kamar Sisil karena ia sudah bertukar pesan sebelum nya.
Di dalam kamar
" Dit.. Besok lo ada waktu gk, bisa temenin gue gk sebentar aja ? " Tanya Sisil sambil mengaplikasikan masker ke wajahnya
" Lo mau kemana? " Bukan menjawab Dita malah balik bertanya
" Gue mau cari kado buat anak pak Harun yang baru lahir "
" What.. Harun yang istrinya cemburu an ama lo itu kan, udah baek an lo ama dia? " Tanya Dita sambil terkekeh mengoda Sisil
Ya karena Sisil gadis cantik baik supel ramah banyak pria yang suka pada nya, hal itu juga membuat banyak wanita yang iri pada nya. Ia sangat dekat dengan Harun membuat istri Harun cemburu dan salah paham. Setelah Sisil menjelaskan kesalahan paham itu bahwa mereka hanya berteman saja, Sisil hanya menganggap Harun seperti kakak nya saja tidak lebih, akhirnya hubungan mereka semakin dekat bahkan seperti saudara.
" Iya,, udah la, lagian gue ama Harun juga gk ada hubungan apa apa dia udah seperti kakak buat gue dan,, ya....begini lah susah nya menjadi orang cantik selalu di cemburu in". Jawab Sisil menyombongkan diri
" Huwekkk gue pengen muntah " Dita pura pura muntah mendengar Sisil membanggakan diri
Sisil melemparkan bantal ke punggu Dita. Mereka pun tertawa bersama, mengobrol dan saling bertukar cerita tentang perjalanan selama tiga tahun mereka tidak bertemu sampai mereka tertidur.
__ADS_1