Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
nenek jutek


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Erik dan Ega telah berada di teras belakang dimana ayah dan ibu Erik sedang duduk santai sambil menikmati secangkir teh hijau dan di temani oleh biskuit sebagai cemilan.


" Ayah, ibu " Panggil Erik pada ke dua orang tua nya


Mendengar suara sang anak, ayah Erik yang sedang membaca surat kabar lokal sontak mengalihkan perhatiannya dari surat kabar ke sumber suara dan ia langsung meletakkan surat kabar itu ke atas meja dan melepas kaca mata bacanya. Kemudian pria paruh baya itu berdiri dari duduknya dan memeluk putra kesayangan nya.


Begitu juga dengan sang ibu, ia yang sedang memandangi tanaman bunga nya mengalihkan pandangannya ke sumber suara yang ia tahu itu adalah putra nya. Ia juga memeluk putra nya bergantian dengan sang suami.


" Apa kabar mu nak? " Tanya sang ayah setelah melepaskan pelukannya


Walaupun mereka tinggal di satu negara yang sama, namun mereka jarang bertemu. Karena Erik saat ini sedang kuliah dan tinggal di tempat lain yang dekat dengan kampusnya. Untuk memudahkan ia berangkat kuliah. Jika ia tinggal di rumah orang tua nya pasti akan memakan waktu yang lama untuk Erik tiba di kampus. Dan karena kesibukan Erik yang sebentar lagi akan menghadapi sidang skripsi jadi ia jarang pulang untuk menemui orang tua nya.


" Baik ayah, kabar ayah dan ibu bagaimana? " Tanya nya balik


" Seperti yang kau lihat " Ucap ayah Erik tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya untuk menunjukkan tubuh sehat nya


" Siapa gadis cantik ini? " Tanya ibu Erik ketika mata nya menangkap tubuh seorang gadis cantik berdiri di balik tubuh tegap Erik

__ADS_1


Pandangan ayah Erik beralih ke belakang tubuh Putra nya dan ia pun ikut tersenyum ramah pada Ega si gadis cantik yang di sebut oleh istri nya.


Erik berbalik dan meraih tangan Ega sambil tersenyum lebar.


" Ayah, ibu perkenalkan gadis cantik ini Ega kekasih ku " Erik memperkenalkan Ega pada ke dua orang tua nya


" Selamat siang, paman, bibi perkenalkan saya Ega " Ega meraih tangan kedua orang tua Erik dan mencium punggung tangan mereka secara bergantian


Tindakan Ega membuat kedua pasangan paruh baya itu tertegun. Pasalnya baru kali ini ada anak muda yang memberi hormat pada mereka dengan cara mencium punggung tangan mereka dengan sopan. Biasanya mereka hanya mendapat jabatan tangan biasa saja.


Sedangkan Ega, ia sudah terbiasa melakukan hal itu pada orang yang lebih tua. Sedari kecil mereka sudah di ajarkan untuk berlaku sopan santun dan hormat di hadapan orang tua. Dan pula di tanah air tercinta itu adalah tradisi masyarakat yang sudah berlaku sejak lama.


Mereka bercengkrama hingga lupa waktu. Masih di teras belakang rumah, ke empat orang itu terus mengobrol ringan. Sesekali terdengar suara tawa dari ke empat nya karena candaan ayah Erik. Ternyata ayah Erik pria yang humoris, tapi itu hanya berlaku untuk orang orang tertentu saja.


Di sela sela obrolan mereka tiba-tiba ada suara seseorang dari dalam rumah. Suara itu membuat obrolan mereka terpaksa harus terhenti.


Dari arah dalam keluar dua orang wanita berbeda generasi. Wanita baya berambut perak, berpakaian modis dan tentu sangat cantik walaupun usianya tidak lagi muda tapi Tubuh nya masih sehat dan gagah layaknya orang yang baru berusia kepala empat. Ia berjalan bergandengan dengan seorang gadis cantik berpakaian sedikit s*ksi. Terlihat dari penampilan nya gadis itu bukan dari kalangan biasa. Semua yang melekat di tubuh nya merupakan barang barang branded.


Walau hanya melihat saja, Ega masih bisa menilai itu semua. Karena ia kuliah di bidang desain dan itu menuntut ia agar selalu update dalam hal apapun yang berkaitan dengan penampilan.


Kedua wanita itu berjalan dengan anggun menuju teras belakang dimana ke empat orang itu berada. Dari jarak yang kurang lebih tiga meter, ke dua wanita itu melemparkan senyum pada satu orang saja yang ada di sana. Dan menghiraukan tiga orang yang sedang berdiri di sana.

__ADS_1


" Ternyata cucu kesayangan ku sudah kembali " Wanita berambut perak itu adalah nenek Erik, ia memeluk tubuh cucu nya.


" Nenek " Seru Erik dalam pelukan sang nenek " Aku hanya datang untuk berkunjung " Ucapnya setelah pelukan mereka terlepas dan Erik hanya melirik sekilas gadis yang di bawa oleh nenek nya itu, tak ada sapaan dan tak ada senyuman yang Erik berikan pada gadis yang berdiri di belakang nenek nya itu. Membuat gadis itu tersenyum sinis.


" Oya nenek, perkenalkan ini pacar ku, Ega " Erik menarik Ega ke sisi nya dengan lembut, ia hendak memperkenalkan Ega pada sang nenek. Namun nenek nya hanya merespon dengan acuh tak acuh.


Semenjak kedatangan nenek dan gadis s*ksi yang tidak Ega kenal itu. Suasana teras yang tadinya ramai tiba-tiba menjadi sunyi. Entah mengapa semenjak kedatangan ke dua wanita itu Ega merasakan aura yang sangat gelap dan suram. Entah itu hanya perasaan nya saja atau itu merupakan sebuah firasat jelek yang akan terjadi pada nya.


Di sini sekarang mereka berada, setelah selesai makan malam bersama mereka duduk santai di ruang keluarga. Suasana ruangan itu sangat sunyi tak ada yang bersuara membuat Ega merasa canggung berada di tengah-tengah keluarga Erik.


Apa lagi wajah nenek Erik menunjukkan ketidak sukanya pada Ega. Wajah sombong dan jutek nya sangat nampak sekali, sungguh tak enak di pandang. Ia hanya bersikap baik pada gadis s*ksi yang ia bawa tadi.


Ega merasa risih di perhatikan oleh kedua wanita berbeda generasi itu. Bagaimana tidak, ke dua wanita itu melihat nya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Memperhatikan dirinya seperti sedang berhadapan dengan seorang pengemis dan seolah ia hanya benalu yang akan menempel terus pada Erik. Tatapan jijik mereka layangkan pada Ega.


Demi menghormati kedua orang tua Erik dan menjaga perasaan Erik, Ega berusaha untuk tetap diam seolah tak tahu apa apa. Yang penting Erik dan kedua orang tua Erik memperlakukan diri nya dengan baik, pikir Ega tenang.


Selama ayah dan ibu Erik merestui hubungan mereka, Ega berpikir aman aman saja tak akan ada masalah dengan hubungan mereka. Biar kan saja neneknya yang jutek itu tak suka toh yang menjalani mereka berdua bukan nenek nya.


Ega tak tahu saja yang memegang kendali dalam keluarga itu adalah sang nenek jutek. Semua keputusan ada di tangannya, tak ada yang bisa merubah atau menolak keputusan nya. Lebih tepatnya mereka terpaksa menerima, dan mau tak mau suka tak suka mereka harus menuruti perintahnya. Perintah nya bersifat wajib. Sudah tahu kan apa artinya wajib?.


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2