Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
mood Sisil sedang jelek


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Semilir angin pagi menerobos jendela yang terbuka membuat gordeng putih polos berkibar dengan lembut. Kicauan burung saling bersautan, embun pagi membuat jejak di setiap helaian daun. Sang dewi malam telah kembali ke peraduan nya dan di gantikan dengan raja siang.


Pagi ini mood Sisil turun naik, entah apa penyebabnya. Seperti saat ini, ketika Sisil baru bagun dan membuka mata. Wajah Bima lah yang pertama kali ia lihat, entah mengapa Sisil sangat dongkol melihat wajah Bima. Padahal Bima tak melakukan kesalahan apapun pada nya.


Alhasil pagi ini Bima di kacangin oleh Sisil. Bima yang masih ingin menjadikan Sisil sebagai bantal guling di buat melongo. Sisil menyentak tangan Bima dengan kasar, wajah nya ia tekuk. Dan Sisil beranjak dari tempat tidur, langsung menuju kamar mandi. Meninggal kan Bima yang menatap nya heran.


Setelah setor pagi, biasalah panggilan alam. Sisil masuk ke dalam bathtub yang sudah ia isi air sebelum nya.


" Kenapa bau sabun nya jadi begini? Gk enak banget bau nya gk seperti biasa. Apa gue jadi korban penipuan ya, seperti susu. Sapi yang punya susu tapi beruang yang punya nama. Jangan jangan sabun ini juga lain merk lain isi " Dumel Sisil pada diri sendiri


Tak mau berpikir lagi, Sisil menyelesaikan mandi nya yang tak nyaman karena bau sabun yang tak enak di indra penciuman nya.


" Hoeek "


Sisil hampir mengeluarkan isi perut nya karena ingin muntah. Baru saja ia memasukkan sikat gigi ke dalam mulut nya tiba-tiba perut bagian dalam nya menolak rasa dari pasta gigi Sisil. Sehingga Sisil ingin memuntahkan isi perutnya.


Dengan terpaksa dan dengan sekuat tenaga Sisil menahan rasa ingin muntah itu saat menggosok gigi.


" Kenapa pasta gigi nya bikin gue mau muntah ya? Sepertinya gue harus menganti semua yang ada di dalam kamar mandi ini " Gumam Sisil sambil membasuh mulut nya.


Setelah selesai, Sisil keluar dari kamar mandi. Tapi sebelum nya ia mengisi air terlebih dahulu ke dalam bathtub untuk Bima mandi.


Sisil keluar dari kamar mandi tanpa melihat Bima yang sedang duduk di atas tempat tidur. Ia melewati Bima begitu saja, Bima memperhatikan Sisil dengan menautkan kedua alisnya heran.


Tak mau ambil pusing, Bima beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk memberikan diri.


Bima keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit pinggang nya. Ia menuju walk in closet dan langsung mengenakan pakaian yang sudah Sisil siap kan.


Setelah selesai berpakaian Bima turun ke lantai bawah di mana Sisil sudah duduk di kursi meja makan bersama mama Arin dan Jery.


Bima menarik kursi di sebelah Sisil, seketika Sisil berpindah tempat. Bima, Jery dan mama Arin melihat Sisil kemudian mereka saling pandang.


Sisil mengambil sarapan untuk Bima seperti biasa. Sisil masih mengerjakan tugasnya sebagai istri yang baik hanya saja ia sedang tak mau berdekatan dan melihat wajah Bima.

__ADS_1


Sisil tak menghabiskan sarapan nya. Ia menyerahkan sarapannya yang tinggal setengah pada Bima dan meminta Bima untuk menghabiskan nya. Kemudian ia mengambil sarapan sisa Bima dan menghabiskan nya tanpa sisa.


Kelakuan Sisil membuat tiga orang itu heran. Selesai sarapan Sisil langsung ke kamar nya tanpa berbicara pada ke tiga orang itu.


Setelah Sisil tak terlihat lagi, mama Arin yang kepo sedari tadi langsung mengajukan pertanyaan pada Bima.


" Apa kalian sedang bertengkar? " Tanya mama Arin tanpa basa basi


" Tidak " Jawab Bima singkat


" Lalu,, kenapa Sisil seperti menghindari mu. Pasti kamu sudah melakukan kesalahan pada nya kalau tidak mana mungkin dia bertingkah seperti itu, seperti sedang menjauhi mu " Timpal mama Arin


" Awas ya kalau sampai kamu macam macam sama Sisil. Akan mama coret kamu dari daftar kartu keluarga " Belum sempat Bima menjawab mama Arin sudah mengancam nya


Bima hanya bisa menghela napas pasrah. Sedangkan Jery diam diam tertawa. Mama Arin pergi meninggalkan Bima dan Jery yang masih diam di meja makan.


Sisil turun dari kamar mereka yang berada di lantai dua. Ia sudah rapih dan sudah siap akan pergi ke kantor. Sebelum pergi ia menemui mama Arin untuk berpamitan.


" Ma, Sisil berangkat dulu ya " Sisil meraih tangan kanan mama Arin dan mencium nya


" Masih di kamar ma "


" Kok gk bareng turun nya gk seperti biasanya? Apa kalian sedang bertengkar? Apa Bima bikin kamu marah? " Tanya mama Arin kepo


" Engak kok ma, kami baik baik aja. Cuma Sisil lagi males aja liat muka suami Sisil. Ya udah Sisil berangkat dulu ya ma" Jelas Sisil jujur


" Lah gk bareng Bima berangkat nya? " Tanya mama Arin heran


" Gk ma, Sisil berangkat sendiri aja "


" Tapi kamu udah pamit sama Bima? " Tanya mama Arin lagi


" Udah ma " Sisil mengangguk


" Ya udah kalau begitu hati hati ya, gk usah ngebut bawa mobilnya " Seru mama Arin mengantarkan Sisil sampai pintu garasi dan di angguki Sisil


Sisil meninggalkan rumah dengan menggunakan mobil mini cooper nya, pemberian kakak angkat nya itu.

__ADS_1


Tak lama dari Sisil meninggalkan rumah, Bima turun dan menghampiri mama Arin yang sedang menyirami tanamannya bersama dengan jery yang juga ingin menemani mama Arin.


Mama Arin menatap Bima dengan sinis. Ia masih menyangka jika Bima dan Sisil sedang bertengkar dan penyebab nya adalah Bima.


" Mama kenapa sih? " Bima menaikan sebelah alisnya


" Pasti kamu sudah membuat Sisil marah kan " Tuduh mama Arin dengan ketus


" Apa sih ma, aku aja gk ngerti kenapa Sisil aneh seperti itu pada ku. Tiba-tiba aja dia marah pada ku " Jelas Bima


" Halah gk mungkin. Gk mungkin ada asap tanpa ada api " Cibir mama Arin kekeh dengan pikiran nya


" Kalian beneran sedang bertengkar bang? " Tanya Jery


" Gk " Jawab Bima ketus. Lama-lama ia jadi emosi sendiri.


" Sudah lah, aku berangkat dulu ma " Bima meraih tangan kanan mama Arin dan menciumnya, di ikuti oleh Jery.


" Bang, kakak ipar mana? " Tanya Jery yang mengekori Bima dari belakang, ia tak melihat Sisil


" Udah pergi " Jawab Bima tanpa melihat Jery


" Jadi beneran kalian bertengkar? " Tanya Jery lagi, tapi tak di hiraukan Bima.


Bima sendiri tak tahu kenapa Sisil seperti itu. Tak mau memperbesar masalah Bima hanya mengikuti saja kemauan Sisil. Ia yakin Sisil tak sedang marah pada nya karena Sisil masih mau berbicara pada nya walau hanya sedikit dan tak melihat wajahnya.


Mungkin Sisil sedang kedatangan tamu bulan, makan nya moodnya sedang tidak baik baik saja.


Dan akhirnya hari ini Bima pergi ke kantor bersama Jery.


****


like


komen


vote

__ADS_1


__ADS_2