
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Mengingat banyak nya saran agar ibu hamil harus banyak bergerak, olahraga teratur agar tubuh tetap bugar dan dapat memperlancar proses melahirkan nanti nya. Maka di sinilah kini Sisil berada, di sebuah taman dekat taman kota.
Kebetulan hari ini hari minggu jadi Sisil di temani oleh Bima untuk jalan jalan santai di seputaran taman. Jika hari biasa Sisil hanya berjalan di taman mansion saja bersama Bima.
Ternyata di sana bukan hanya Sisil saja ibu hamil yang sedang berjalan santai. Cukup banyak ibu hamil yang di temani oleh suami mereka untuk berjalan jalan.
Sisil dan Bima menikmati suasana pagi minggu di taman kota. Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati hari weekend mereka baik yang bersama keluarga maupun bersama teman.
Setelah di rasa cukup Bima dan Sisil memutuskan untuk segera pulang. Karena hari juga sudah semakin panas. Sebelum pulang mereka mampir ke warung nasi uduk yang ada di sekitar taman untuk sarapan.
Tiga puluh menit kemudian mereka sudah selesai dengan sarapan nya dan segala pulang. Tiba di rumah mereka berpapasan dengan mama Arin yang sedang menyiram tanaman yang ada di depan teras.
" Gimana jalan jalan nya tadi? " Tanya mama Arin dengan masih menyiram bunga dengan selang
" Capek ma " Keluh Sisil sambil duduk di kursi teras
Bima menggeleng kan kepala mendengar keluhan Sisil. Padahal di sana tadi Sisil banyak duduk dari pada berjalan nya.
" Ya nikmati aja, gk apa apa capek kan buat kamu juga biar nanti lahirannya gk susah " Ucap mama Arin yang sudah selesai dengan tanaman nya
" Mama perhatiin kamu seperti nya udah mau lahiran Sil " Seru mama Arin melihat tubuh Sisil
" Belum lah ma, kata dokter satu bulan lagi " Sisil menyampaikan apa yang di katakan dokter
" Itu tapi mama lihat kaki kamu udah mulai bengkak. Biasanya kalau udah bengkak tanda tanda mau melahirkan " Seru mama Arin lagi yang memegang sekarang tubuh Sisil sudah semakin besar karena usia kandungan nya sekarang sudah delapan bulan
__ADS_1
" Ish mama. Ini bukan hanya kaki Sisil aja yang bengkak tapi seluruh badan Sisil juga udah bengkak semua " Sisil mengerucut kan bibir nya dan mama Arin tertawa kecil mendengar nya
Bagaimana tidak bengkak, semenjak hamil porsi makan Sisil bertambah berkali-kali lipat. Dan kerjaannya hanya makan tidur makan tidur saja. Berat badan nya yang dulu sebelum hamil empat puluh dua kilo kini menjadi enam puluh kilo, bertambah hampir dua puluh kilo.
Dan tadi saja mereka sarapan nasi uduk, Sisil menghabiskan dua porsi. Di tambah dengan cemilan yang ia beli di pinggir jalan tadi. Bima hanya bisa menggeleng kepala dengan apa yang di lakukan Sisil.
" Kalian untuk mempersiapkan pelengkapan yang akan di bawa ke rumah sakit nanti belum, saat melahirkan nanti? " Tanya mama Arin mengalihkan masalah perubahan tubuh Sisil yang bengkak
" Belum " Sisil menggeleng kepala
" Nanti aja ma, kan masih satu bulan lagi " Seru Bima
" Gk apa apa di siapkan dari sekarang, jadi nanti saat waktu nya tiba tinggal bawa aja. Lagian prediksi dokter terkadang gk semua nya tepat. Ada yang maju dan ada juga yang mundur HPL nya " Seru mama Arin yang ada benar nya
Ya untuk berjaga-jaga lebih baik di siapkan sekarang keperluan saat di rumah sakit nanti. Takut nya lupa kan repot.
" Sayang,, apa yang di bilang mama tadi pagi ada benar nya loh. Aku mau menyiapkan keperluan baby dulu ya yang harus di bawa nanti nya " Seru Sisil ia akan menyiapkan keperluan baby ke dalam tas
" Apa mau aku bantu? " Tanya Bima
" Hmm, tolong kamu siapin baju aku aja ya sayang " Ucap Sisil tersenyum dan di angguki oleh Bima
Bima masuk ke walk in closet untuk menyiapkan baju Sisil. Sedangkan Sisil menyiapkan perlengkapan calon baby yang ada di kamar sebelah kamar mereka. Ya, mereka sudah menyiapkan kamar untuk calon baby mereka nanti nya yang sengaja mereka buat di sebelah kamar mereka dengan penghubung sebuah pintu agar nanti tidak repot untuk keluar masuk ke dalam kamar baby.
Sisil selesai dengan kegiatan nya. Satu tas sudah terisi dengan baju dan perlengkapan lainnya. Ia meletakkan tas itu di atas box bayi agar nanti mudah mencari nya. Sisil pun kembali ke kamar mereka.
Sisil tak melihat Bima di sana. Sisil mencoba memanggil Bima dan ternyata Bima masih berada di dalam walk in closet.
" Sayang " Panggil Sisil
__ADS_1
" Ya, aku di sini " Jawab Bima dari dalam walk in closet. Sisil pun berjalan hendak menghampiri Bima di sana.
" Kamu belum selesai ya? Kok la... ma.. " Tanya Sisil saat ia sudah masuk ke dalam dan ucapan nya terbata melihat apa yang ada di depan nya
" Sayang apa yang kamu lakukan?" Tanya Sisil heran melihat koper yang belum di tutup itu
" Aku sedang mengemasi pakaian mu " Jawab Bima tanpa melihat Sisil, ia masih menghadap ke jejeran baju Sisil yang tergantung rapih
" Sayang, apa kamu mau mengusir ku? " Tanya Sisil melihat Bima yang kini juga melihat nya
" Siapa yang mau mengusir mu? Aku hanya menyiapkan pakaian mu untuk nanti di bawa ke rumah sakit " Seru Bima heran dengan pertanyaan Sisil
" Terus itu, kenapa semua baju ku sudah berpindah di dalam koper? " Tunjuk Sisil pada koper besar yang penuh dengan tumpukan baju Sisil
" Oh itu. Aku bingung harus bawa yang mana. Jadi aku masuk kan saja semuanya. Jadi nanti kamu tinggal pilih aja mau pakai yang mana " Jawab Bima sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Astaga Sisil seperti nya akan guling guling akan kelakuan Bima yang membangongkan. Membuat Sisil meragukan kecerdasan Bima. Katanya Bima sangat cerdas, tapi kenapa kecerdasan nya tidak berfungsi sekarang. Apa sangking cerdasnya Bima sampai memiliki pikiran untuk membawa semua baju Sisil agar bisa ia pilih nanti mau pakai yang mana nanti nya.
" Sayang aku di sana untuk melahirkan bukan untuk liburan, di sana juga aku cuma satu hari paling lama juga dua hari jika nanti persalinan nya normal. Jadi tidak perlu membawa banyak baju " Jelas Sisil sabar
" Oh begitu ya " Ucap Bima polos
" Iya. Sudah nanti aku siapkan sendiri saja. Lagian aku tidak memerlukan semua baju ini nanti. Yang aku perlu kan nanti hanya baju daster " Seru Sisil mengambil baju bajunya yang ada di dalam koper dan memasukkan nya kembali ke dalam susunan baju.
***
author : ada ada aja sih babang Bima ini 🤣🤣🤣
Bima : maklum thor kan kagak tau, nama nya juga pengalaman pertama ini 😓
__ADS_1