Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
Ega menangis


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Mendengar penghinaan nenek Erik pada ibu nya, Ega tak tahan dan memilih pergi meninggalkan rumah itu. Ia masih bisa menerima jika hanya ia yang di hina dan di rendahkan, tapi ini sudah membawa bawa ibu nya.


Bukannya tak sopan atau tak tahu tata krama. Ega pergi tanpa pamit karena ia tak mau sampai bersuara yang nanti nya pasti akan berakhir panjang. Ia masih menghormati ayah dan ibu Erik, maka dari itu ia tak mau ribut dengan nenek Erik yang sangat menyebalkan itu.


Ega adalah gadis barbar, tapi ia masih punya kewarasan untuk tidak bertengkar dengan orang tua seperti nenek Erik.


Malam yang gelap, jalanan yang sepi tak membuat Ega menghentikan langkah kakinya. Ia berjalan menelusuri jalanan yang sepi itu seorang diri. Rasa kesal dan dongkol nya membuat ia tak sadar jika ia sudah berjalan tak tentu arah.


Ini kali pertama nya Ega pergi ke daerah ini, ia tak kenal dengan daerah ini. Dan lagi tadi pas mereka pergi, Ega tak memperhatikan jalan sama sekali karena rasa gugup nya akan bertemu orang tua Erik.


Beberapa saat kemudian, Ega tersadar setelah emosi nya reda. Ia melihat sekeliling nya, tempat ini sangat asing sekali. Tak ada kendaraan yang berlalu lalang.


Ega mulai cemas, ia takut bertemu dengan preman. Ia pun duduk di tepi jalan dengan kepala tertunduk, tangan nya memeluk kedua kakinya yang di tekuk.


Cukup lama Ega berada di sana seorang diri. Sampai akhirnya ada cahaya yang menyoroti tubuh nya yang bergetar.


Sebuah mobil berhenti tepat di depan Ega. Orang yang berada di dalam mobil keluar dan langsung memeluk tubuh Ega yang bergetar.


" Sayang.. Syukur lah aku bisa menemukan mu " Ucap Erik memeluk tubuh Ega


Ega mengangkat wajahnya dan menatap Erik dengan wajah yang basah oleh air mata.


" Sudah jangan menangis, ada aku di sini " Ucap Erik menenangkan Ega yang menangis, ia menghapus air mata yang mengalir di pipi Ega dengan lembut.


" Maaf jika nenek sudah menyakiti hati mu, nanti aku akan bicara lagi dengan nenek " Ucap nya lagi, namun Ega menggelengkan kepalanya.


" Erik tolong antara aku pulang, aku ingin pulang sekarang " Lirih nya

__ADS_1


" Baiklah, ayo aku antar kamu pulang " Erik membantu Ega berdiri dan membukakan pintu mobil untuk Ega.


Setelah Ega duduk di kursi penumpang, Erik memutari mobil dan masuk ke dalam mobil. Kemudian Erik menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobil untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Selama perjalanan tak ada yang bicara, mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing. Hingga di pertengahan jalan Erik memecah kesepian.


" Sayang maaf, jika sudah membuat mu menangis " Ucap Erik dengan sebelah tangan memegang tangan Ega dan sebelah nya lagi memegang setir mobil


" Kenapa kau meminta maaf, kamu tak berbuat salah sama sekali " Ucap Ega melihat wajah Erik dari samping


" Aku meminta maaf atas nama nenek ku " Ucapnya lagi, ia meminta maaf untuk mewakili sang nenek.


" Aku menangis bukan karena nenek mu, tapi karena aku takut tersesat dan tak bisa pulang. Aku baru pertama kali datang ke sini dan tadi aku tak mengingat jalan waktu kita pergi. Apa lagi sekarang sudah malam dan gelap, aku takut saja " perkataan Ega membuat Erik menautkan ke dua alisnya, ternyata kekasihnya itu menangis bukan karena ucapan neneknya yang sangat tajam setajam silet tetapi karena takut tak bisa pulang


" Sudah lah jangan di bahas lagi, lagi pula perkataan nenek mu ada benar nya juga, aku hanya orang miskin yang tak pantas bersanding dengan mu " Ega menundukkan kepalanya berkata dengan lirih


" Jangan berkata seperti itu, aku juga sama seperti mu. Semua yang aku miliki bukan milik ku, ini semua punya orang tua ku " Ucap Erik yang tak suka mendengar perkataan Ega


Beberapa puluh menit kemudian mobil Erik berhenti di depan asrama putri. Erik membangunkan Ega yang tertidur lelap. Sebenarnya ia tak tega membangunkan Ega namun ia tak bisa mengendong tubuh Ega yang tertidur untuk membawanya masuk ke dalam kamar. Ia tak mau ada yang berfikir macam macam nanti nya. Jadi mau tak mau ia membangunkan Ega dengan lembut.


" Sayang, bangun lah. Kita sudah sampai " Ucap Erik mengelus pipi Ega.


Ega menggeliat dan perlahan membuka matanya.


" Kita sudah sampai? " Tanya nya masih setengah ngantuk dan di angguki Erik


" Baik lah, aku masuk dulu. Terima kasih untuk hari ini " Ega menutup mulut Erik yang hendak bicara dengan telapak tangannya


" Kita bicara lagi besok " Ucap Ega yang tahu Erik akan mengatakan apa


Ega keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam asrama. Melihat Ega yang sudah masuk, Erik menjalankan mobilnya meninggalkan halaman asrama menuju apartemen nya.

__ADS_1


*


*


Waktu terus berjalan, hari telah berganti hari. Sang penguasa malam telah di gantikan dengan sang surya. Sinarnya yang cerah menyinari sebagai permukaan bumi.


Angin menerobos masuk ke dalam kamar melalui jendela yang terbuka. Gordeng bertiup lembut seakan melambai-lambai. Suara kicauan burung gereja terdengar merdu di telinga.


Walaupun hari baru menunjukkan pukul enam tiga puluh tapi keadaan di luar sudah sangat terang. Itu di karena kan hari ini matari bersinar dengan cerah, menampakkan kegagahan nya pada makhluk bumi.


Sudah dua hari yang lalu sepasang pengantin baru pulang dari bulan madu mereka yang menyenangkan. Hari ini waktu nya mereka kembali ke aktivitas seperti biasa. Sisil masih bekerja sebagai sekretaris Bima.


Untuk saat ini mereka sepakat akan bekerja bersama seperti sebelum menikah. Hal itu karena Bima ingin terus bersama Sisil dan Sisil akan berhenti bekerja jika Sisil sudah mengandung. Tentu Sisil menyambut senang keputusan Bima. Ia juga masih ingin bekerja dan tidak mau Bima memiliki sekretaris baru.


Setelah sarapan bersama mama Arin dan Jery. Sisil dan Bima pergi ke kantor bersama. Hari ini hari pertama mereka bekerja dengan status sepasang suami istri.


Bima memanggil Jery untuk datang ke ruangan nya. Ada hal penting yang harus ia sampai kan pada Jery.


Sebelum masuk ke dalam ruangan Bima, Jery mengetuk pintu terlebih dahulu. Ia melihat meja Sisil kosong dan ia yakin kalau Sisil sekarang ini sedang berada di dalam ruangan Bima. Mengingat sekarang Sisil dan Bima sudah menikah ia tak mau asal masuk saja, takut yang di dalam sedang melakukan adegan yang akan membuat hati para jomblo meringis. Maka dari itu ia harus berhati-hati untuk menjaga mata dan hati nya.


Tok


Tok


Tok


Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Mendengar suara pintu yang di ketuk membuat Bima menyudahi aktivitas nya. Sisil melototi Bima dan mendorong tubuh Bima agar menjauh dari nya. Dengan segera Sisil berlari ke toilet untuk merapihkan penampilan nya yang berantakan karena Bima.


Bima hanya tertawa melihat Sisil berlari ke toilet kemudian ia membersihkan bibirnya yang basah dengan jari jempolnya. Maklum pengantin baru, masih hangat hangatnya jadi selalu mencuri kesempatan dalam kesempitan.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2