Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
hadiah pernikahan


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Ketika sudah sampai di hadapan ke dua orang yang ingin bertemu Sisil. Bima langsung bertanya siapa mereka dan apa keperluan apa mereka mencari istri nya.


" Maaf sudah mengganggu waktu istirahat anda tuan. Kami dari showroom hanya ingin mengantar mobil dan kami perlu tanda tangan nona Sisil untuk melengkapi berkas berkas kepemilikan " Ucap salah satu pria


Ternyata kedua orang itu dari dealer mobil. Setelah memperkenalkan diri salah satu pria menjelaskan kedatangan mereka. Dan pria itu menunjuk salah satu mobil yang terparkir di halaman rumah.


Sisil melebarkan matanya melihat sebuah mobil Mini Cooper 5-Door berwarna putih. Sisil mendekati mobil itu dan melihat dengan benar. Ia tak menyangka ada yang memberinya sebuah mobil mewah. Kira kira siapa yang sudah mau mengeluarkan uang nya hanya untuk memberikan nya hadiah semahal ini?


Sisil kembali melihat dua orang dari dealer mobil itu. Dan ke dua pria itu tersenyum.


" Apa ini benar untuk ku? " Tanya Sisil memastikan


" Ya benar nona, nona Sisilia kan dan alamat nya juga tertera di sini " Ucap salah satu pria


" Siapa yang membelikan mobil ini untuk ku, dan tahu dari mana alamat rumah ini? " Tanya Sisil heran, Bima juga ikut heran. Namun sesaat kemudian ponsel Sisil berdering.


" Halo kak,, ada apa? " Tanya Sisil pada orang yang ada di seberang sana setelah panggilan tersambung


" Apa hadiahnya sudah datang? Seharusnya sih udah datang " Jawab nya dengan pertanyaan


" Hadiah? Apa hadiah nya mobil Mini Cooper? " Tanya Sisil


" Iya, ah sudah datang ya. Itu kado pernikahan mu dari ku " Ucapnya memberi tahu


" Kak Tiwi " Lirih Sisil harus


" Apa kau suka? Aku tau kau suka mobil yang kecil dan berwarna putih. Jadi aku belikan itu untuk mu, oh ya untuk Bima nanti kak Azka yang akan memberi nya " Ucap kakak angkat Sisil.


Ya ternyata orang yang sudah memberikan mobil mewah sebagai kado itu adalah Tiwi, kakak angkat Sisil.

__ADS_1


" Kak, ini terlalu berlebihan " Ucap Sisil merasa tak enak


" Tidak apa-apa. Itu tak berarti apa-apa di bandingkan dengan kebahagiaan mu. Sudah terima saja, jika kau tidak suka katakan saja atau boleh kamu jual nanti akan aku ganti dengan yang lain " Ucap nya


" Kak,, apa ini mobil baru? " Tanya Sisil


" Kelihatan nya? " Tanya Tiwi


" Sepertinya ia, bodynya masih mulus dan mengkilap " Ujar Sisil melihat body mobil itu


" Itu kamu tahu, apa pernah aku membeli barang seken untuk mu? " Ucap Tiwi


" Ya udah kalau begitu terimakasih banyak ya kak, salam buat kak Azka dan ucap kan terimakasih kami untuk nya " Ucap Sisil berterima kasih atas hadiah nya


Setelah sambungan telepon terputus Sisil memberi tahu Bima apa yang ia bicara kan tadi bersama kakak angkat nya.


Ketika Sisil membaca berkas kepemilikan, Sisil melihat nominal uang yang di keluarkan kakaknya. Sisil tak terkejut akan nominal itu, ia sudah tahu kisaran harga mobil Mini Cooper, baik yang baru maupun yang seken. Ia sangat berterima kasih pada kakaknya sudah mau merogoh kantong untuk membelikannya mobil baru. Walaupun ini belum seberapa bagi kakaknya.


" Wah... Mobil baru lagi nih. Siapa yang beli? Tanya wanita yang baru keluar dari dalam mobil


" Kak Niken. Ini mobil Sisil, hadiah pernikahan dari kakak angkat nya " Jawab Bima atas pertanyaan Niken


" Mantap sekali kamu Sil, dapat hadiah mewah " Ucap suami Niken, ia juga tahu mobil mewah itu


" Kalian dari mana kak? " Tanya Sisil pada Niken


" Habis jalan jalan, kan besok kita udah pulang " Kata Niken, ya mereka tak bisa berlama-lama di sini karena Alysa harus sekolah dan suaminya harus bekerja.


" Cepet banget kak pulang nya " Ucap Bima


" Ya gimana lagi, mereka punya kegiatan " Ucap Niken pasrah, ia juga ingin berlama-lama di sini tapi kegiatan dan kesibukan suaminya tak bisa di ganggu


" Lah Aly mana kak, kalian pergi gk ajak Aly? " Tanya Bima, dari tadi ia tak melihat Alysa keluar dari mobil

__ADS_1


" Tadi kami gk sengaja bertemu Rio dan Ega di mall, si Aly maksa mau ikut mereka " Jawab suami Niken sambil terkekeh geli teringat akan kelakuan putrinya tadi yang selalu menempel pada Rio


" Kak seperti nya kalian akan cepat mendapatkan mantu " Ucap Bima dan di sambut tawa oleh Niken dan suaminya


" Kak apa kalian tak masalah dengan itu semua? " Tanya Sisil heran, Niken dan suaminya nampak santai saja


" Biarkan saja, ia masih kecil mungkin itu hanya cinta monyet. Biar ia menikmatinya, kami tak akan mengekangnya. Kami hanya mengarahkan nya saja mana yang boleh dan mana yang tidak " Jawab suami Niken santai


Ya mereka tidak akan mengekang putri nya. Mereka akan membebaskan pilihan putri mereka tapi masih dalam kata wajar. Mereka tak akan menekan putri nya harus ini dan itu, tapi tidak juga melepaskan begitu saja.


*


*


Di tempat lain, setelah mengantar kekasih nya ke bandara yang di temani oleh Alysa dan Rio. Ega langsung mengajak Rio dan Alysa pulang. Di tengah perjalanan Alysa berkata.


" Kakak cantik.. Pacar kakak tampan ya " Puji Alysa


" Tapi masih kalah tampan sama kakak tampannya Aly " Lanjut Alysa sambil melihat Rio yang duduk di depan


Ega yang tadinya senang pacar nya di puji namun seketika wajah nya langsung kecut. Bocah ini sungguh bisa membuat Ega tak dapat berbicara. Apa sebenarnya mau bocah ini, baru saja ia memuji tapi seketika langsung menghempaskan nya ke dasar jurang.


Hal itu membuat Rio dan mang Didin yang mendengar perkataan Alysa yang polos langsung tertawa.


" Ya kau benar, adik ku memang tampan " Ucap Ega malas kemudian ia menoleh ke luar jendela, tapi memang benar adanya Rio lebih tampan dari kekasih Ega.


Tiga puluh menit mobil yang di kendarai oleh mang Didin sampai di parkiran apartemen yang dulu di diami oleh Sisil. Ya karena Sisil sudah tak tinggal di mansion Gunawan, mama Rita memutuskan untuk tinggal di apartemen Sisil. Ia tak enak harus menumpang di sana apa lagi Rio sekarang akan tinggal dan melanjutkan kuliah nya di kota J.


Sebenarnya Laras tak keberatan sama sekali jika mama Rita dan Rio tinggal bersama mereka. Lagi pula mansion nya memiliki banyak kamar dan pasti nya ia memiliki teman ngobrol jika ada mama Rita di sana. Tapi ia juga tak bisa memaksa jika itu sudah menjadi keputusan mama Rita. Sama halnya dengan Sisil yang harus tinggal bersama suaminya Bima.


****


lanjut nanti lagi ya...

__ADS_1


__ADS_2