
Happy Reading π
ππππππ
Sisil melihat sekeliling nya, kantin itu cukup ramai karena memang jam nya makan siang. Bisik bisik tetangga semakin menjadi di antara karyawan yang rumpi membuat kanti sedikit berisik.
" Lihat bukannya itu tuan Bima CEO Graha's crop "
" Iya kau benar, wah tampan sekali " Ucap dengan mata memuja
" Wah mimpi apa aku semalam bisa melihat secara dekat CEO CEO tampan seperti mereka "
" Ada apa ya, tuan Dirga datang ke kantin tidak biasanya tuan Dirga ke kanti apa lagi dia datang bersama tuan Bima "
Seperti itu lah kira kira bisikan gaib yang Sisil dengar.
" Huhhh lihatlah mereka, melihat mu sudah seperti melihat rendang " Ucap Sisil dengan nada kesal, ia menunjuk para karyawan Dirga dengan lirikan mata
" Rendang? " Tanya Bima heran, ia sangat heran dengan perumpamaan yang Sisil berikan
" Iya rendang. Kamu tau rendang itu semakin sering di panas semakin enak. Sama seperti kamu, semakin lama di liat semakin tampan, semakin kamu cuek semakin tampan. Coba kamu liat mereka, air liur mereka hampir membanjiri kantin ini karena melihat mu. Apa sebaiknya aku congkel saja biji mata mereka " Ucapnya lagi
Bima mengedik ngeri mendengar perkataan terakhir Sisil. Sungguh kekasihnya itu sangat mengerikan jika sudah kesal, pikir Bima. Cepat cepat Bima mengajak Sisil meninggalkan kantin.
" Sudahlah sayang, sebaiknya kita pulang saja " Ucap Bima menarik tangan Sisil membawa nya keluar
Sisil dan Bima keluar kantin tanpa Sisil menghabiskan makanan yang sudah ia pesan tadi. Sekilas Bima melihat wajah kecewa para kaum adam karena sang pujaan di bawa pergi. Bima berjalan sambil memeluk pinggang Sisil seolah menegaskan pada mereka bahwa wanita di samping nya itu adalah kekasih nya.
Dirga hanya tertawa meliat ke-dua pasang kekasih itu. Sedangkan Dita masih diam melihat keduanya dengan wajah yang sulit di artikan. Ia masih bingung dengan apa yang ia lihat. Setelah ia bisa mencerna situasi di depan nya barulah ia sadar.
" Sayang " Ucap Dita mengulang salah satu kalimat Bima yang membuat ia melebarkan matanya
" Yaaa ternyata doi kekasihnya tuan Bima " Ucap salah satu karyawan pria lesu
" Sudahlah jangan menghayal terlalu tinggi, wanita cantik seperti dia pasti pacarnya yang selevel dengan nya. Siapa lah kamu wajah pas pasan mengharap bidadari. Sadar diri saja kamu tak kan bisa menandingi tuan Bima " Ucap temannya mematahkan harapan pria tadi
" Haisss susah lah jangan bersedih, kan masih ada nona Dita. Dia juga tak kalah cantik nya, bule bro... " Ucap karyawan pria lainnya
Mendengar percakapan karyawan nya membuat Dirga berdeham untuk menyadarkan para karyawan yang sedang bergibah ria.
__ADS_1
" Kalain mau mengisi perut kalain biar kenyang apa mau menambah dosa biar tabung dosa semakin menumpuk " Ucap Dirga dingin membuat semua terdiam
Setelah membuat karyawan nya diam Dirga menarik tangan Dita yang masih setia dengan pikiran nya mengenai Sisil dan Bima.
Di perjalanan menuju ruangan Dirga yang ada di lantai atas Dirga bersuara.
" Dasar kalian ini memenag benar-benar bestie ter the beast " Ucap Dirga membuat Dita melihat ke arah nya
" Maksudnya? " Tanya dita menyatukan ke dua alisnya karena tak mengerti dengan ucapan Dirga
" Sudah punya kekasih masih saja tebar pesona " Ketus Dirga dengan dingin, entah mengapa ia sangat kesal setelah mendengar percakapan karyawan nya tadi yang ingin mengincar Dita
" Maksudnya Sisil? Apa Sisil benar berpacaran dengan tuan Bima? Terus hubungan dengan tuan? " Tanya Dita lagi
" Kalian berdua " Ucap Dirga melihat wajah Dita dengan ekspresi cool nya
" Enak aja, saya tidak sedang tebar pesona ya " Protes Dita
" Lagi pula kalau pun saya tebar pesona juga tidak masalah, toh tidak ada yang larang " Ucapnya lagi
" Bagus lah kalau begitu " Ucap Dirga entah apa yang ia syukuri sehingga membuat nya sedikit lega
" Ooo iya tuan, anda belum menjawab pertanyaan saya tadi " Ucap Dita yang belum mendapat jawaban atas pertanyaan nya tadi
" Yang mana? " Tanya Dirga, ia juga lupa akan pertanyaan Dita
" Apa Sisil dan tuan Bima sedang menjalin hubungan? Kalau ia, terus hubungan kalian..? " Dita mengulang perbuatannya sedikit hati hati ia takut salah bertanya
" Seperti yang kau lihat " Dirga mengatakan jawaban secara tidak langsung pada intinya, ia malah menyuruh Dita menilai sendiri apa hubungan Sisil dan Bima dari apa yang ia lihat.
" Haisss.... Bocah itu hutang penjelasan sama gue " Gerutu Dita pelan tapi masih bisa di dengar oleh Dirga
Ting...
Pintu lift terbuka Dita langsung saja keluar hendak mencari Sisil untuk meminta penjelasan. Kenapa sahabat nya itu tega menyembunyikan hubungan mereka padanya? Apa Sisil tak menganggap ia sahabat lagi?
Dirga berjalan di belakang Dita yang terlihat tergesa-gesa. Dengan kedua tangan berada di dalam saku celana membuat tingkat ketampanan nya bertambah. Dirga menggelengkan kepala nya tak tahu saja kalau orang yang sedang ia cari sudah pulang, pikir Dirga.
Sedangkan Sisil yang di cari oleh Dita sekarang sudah ada di dalam mobil Bima. Bima membawa Sisil pulang tapi bukan mengantar Sisil ke kediaman keluarga gunawan melainkan kediaman keluarga Nugraha atau mansion yang di diami oleh mama Arin, Bima dan Jery.
__ADS_1
Sesampainya mereka di mansion mereka berpapasan dengan mama Arin di garasi yang kebetulan baru pulang entah dari mana.
" Eh... Kok kalian udah pulang? " Tanya mama Arin melihat jam yang ada di pergelangan tangan kiri nya yang baru menunjukkan pukul tiga belas tiga puluh.
" Hai tan,, dari mana? " Tanya Sisil kemudian mereka melakukan kegiatan seperti layaknya orang yang baru bertemu yaitu gerakan cupika cupiki
" Habis dari butik temen " Jawab mama Arin
" Ma.. " Ucap Bima kemudian meraih tangan mama Arin untuk memberi salam
" Pekerjaan kami sudah selesai jadi kami memutuskan untuk pulang saja " Bohong Bima padahal pekerjaan nya masih menumpuk di atas meja kerjanya di kantor
" Ayo kita masuk " Ajak mama Arin, ia menggandeng tangan Sisil membawa Sisil masuk
" Apa kalian sudah makan? " Tanya mama Arin kini mereka sudah berada di dalam
" Belum " Jawab Bima
Bima memang belum makan siang, tadi nya ia datang ke kantor Dirga hendak mengajak Sisil makan tapi ternya Sisil sudah ada di kantin dan sedang tebar pesona, membuat perut yang awalnya lapar menghilang entah kemana rasa lapar nya itu.
" Loh kenapa kalian belum makan ini sudah lewat jam nya? " Tanya mama Arin melihat wajah Bima dan Sisil bergantian
" Tau ah " Ucap Bima kembali kesal karena teringat kelakuan Sisil di kantin kantor Dirga tadi
Mama Arin bertanya pada Sisil ada apa dengan Bima dengan memberi kode gerakan bibir saja tanpa bersuara. Dan Sisil hanya mengangkat bahu bertanda tak tahu.
" Sudah lebih baik lain makan sekarang, mama akan meminta bibi untuk menyiapkan makan siang kalian " Ucap mama Arin kemudian ia pergi ke dapur untuk memberi tahu bibi yang bertugas di dapur agar menyiapkan makan siang Bima dan Sisil.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
Bantu vote juga ya ππ
__ADS_1