Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
sikap posesif Bima


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Laudia masuk ke dalam ruangan kerja papa nya dengan kondisi berantakan. Ia tak langsung pulang ke rumah nya, melainkan pergi ke kantor papa nya.


Para karyawan menatap heran penampilan Laudia yang berantakan. Siapa pun pasti akan langsung tahu jika ia baru saja habis adu jontos. Namun tak ada yang berani berbicara, semua karyawan takut pada nya. Takut akan di pecat.


Laudia membanting pintu dengan kasar. Tuan Wahyu terkejut mendengar suara pintu yang tertutup dengan kasar. Netra nya menatap Laudia yang berantakan.


" Apa yang terjadi dengan mu? " Tanya nya penasaran


Laudia menjatuhkan tubuh nya di atas sofa dengan kasar. Tuan Wahyu beranjak dari kursi kebesaran nya dan menghampiri Laudia. Tuan Wahyu duduk di hadapan Laudia.


" Ada apa? " Tanya nya lagi


" Ini semua gara-gara sekertaris tuan Bima " Ketus nya dengan kilat kemarahan


Tuan Wahyu mempaut kan kedua alisnya. Mencerna perkataan anak nya. Laudia pun menceritakan semua kejadian tadi pada papa nya.


" Pokok nya aku gk mau tahu, papa harus membalas mereka semua. Putri papa sudah di permalukan banyak orang. Aku mau mereka semua menerima balasan yang lebih dari ini " Laudia mendesak tuan Wahyu untuk membalas dendam pada semua orang tanpa terkecuali


Tuan Wahyu mengepalkan ke dua tangan nya. Siapa yang berani memperlakukan putri nya seperti itu. Ia tak akan tinggal diam, benar apa yang di katakan oleh putri nya, harga diri mereka sudah di injak. Apa lagi perbuatan Bima pada putri nya. Sudah mengusir dan tak menganggap keberadaan putri nya. Ia akan membuat Bima bertekuk lutut di hadapan putri nya.


Tuan Wahyu mengambil ponsel dari balik saku jas nya. Kemudian ia menghubungi seseorang dan memberi perintah. Laudia tersenyum senang mendengar semua percakapan tuan Wahyu pada orang suruhannya.


" Tunggu saja, sebentar lagi kalian semua akan hancur " Gumam Laudia dalam hati, tertawa jahat.


*

__ADS_1


*


Di belahan bumi yang lain tapi masih terletak di Indonesia juga sih. Sepasang suami-istri yang baru saja resmi sedang duduk menghadap hamparan lautan.


Di sebuah resort berbentuk rumah panggung yang berdiri kokoh di atas permukaan air laut. Sepasang suami-istri itu sedang menikmati keindahan pemandangan pantai. Aroma khas laut tercium lekat, angin bertiup menerpa wajah mereka.


Terlihat wajah mereka memancarkan kebahagiaan. Senyuman selalu menghiasi bibir masing-masing.


" Bee, apa kau bahagia? " Tanya nya pada sang istri


" Tentu bee. Terima kasih ya sudah membawa ku ke sini " Jawab nya tersenyum bahagia


Sepasang suami-istri itu adalah Dirga dan Dita. Dirga membawa Dita berbulan madu di pulo cinta, Gorontalo. Dirga tahu kalau Dita sangat menyukai pantai, maka dari itu ia mengajak nya untuk pergi ke sana.


Tak perlu jauh jauh ke luar negeri jika di dalam negeri saja bisa membuat istri nya bahagia. Istri nya sangat menyukai pantai, dan kebetulan negara Indonesia merupakan negara maritim di mana sebagian besar wilayah Indonesia merupakan perairan.


Pulo cinta merupakan maldives Indonesia, terletak di Teluk Tomini, Gorontalo. Dan di sini lah mereka berada. Mereka menginap di pulo cinta eco resort. Resort berbentuk rumah panggung dengan jembatan kayu sebagai penghubung antara satu dengan yang lain, sehingga berbentuk untaian tanda cinta.


" Tapi bee, bagaimana dengan pekerjaan kita? "


" Tenang saja,, ada Sisil dan Bara yang akan meng-handle semua nya. Jadi kamu nikmati saja waktu honeymoon kita " Dirga menyakinkan Dita


" Sudah jangan khawatir, aku percaya mereka pasti bisa mengerjakan semua nya. Aku yakin dengan kemampuan adik ku dan Bara " Seru Dirga lagi mengira Dita khawatir akan perusahaan


" Bukan itu, kalau masalah pekerjaan aku juga sangat yakin pada Sisil jika dia pasti mampu mengatasi perusahaan. Tapi yang aku khawatir kan itu justru Sisil. Dia sedang hamil, apa tak kasihan memberi nya beban kerja yang sangat berat. Hormon wanita hamil itu sulit di tebak loh bee. Aku tak mau dia setres gara-gara pekerjaan " Jelas Dita panjang lebar


Dirga tersenyum mendengar penuturan Dita. Istrinya ini sungguh luar biasa, ia sangat perhatian sekali pada sahabat nya yang merupakan adik Dirga dan sekarang menjadi adik ipar nya sendiri. Persahabatan mereka sangat tulus.


" Ternyata aku tak salah memilih istri " Dirga beranjak dari tempat duduk nya dan beralih duduk di samping Dita

__ADS_1


" Aku semakin mencintai mu, bee " Dirga memeluk Dita dari samping dan mencium pipi Dita


" Aku juga sangat sangat sangat dan teramat sangat mencintai mu, bee " Balas Dita tak kalah dari Dirga


Mereka duduk berdampingan berbagi kursi dengan saling berpelukan seperti teletubbies. Menikmati sunrise di atas rumah panggung. Suasana sangat nyaman dengan pemandangan yang sangat cantik dan indah.


*


*


Sebelum memasuki mobil masing-masing untuk berangkat bekerja, Bima dan Sisil saling memberi semangat untuk menjalani hari ini dengan semangat. Mereka saling berpelukan dan di lepaskan dengan sebuah kecupan di kepala Sisil.


" Kabari aku jika sudah sampai " Ucap Bima, sangat lebay sekali padahal mereka hanya pisah kantor yang juga tidak terlalu jauh dari kantor nya.


" Iya " Sisil menurut saja perintah sang suami


" Jaga kesehatan, dan jangan sampai telat makan, jika sudah selesai segala urusan langsung pulang saja " Pesan nya lagi


" Astaga sayang, aku hanya pergi sebentar untuk bekerja. Aku bukan pergi ke tempat yang jauh. Bahkan kalau kamu mau ke sana hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam dari kantor mu " Ucap Sisil jengah, yang hanya di balas tawa oleh Bima


Jika Bara sang asisten Dirga mendengar pesan Bima pasti ia sudah mendumel. Bima sangat posesif sekali, yang Bara tahu hampir setiap jam Bima selalu mengirim pesan pada Sisil. Menanyakan ini dan itu.


Dan bagaimana mungkin Sisil telat makan, jika di dalam ruangan itu sekarang sudah seperti minimarket. Segala cemilan ada di sana dan Sisil selalu bekerja dengan mulut tak pernah berhenti mengunyah.


Sisil dan Bima pun berpisah untuk pergi bekerja. Dengan Sisil menaiki mobil nya sendiri, namun ia tidak membawanya sendiri. Melainkan ada mang Didin yang menjadi supir nya.


Bima tak mengizinkan Sisil untuk mengendarai mobil sendiri. Karena beberapa hari yang lalu Sisil pergi ke mall sendiri. Dan saat Sisil sedang memarkirkan mobil nya, tak sengaja ada mobil lain yang menabrak bagian belakang mobil Sisil cukup kuat. Mengakibatkan tubuh Sisil terhuyung ke depan dan perutnya sedikit terbentur. Karena terkejut tiba-tiba perut nya tegang dan mengalami keram. Dengan bantuan orang sekitar kejadian Sisil di bawa ke klinik terdekat.


Jadi sejak kejadian itu Sisil di larang untuk membawa mobil sendiri. Jika ingin pergi harus supir yang mengantar. Bima tak ingin terjadi sesuatu pada istri dan calon anak nya.

__ADS_1


****


udah dulu ya, sampai ketemu di bab selanjutnya 😂


__ADS_2