Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
dandanan sisil


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Sore hari yang panas sudah di lalu oleh sepasang suami-istri itu. Bima yang sebelumnya sudah mandi kini terpaksa mandi lagi. Kini ke dua nya sedang berada di kamar mandi, mereka benar benar mandi tanpa ada kegiatan panas susulan.


Bima yang tadinya tak mau melakukan olahraga ranjang karena tak tega dengan keadaan Sisil yang sedang sakit. Pertahanan nya runtuh oleh wajah Sisil yang merajuk, membuat Bima gemas dan tergoda.


Selesai makan malam Sisil dan Bima pergi ke supermarket. Seperti yang Sisil katakan bahwa ia ingin mengganti semua yang ada di kamar mandi nya.


Sisil sibuk memilih sabun cair yang sesuai dengan keinginan nya. Satu persatu sabun yang beraneka macam merek tersusun rapih di rak supermarket di cium oleh Sisil.


Setelah mendapat yang cocok Sisil memasukkan ke dalam keranjang yang sedang di dorong oleh Bima. Setelah dari rak sabun kini Sisil beralih ke rak shampoo. Sama seperti memilih sabun, Sisil juga mencium bau shampoo satu persatu.


Selesai mencari perlengkapan kamar mandi Sisil beralih ke tempat pengharum ruangan. Sisil juga memilih bau yang sama seperti sabun. Ia memilih dengan aroma buah buahan. Bau itu seperti nyata, seperti buah sungguhan.


Tak hanya membeli itu saja, Sisil juga membeli berbagai macam snack. Bima hanya menggelengkan kepala melihat tumpukan snack yang sudah menjadi gunung di dalam keranjang belanjaannya.


" Sayang... Kamu yakin akan memakan semua ini " Tanya Bima melihat tumpukan snack beraneka jenis


" Ya, memangnya kenapa? " Tanya Sisil cuek


" Bukannya kamu tak mau tubuh mu tumbuh ke samping, kenapa kamu membeli banyak coklat ? " Tanya Bima heran, pasalnya yang ia tahu Sisil jarang memakan coklat alasannya apalagi kalau bukan karena takut gemuk.


" Tak apa lah sayang sekali sekali. Habis ini aku akan banyak olahraga " Ucap Sisil dengan wajah yang sulit di artikan


Mengapa istri nya tiba-tiba jadi liar, pikir Bima. Namun Bima tak mengambil pusing, justru ia suka Sisil yang agresif.

__ADS_1


*


*


Pagi ini tingkah Sisil kembali seperti pagi kemarin. Ia tak mau melihat wajah Bima dan kembali ia tak menyukai bau shampoo, sabun pasti gigi yang ia beli semalam.


Pagi ini Sisil kembali muntah karena pasta gigi. Suara Sisil terdengar oleh Bima. Bima berusaha memanggil Sisil, namun tak ada jawaban membuat Bima khawatir.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, Bima masih setia menunggu Sisil di depan pintu. Sisil keluar dengan wajah pucat dan cemberut.


" Sayang kamu kenapa? " Tanya Bima memperhatikan Sisil yang terlihat sedang tidak baik baik saja


" Aku kesal. Kenapa sekarang bau sabun dan shampoo nya malah semakin tak enak. Padahal semalam baunya sangat enak. Dan juga pasta gigi membuat ku muntah " Gerutu Sisil kesal


Dengan langkah bingung Bima memasuki kamar mandi. Di dalam kamar mandi Bima mencium bau sabun dan shampoo. Tak ada masalah dengan semuanya, Bima sudah mengecek tanggal expired nya. Dan itu masih lama. Apa ada masalah dengan indra penciuman Sisil, pikir Bima.


Bima keluar dari kamar mandi, ia melihat Sisil sedang merias wajahnya. Bima menautkan kedua alisnya, tumben istri nya itu berdandan sangat berlebihan menurut Bima. Dandan Sisil seperti akan pergi ke pesta, bukan seperti orang akan bekerja.


Tapi Bima tak mau banyak tanya, ia tak mau membuat Sisil marah pada nya. Ia tahu mood Sisil sedang tak baik hari ini. Bima pun lebih memilih masuk ke dalam walk in closet.


Saat Bima keluar dari walk in closet, Sisil sudah tak ada lagi di dalam kamar. Lagi lagi Sisil pergi sarapan tanpa menunggu nya. Bima menghela napas pelan.


Tak hanya Bima yang heran dengan Sisil, mama Arin juga di buat heran. Padahal kemarin sore ia melihat Sisil dan Bima sangat mesra, tapi kenapa pagi ini ia kembali mendiami Bima.


Apa lagi sekarang, dandan Sisil sangat berlebihan untuk orang yang akan pergi bekerja. Bibirnya merah cerah, bulu mata palsu nya cetar membahan, blush on di area bawah matanya sudah seperti orang yang sedang sakit. Eyeliner nya mengalahkan ratu balqis. Sungguh ini bukan fashion Sisil.

__ADS_1


Mama Arin bertanya pada Bima dan Bima hanya mengangkat bahu nya sebagai jawaban tak tahu dan tak mengerti. Bima saja heran, semalam mereka baik baik saja bahkan mereka melakukan olahraga malam yang di minta oleh Sisil sendiri.


Jery yang baru bergabung di ruang makan terkejut melihat dandan kakak ipar nya yang gk banget. Hampir saja ia terjatuh dari kursinya dan ia reflek mengelus dada nya.


Sisil yang melihat Jery seperti itu saat melihat nya merasa tak suka pada Jery. Ia menatap Jery dengan sengit membuat Jery ngeri sendiri melihat tatap Sisil. Jery tertawa kaku dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Ada apa? " Tanya Sisil ketus


Sebelum Jery berbicara untuk mengeluarkan suaranya, Bima terlebih dahulu menendang kaki Jery dari balik meja makan. Jery melihat Bima yang sedang memberi kode pada nya mengerti dan tak jadi mengatakan apa yang ada di kepalanya.


Pagi ini mereka sarapan dengan diam, menikmati sarapan pagi nya masing-masing. Hari ini mereka hanya sarapan dengan sereal dan susu saja. Bima, Jery dan mama Arin saling tatap kemudian mereka kompak melihat Sisil yang asik dengan sarapan nya.


Bima menghela napas, Jery bergedik ngeri dan mama Arin menggeleng kan kepalanya. Mereka larut dalam pemikiran masing-masing. Entah apa yang ada di pikiran mereka tentang Sisil.


Hari ini Sisil kembali akan pergi ke kantor seorang diri. Ia turun mencari keberadaan mama Arin. Seperti biasa sebelum berangkat kerja ia akan berpamitan terlebih dahulu.


" Bi lihat mama gk? " Tanya Sisil pada salah satu pelayan yang sedang membersihkan guci keramik kesayangan mama Arin.


" Nyoya besar ada di dapur kotor non " Jawab nya sopan


Walaupun usianya jauh lebih tua dari Sisil, tetapi ia tetap sopan saat berbicara pada Sisil. Karena Sisil salah satu majikannya dan Sisil juga selalu bersikap sopan, ramah dan baik kepada semua pelayanan di sana tanpa pandang buluh. Sehingga semua penghuni rumah sangat menyukai Sisil.


" Ohh baik lah, terima kasih ya bi " Tak lupa Sisil mengucap terima kasih dan langsung melenggang menuju dapur kotor.


Sedangkan di dapur kotor mama Arin sedang memasak, ia sedang mencoba resep masakan yang baru ia lihat di internet. Mama Arin sangat suka dengan hal baru dan ia sangat penasaran akan hal yang baru ia lihat. Alhasil sekarang ia sedang mencoba memasak masakan itu, ia penasaran bagaimana rasanya.


***

__ADS_1


besok lagi ya


__ADS_2