Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
menyelamatkan Sisil


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Sebuah mobil hitam berhenti di bawah pepohonan tak jauh dari bangunan tua. Sepertinya mereka berhenti di area belakang bangunan itu. Nampak begitu banyak pohon pohon besar berdiri kokoh di sana dan suara jangkrik mengalun merdu di telinga mereka.


Sepasang suami-istri keluar dari dalam mobil. Tak lama kemudian tiga buah mobil juga berhenti tak jauh dari mobil mereka. Pria pria bertubuh kekar keluar dari dalam mobil dan berbaris rapih seraya memberi hormat pada pasangan suami istri itu.


" Bery... " Satu nama yang keluar dari mulut seorang wanita yang hanya satu satunya berada di sana


Bery sang pemilik nama maju selangkah, hanya dengan panggilan nama saja ia sudah tahu maksud dari keinginan bos nya. Kemudian ia menjelaskan situasi di sekitar bangunan itu, yang sebelumnya sudah mereka cek terlebih dahulu.


Mendengar penjelasan dari tangan kanannya wanita itu berdecih tertawa remeh. Sedangkan sang suami menggerutu, mencaci para penculik di seberang sana.


" Hah ternyata hanya tikus kecil. Sia sia sudah aku membawa nya ke sini " Ucap wanita itu sambil melihat senapan yang ia pegang


" Aish... Kurang ajar. Cecunguk cecunguk itu membuat ku kesal saja. Gara-gara mereka proyek pembuatan anak ku jadi terhenti " Gerutu sang suami tanpa men filter ucapan nya


Membuat istri nya tertawa mendengar ocehan nya yang vulgar. Semenjak menikah pria yang irit berbicara itu menjadi sangat cerewet. Para bawahan nya ingin tertawa tapi di tahan, mana berani mereka menertawai bos mereka. Apa lagi sepasang suami-istri itu terkenal kejam dan tak mengenal ampun.


kakak angkat Sisil



" Sudah honey, serahkan saja semua pada mereka. Orang orang itu tidak ada apa apanya di hadapan meraka. Kita tunggu di sini saja, ingat kamu tidak boleh kelelahan karena kita sedang program " Ucapnya pada sang istri untuk mengingat kan akan program kehamilan istri nya


Wanita itu pun hanya mengangguk. Apa yang di katakan oleh suaminya ada benarnya. Ia tak perlu turun tangan untuk menghadapi para penculik yang tak ada apa-apa nya bagi nya. Cukup para anak buahnya saja yang bertindak.

__ADS_1


Dan lagi mereka juga sedang menjalankan program untuk memiliki anak, dokter menyarankan agar ia jangan sampai kelelahan dan stres. Mengingat ia memiliki riwayat keguguran, jadi sekarang ia harus menjaga kebugaran tubuh nya.


Satu yang membuat mereka heran. Jika mendengar informasi dari Bery para penculik itu tidak lah memiliki kekuatan yang cukup kuat, kenapa Sisil bisa sampai di culik? Seharusnya Sisil mampu mengatasi mereka sendiri.


Anak buah yang di Bery tak kurang dari sepuluh orang. Setelah mendapat instruksi mereka segera memasuki area bangunan tua itu. Mereka berpencar membuat tiga kelompok dan membagi tugas.


Di luar bangunan nampak ada sekitaran dua puluh pria yang sedang berjaga di sana. Dan terjadilah baku hantam di sana. Sedangkan sepasang suami-istri itu duduk santai di dalam mobil.


*


*


Tiga buah mobil berhenti di depan gerbang bangunan tua itu. Sang pemilik mobil keluar karena di hadang oleh penjaga gerbang.


" Tuan.. Biar kami saja yang mengatasinya " Ucap salah satu pria di sana mencegah bos nya agar tidak melangkah lebih jauh


" Kak Dirga benar bang, lebih baik kita pantau dulu keadaan nya " Tambah Jery membenarkan ucapan Dirga


Bima pun mengalah membiarkan anak buah nya yang maju. Bima juga memiliki anak buah yang jago bela diri. Itu karena ia seorang pembisnis dan ia sadar pembisnis seperti mereka memang membutuhkan bodyguard untuk berjaga-jaga. Untuk melindungi mereka dari pihak yang ingin menjatuhkan mereka.


Penjaga gerbang depan tak tahu jika di dalam sana sedang ada penyusup karena bangunan tua itu sangat luas dan seperti nya bangunan tua itu bekas pabrik yang sekarang sudah Tak terpakai.


Tak lama dari itu terdengar perdebatan antara penjaga gerbang dan anak buah Bima. Kemudian suara baku hantam pun terdengar. Setelah anak buah Bima berhasil melumpuhkan para penjaga gerbang yang terdiri dari tiga orang itu Bima, Jery dan Dirga segera masuk ke dalam.


Mereka menghentikan langkah ketika mendengar suara ribut seperti orang yang sedang berkelahi. Dan benar saja tak jauh dari mereka tepat nya dia area belakang ada sekelompok orang yang sedang baku hantam.


Ketika rombongan Bima datang anak buah kakak angkat Sisil sedang melawan para penjaga yang ada di luar bangunan.

__ADS_1


Bima dan yang lain diam memperhatikan orang orang itu yang saling pukul. Mereka bingung siapa orang orang itu, apa itu penculik yang saling serang antara mereka sendiri?


Sedangkan di dalam gedung bangunan


" Cih kalian sangat cocok, aku rasa jika kalain menikah akan sangat serasi " Ucap Sisil pada Bela dan pada salah satu pria di sana yang Sisil rasa itu adalah ketuanya


" Apa maksud mu, tidak ada yang cocok berdampingan dengan ku selain Bima " Ucap Bela sombong


Ucapan Bela membuat pria itu menaikan alisnya tak suka mendengar itu, ia merasa di rendahkan. Memang nya siapa wanita ini, ia tak lebih baik dari j*lang sekali pun, pikir pria itu. Ia tahu wanita seperti apa Bela ini. Wanita ini bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan nya. Pria itu merasa tersinggung dengan ucapan Bela dan ia akan membuat Bela menerima balasan atas ucapan nya tadi setelah urusan mereka selesai, pikir nya.


" Ya kalian itu sama sama pengecut " Ucap Sisil remeh


Ke dua orang itu mengerutkan alis tak mengerti. Mereka menatap Sisil penuh tanda tanya. Sisil yang mengerti ke tidak pahaman ke dua orang itu pun melanjutkan ucapan nya.


" Kau nona Bela, berani nya main curang. Kau bersembunyi di balik orang bayaran mu untuk menyingkirkan ku. Apa itu namanya kalau bukan pengecut hah " Ucap Sisil sambil tersenyum sinis


" Dan kau tuan banci, beraninya bermain curang. Aku ragu kalau kau itu pria sejati " Cibir Sisil pada pria itu


" Beraninya kau " Pria itu marah


" Apa aku salah? " Tanya Sisil


" Aku hanya berkata fakta. Kalian menculik ku dengan cara curang. Kalian seorang pria bertubuh kekar tapi beraninya sama wanita. Apa ini kalian membius dan mengikat ku disini. Apa kalian tak berani melawan ku dengan aturan yang benar? Kalau kalian benar pria sejati, ayo kita bertarung dengan benar " Ucap Sisil mencoba memprovokasi mereka


Sisil melihat wajah mereka satu persatu. Dimana wajah mereka sudah memerah karena marah. Wajah cantik Bela juga sudah berubah masam. Sisil tersenyum miring melihat mereka, sepertinya pria itu sudah termakan perkataan Sisil.


Pria itu tak terima di bilang banci, harga diri nya cukup tinggi. Ia seorang pria sejati tidak seperti apa yang di katakan Sisil. Merasa harga diri nya di rendahkan, ia menyuruh anak buahnya untuk membuka ikatan tali di tubuh Sisil.

__ADS_1


Pria itu akan menerima tantangan Sisil yang mengajaknya bertarung secara jantan, etss salah Sisil bukan pria jadi bukan secara jantan tapi secara adil.


__ADS_2