Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
tingkah absurd Dita


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Waktu terus berjalan, hari senin kembali menyapa. Biasanya hari senin merupakan hari yang paling tidak di suka oleh banyak orang. Kenapa bisa?, ya karena harus kembali berhadapan dengan rutinitas bekerja bagi pekerja dan aktivitas belajar bagi para pelajar selama weekdays. Hal ini yang menimbulkan rasa malas, dan tidak bersemangat.


Pagi ini sebelum berangkat kerja mereka sarapan terlebih dahulu. Di meja makan saat mereka makan tidak ada yang bicara hanya ada suara dentingan sendok dan garpu yang beradu. Setelah selesai barulah mereka membuka suara.


" She... Apa kamu masih akan bekerja pada nak Bima? " Tanya Gunawan pada Sisil. Gunawan dan Laras memang sepakat akan tetap memanggil Sisil dengan nama pemberian mereka yaitu Shella ( jadi para readers jangan bingung ya jika ada panggilan Shella dalam setiap percakapan )


" Tentu " Jawab Sisil mantap


" Apa kamu tidak mau membantu kakak mu di perusahaan kita? " Tanya Gunawan lagi


" Maaf pa,, aku tidak tertarik mengelola perusahaan " Ucap Sisil hati hati agar tidak membuat papa Gunawan tersinggung


" Hmm apa kamu mau mengelola rumah sakit keluarga, membantu papa di sana? Tanya Laras di jawab dengan gelengan kepala


" Apa lagi itu ma. Nanti aku pasti akan bantu pekerjaan papa dan kakak jika di perlukan. Tapi aku tidak akan menetap di dalam kantor. Aku akan membantu dari luar dengan cara ku sendiri " Ucap Sisil tak mau mengecewakan kedua orang tua nya


" Kau ini... Bilang saja kau tak mau pusing menguras perusahaan " Cibir Dirga pada Sisil


" Itu tau " Jawab Sisil santai


" Aku ini perempuan, suatu saat aku akan menikah dan otomatis akan mengikuti suami ku. Apalagi calon suami ku kaya raya, jadi aku tak perlu bersusah payah bekerja. Cukup duduk manis dan menunggu kepulangan suami ku saja di rumah " Ucapan Sisil di benarkan oleh oma Diana


" Uang suami ku sudah terlalu banyak jika aku juga bekerja nanti uang kami akan bertambah banyak. Terus nanti aku juga yang akan repot " Tambah Sisil membuat semua mengerenyitkan dahi tak paham dengan maksud ucap Sisil


" Repot apa nya? " Tanya Dirga heran, tak ada uang salah banyak uang juga salah


" Ya repot... Repot memikirkan bagaimana caranya menghabiskan uang kami yang terlalu banyak itu " Setelah mengatakan itu Sisil berlari meninggalkan meja makan


Ingin rasanya Dirga melempar Sisil dengan gelas yang ada di tangannya. Tapi ia urungkan karena sayang kalau gelas itu sampai pecah.


*


*


🎤Aku takut jatuh cinta


🎤Cinta membuat tersiksa


🎤Tak mudah untuk percaya


🎤Kesekian kalinya


🎤Suatu hari dia mendekat


🎤Bikin hatiku terpikat

__ADS_1


🎤Lama-lama mulai dekat


🎤Mencoba sepakat


🎤Semoga ini cintaku yang terakhir


🎤Semoga milik dia


🎤Pada akhirnya jatuh cinta


🎤Cinta si dia


🎤Dia membuat aku bahagia


🎤Pada mulanya malu-malu


🎤Tapi kumau


🎤Mau menjadi bagian hidupmu


🎤Hidupmu


🎤Hidupmu


🎤Hidupmu


🎤Hidupmu


Ting...


Pintu lift terbuka, Dirga keluar di susul oleh Bara sang asisten. Tadi mereka sempat bertemu di lobi. Baru beberapa langkah keluar dari lift mereka mendengar suara perempuan sedang bersenandung ceria.


Langkah kaki Dirga dan Bara tak terdengar sehingga sang pemilik suara masih sangat PD bernyanyi dan menari.


Dirga dan Bara tiba di hadapan sang penyanyi dadakan. Mereka berdiri memperhatikan gerakan absurd itu sampai orang itu tersadar jika tingkahnya sedang di perhatikan oleh bigboss.


" Pa... Pagi tuan " Sapanya kaku dengan masih pada pose badan sedang berjoget, tangan kanannya memegang stabilo yang ia jadikan mic


Dirga hanya diam dengan wajah datar tak menjawab. Kemudian ia melangkahkan kaki nya menuju ruang nya. Sebelum sampai di pintu ruangan nya, Dirga tersenyum kecil yang pasti tidak ada yang tahu.


" Dia lucu juga " Gumam Dirga pelan sambil tersenyum


Sedangkan Bara berjalan menuju ruang nya dengan menggeleng gelengkan kepala.


" Haitss... Sungguh memalukan. Dita... Dita... Mau di taruh dimana muka mu " Umpat Dita pada diri nya sendiri


Sebuah lagu berjudul Cinta si Dia dari Tiffany Kenanga yang di nyanyikan Dita pagi ini membuat ia malu sangat sangat malu sampai ke tulang tulang.


Bisa di bayangkan seberapa malu nya Dita kepergok oleh atasan sekaligus orang yang ia sukai sedang bertingkah konyol. Bisa bisa langsung terjun bebas image nya.

__ADS_1


Dita duduk di kursinya dan mengambil tas nya yang ada di atas meja. Kemudian ia mengigit tali tas nya karena malu dengan menghentak hentakkan kaki nya. Ingin rasanya ia menyelam ke dasar laut yang paling terdalam.


Dita mengambil ponsel nya di dalam tas kemudian ia mencari nama seseorang. Setelah mendapatkan nama yang ia cari, ia langsung menelponnya.


Panggilan pertama belum di angkat dan pada panggilan ke dua barulah di angkat.


" Halo " Terdengar suara dari seberang sana


" Halo Sil,, ini gue " Ucap Dita setelah mendengar suara Sisil


" Iya gue tau itu lo " Jawab Sisil


" Aish... Gue serius ini " Dengus Dita


" Iya... Ada apa? " Tanya Sisil


" Lo tau gak di mana ada jual obat penghilang rasa malu? " Pertanyaan konyol Dita membuat Sisil tertawa


" Pffftt... Hahahaha.. " Tawa Sisil sangat kencang


" Lo masih punya malu? Bukannya urat malu lo udah lama putus? " Bukannya menjawab, Sisil malah bertanya masalah urat malu Dita yang sudah tidak ada lagi


" Haisss kau ini bukannya memberi solusi " Kesal Dita


" Abis lo juga sih, ada ada aja. Mana ada jual obat penghilang malu. Emang lo bisa malu juga? Malu sama siapa lo, hah? " Tanya Sisil, bisa bisanya Dita malu


Dita pun menceritakan kejadian yang memalukan diri nya tadi pagi. Tapi Dita tak mengatakan bahwa ia menyukai atasannya.


" Sudah lah, sepertinya gue salah curhat ama lo " Dita mematikan sambung telpon secara sepihak. Ia kesal karena Sisil tidak memberi solusi sama sekali


" Hahahaha... " Sisil tertawa mendengar suara Dita yang kesal, ia bisa membayangkan wajah Dita saat kesal


" Siapa? " Tanya Bima penasaran, ia sedari awal melihat Sisil yang sedang berbicara di telpon


Sisil berhenti tertawa dan melihat ponsel nya


" Dita.. " Jawab Sisil


Sisil pun menceritakan aib sahabat nya pada Bima. Setelah selesai bercerita ia kembali tertawa karena merasa lucu tanpa ada rasa kasihan pada sahabat nya yang sedang malu tingkat nasional. Ya walaupun Dita tidak ada bersama mereka saat ini dan tidak tahu juga kalau Sisil sedang meng-gibah dirinya. Seharusnya sebagai bestie yang baik harus menjaga rahasia bukan..


Sungguh Dita sudah salah pilih tempat bercerita. Apalagi Sisil adalah adik dari bigboss yang Dita cerita kan, yang membuat ia malu. Selama ini yang Sisil tahu bahwa Dita tak pernah ada rasa malu pada siapa saja, terkecuali pada orang tertentu.


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya 🙏

__ADS_1


Terima kasih juga buat like nya 😊🙏


Bantu vote juga ya 😉🙏


__ADS_2