
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Erik dan Vio sedang menikmati makanan pesanan mereka tadi. Mereka makan dalam diam. Vio melirik Erik yang sedang menikmati makanan nya, senyum licik tercetak di bibir nya.
Selesai makan dan minum mereka kembali berbicara, namun tiba-tiba Erik memegang pelipisnya. Entah mengapa kepala nya terasa pusing. Vio yang melihat Erik seperti sedang menahan sakit, Pura-pura panik dan bertanya.
" Erik... Kamu kenapa? " Vio sok perhatian, namun Erik tak menjawab
" Apa kamu baik baik saja? " Tanya nya lagi
" Kepala ku pusing " Jawab Erik menahan sakit kepala nya
" Bagaimana ini " Vio seolah panik dan bingung " Apa kepala mu benar-benar sakit? Apa kamu bisa pulang sendiri? Atau mau aku antara kan pulang? " Vio beranjak dari duduk nya hendak mendekati Erik
" Tidak perlu, aku bisa sendiri " Tolak Erik dengan mengangkat tangannya kehadapan Vio ketika Vio ingin menyentuh nya
" Aku bisa pulang sendiri " Ucap Erik masih menahan sakit pada kepala nya
Erik beranjak dari duduknya ingin segera pulang, ia sudah tak sanggup lagi menahan rasa sakit di kepala nya. Ia ingin segera tidur, mungkin dengan tidur kepala nya yang sakit akan segera pulih.
Namun belum satu langkah pun ia berjalan, tubuh nya langsung ambruk. Dengan sigap Vio yang berdiri di samping Erik menahan tubuh Erik agar tak jatuh ke lantai.
Dengan susah payah Vio menahan tubuh kekar Erik agar tak jatuh. Ia sangat kesusahan memapah tubuh Erik, di tambah sekarang ia sedang menggunakan high heels yang cukup tinggi.
*
*
Pagi hari nya suara teriakan seseorang membangun kan Erik dari tidurnya. Erik membuka mata dan matanya langsung membulat melihat seorang wanita paruh baya sedang berdiri di hadapan nya dengan wajah memerah menahan marah.
" Kenapa bibi bisa masuk ke dalam kamar ku " Benak Erik bertanya heran. Erik belum menyadari ia ada di mana, ia mengira sekarang ia ada di kamar nya.
__ADS_1
" Tunggu dulu, ini seperti bukan kamar ku. Terus aku ada di mana sekarang? " Tanya Erik dalam hati, ketika ia sadar jika ia bukan berada di kamar nya
Erik beralih menoleh kesamping, karena ia merasa ada seseorang di samping nya. Lagi lagi Erik terkejut melihat seorang gadis sedang berbaring di samping nya dengan menutup tubuh nya dengan selimut.
Gadis itu adalah Vio, Erik terkejut dan langsung terduduk. Ketika duduk selimut yang menutupi tubuh nya langsung turun dan memperlihatkan tubuh atletis nya tanpa pelindung alias tak berbaju.
Erik terkejut melihat tubuh nya sendiri yang tak mengenakan baju. Erik kembali melihat wanita paruh baya yang sedang menatapnya horor. Wanita itu adalah ibu nya Vio.
" Apa yang sudah kalian lakukan " Teriak ibu Vio membuat Erik menelan ludahnya kasar
Erik sendiri tak tahu apa yang sudah terjadi. Kenapa ia tiba-tiba ada di tempat itu. Erik meyakini jika ini pasti kamar Vio.
" Mama "
" Bibi " Jawab mereka serempak
" Bibi ini tidak seperti yang bibi lihat " Ucap Erik gugup
" Lalu apa ini? " Apa kau mau mengatakan jika aku salah lihat? " Sarkas nya, Erik mengangguk
" Halah, sudah ketahuan juga masih saja mau mengelak " Ibu Vio menatap tajam Erik dengan menyilang kedua tangannya di dada
" Aku berani bersumpah bibi, kami tidak melakukan apa apa " Ucap Erik meyakinkan
" Erik tega nya kamu, apa kamu lupa semalam kita.. " Vio tidak melanjutkan ucapan nya, ia meneteskan air matanya
Erik melihat Vio, memang apa yang sudah kami lakukan? Benak Erik bertanya. Ia tidak merasa melakukan sesuatu pada Vio.
" Kau pria brengsek. Sudah meniduri anak ku, tapi kamu tak mau mengaku " Cerca ibu Vio
" Tapi bibi, aku yakin dan sangat yakin sekali jika kami tidak melakukan itu " Ucap Erik meyakinkan
" Kau sungguh keterlaluan Erik, tega nya kamu melakukan ini pada ku. Selama kamu yang memaksa ku untuk melakukan nya. Tapi sekarang kamu malah tak mengakuinya " Vio menangis
__ADS_1
" Tapi aku benar-benar tidak melakukan apa yang kamu katakan itu " Bantah Erik yakin
" Bibi percaya lah " Erik menatap ibu Vio
" Bagaimana aku bisa percaya, sedangkan aku melihat sendiri kamu berada di kamar apartemen anak ku tanpa menggunakan baju. Jika kalian tidak melakukan apa apa, mengapa kalian tidak menggunakan pakai sekarang. Lagi pula aku tak percaya, nama ada pria dan wanita dewasa tidak melakukan apa apa saat berada dalam kamar hanya berdua saja " Oceh ibu Vio
Erik mencoba mengingat apa yang terjadi pada mereka, apa benar mereka sudah melakukan itu. Tapi sekarang apapun Erik mengingat tetap saja hasil nya nihil. Tak ada ingatan apapun dalam ingatannya.
Ia mengingat ketika mereka sedang berada di cafe malam itu, setelah makan ia merasakan pusing yang hebat. Kemudian ia tak sadar kan diri dan tak ingin apapun setelah nya. Ingatan nya hanya sampai di sana saja.
" Aku tak mau tahu, kalian harus menikah dalam waktu dekat ini. Enak saja kamu, kamu sudah mencicipi tubuh anak ku tapi tak mau bertanggung jawab. Bagaimana jika anak ku hamil? Reputasi keluarga ku akan hancur. Aku tak mau sampai aib ini tersebar ke luar sana " Cerca ibu Vio lagi
" Tapi... " Ucapan Erik terpotong, ibu Vio sudah meninggalkan kamar. Ia tak mau mendengar penolakan Erik.
" Argghhh " Erik berteriak menjambak rambut nya frustasi
Erik menatap Vio dengan tajam, kemudian ia mengambil pakaian nya yang tergeletak di lantai. Erik berjalan menuju kamar mandi dengan hanya mengenakan boxer.
Vio melihat Erik yang masuk ke dalam kamar mandi nya. Ia tersenyum menang dan menghapus air matanya.
Flash on
Erik menggenggam tangan Ega, ia bercerita dengan mata berkaca kaca. Begitu lah kejadian yang di alami nya sehingga mau tak mau ia harus menikahi Vio.
Ega juga ikut geram pada Vio ketika mendengar cerita dari Erik. Namun semua nya sudah terjadi, Erik dan Vio sudah resmi menjadi sepasang suami-istri.
Ega tak mau merusak pernikahan Erik dan Vio, walaupun pernikahan itu terjadi karena jebakan Vio sendiri.
Ega harus mengakhiri hubungan nya dengan Erik. Sekarang Erik sudah menjadi suami orang yang artinya jika Ega masih berhubungan dengan Erik, maka ia akan di cap sebagai orang ketiga. Walaupun pada kenyataannya Ega bukan lah orang ketiga, justru ia lah pemeran utamanya di sini.
****
maaf ya telat up nya... baru sempet nulis cerita sekarang 😁
__ADS_1
kita lanjut besok lagi ya, mata author udah perih guys mau bobo cantik dulu 🤣🤣