Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
aku kasihan pada nya


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Di atas pelaminan Dirga dan Dita benar benar kelelahan. Pasal nya dari pagi sampai saat ini mereka belum juga mendaratkan bokong mereka di kursi. Padahal hari sudah hampir menunjukkan waktu istirahat.


Karena banyak nya tamu yang hadir membuat mereka harus terus berdiri untuk menyambut ucapan selamat dari para tamu. Tidak sopan jika mereka menyambut tamu dengan posisi duduk.


Baru saja Dita dan Dirga hendak duduk. Ada lagi tamu yang datang, mengurungkan niat Dita dan Dirga untuk duduk. Terpaksa mereka harus berdiri tegak lagi dan memasang senyuman manis walaupun dalam hati sudah merasa lelah.


Ingin sekali rasanya Dita berlari meninggal kan kursi pelaminan ini. Untung saja ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Dita yakin jika sekarang kaki nya pasti sudah lecet karena sepatu heels yang ia pakai saat ini.


Seorang pria naik ke atas pelaminan. Ia memberi selamat atas pernikahan Dita dan Dirga. Dan ia juga meminta maaf akan hal yang tak mengenakan beberapa waktu yang lalu.


" Tuan Dirga, Dita. Saya turut bahagia atas pernikahan kalian. Selamat ya " Ucap pria itu sembari berjabat tangan dengan Dita dan Dirga


" Semoga kalian selalu bahagia dan rumah tangga kalian selalu harmonis " Doa nya tulus


" Terima kasih tuan Bram atas doa nya dan terima kasih karena sudah menyempatkan diri untuk hadir " Ucap Dirga


" Terima kasih " Ucap Dita dengan tersenyum


" Oya, apa anda datang sendiri? Dimana tunangan anda? " Tanya Dita tak melihat Bram membawa tunangan nya


" Ya, saya datang sendiri. Karena kami sudah tak bersama lagi " Jawab Bram tersenyum


" Ohh maaf " Dita menutup mulutnya merasa tak enak


" Tidak apa apa " Seru Bram


" Apa kalian pisah karena kejadian tempo hari? Apa semua itu ada hubungannya dengan ku? " Tanya Dita ingin tahu apa mereka pisah karena diri nya.

__ADS_1


Tapi apa? Dita saja tidak tahu menahu urusan mereka. Apa benar dia yang menjadi penyebab rusak nya hubungan Bram dengan tunangan nya? Tapi, Dita tak merasa sudah menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka.


" Bisa di kata ya, tapi itu semua tidak ada hubungannya dengan kamu. Kami memang tidak berjodoh " Bram tersenyum kemudian ia pamit untuk turun dan berbaur dengan tamu yang lain


Setelah kejadian waktu itu Bram memutuskan untuk membatalkan pertunangan mereka. Karena memang ia tak mencintai tunangan nya. Ia terpaksa menerima pertunangan karena paksaan dari orang tua nya. Wanita itu sangat arogan dan sombong. Selain itu ia juga suka semena-mena sehingga Bram menjadi ilfeel.


" Ehmm " Dirga berdehem tak kala Dita masih melihat Bram yang baru saja turun


" Bee,, aku merasa berdosa karena sudah membuat hubungan orang menjadi rusak " Lirih Dita sendu padahal ia sendiri tak merasa menjadi duri dalam hubungan Bram dan tunangan nya.


" Sudah lah, kamu dengar sendiri kan yang dia katakan. Semua itu bukan salah mu, bukan karena kamu " Dirga menggenggam tangan Dita


" Aku kasihan pada nya " Ucap Dita dengan wajah sedih


" Jangan bilang kalau kamu menyukainya " Seru Dirga memicingkan mata nya


" Ish apaan sih. Kan aku cuma bilang kasihan aja bee. Bukan berarti aku menyukai nya " Dita mencubit kecil perut Dirga


Dita malah cemberut, bibir nya maju beberapa senti. Membuat Dirga gemas, jika saja mereka tidak berada di tempat ramai sudah ia habisi bibir Dita yang menggoda.


Namun wajah cemberut Dita tak bertahan lama, karena ada tamu yang naik ke pelaminan untuk memberi selamat.


" Dita tega nya diri mu. Kamu sudah membuat diri ku patah hati " Bukan nya memberi selamat tapi pria ini malah membuat drama


Dirga menaikan alisnya menatap heran pria ceking di hadapan mereka. Dita hanya meringis melihat nya.


" Lebay lo, udah cepat turun masih banyak yang mau memberi selamat pada Dita " Seru wanita yang baru sampai menghampiri Dita dan Dirga


" Apa sih lo ratu drama " Ujar pria itu menatap wanita yang menyambar ucapnya


Dita terkekeh melihat temannya berdebat.

__ADS_1


" Dita selamat ya, semoga menjadi keluarga yang samawa ya " Serunya menyingkirkan sedikit tubuh pria kencing di samping nya


" Terima kasih ya Teryliye " Dita menyambut tangan Tery dan cupika cupiki


Setelah melepaskan pelukan kecilnya Tery menatap pria ceking yang masih berdiri di antara mereka.


" Kenapa lo masih ada di sini? " Tanya nya


" Gue belum memberi selamat, lo udah nyerobot duluan " Ketus nya jengkel


" Ya sudah cepat, jangan lama lama " Ketua Tery


Kemudian pria ceking itu pun mengucapkan selamat pada Dita dan Dirga. Setelah itu mereka turun dari atas pelaminan.


" Eh Dori. Mending lo sama tuh Mia " Ucap Tery pada pria ceking itu, ia menunjuk salah satu wanita berkacamata di depan mereka.


" Ck kau ini " Dori berdecak


" Sudah sama Mia aja, dia juga cantik kok. Kau kan sudah menjadi pengusaha sukses. Tinggal kamu kasih modal aja tuh Mia buat ke salon. Gue yakin pasti di balik kaca mata nya itu tersimpan kecantikan yang tersembunyi " Jelas Tery menyakinkan


Bagaimana bisa Tery berkata seperti itu. Ya karena kekasih nya juga dulu berpenampilan lebih parah dari Mia. Itu semua untuk menutupi ketampanannya.


Bara yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara kekasihnya dengan teman lama nya hanya menggelengkan kepala. Bara sudah lama mengenali Dori, dulu mereka tinggal di komplek yang sama.


" Gue masih belum move on dari Dita " Seru Dori


" Alah lagak lo, selera lo terlalu tinggi. Dulu lo ngejar Sisil, setelah Sisil nikah, lo beralih pada Dita. Sekarang lo mau ama siapa lagi? " Oceh Tery menatap Dori remeh


" Au ah " Jawab Dori malas


Mereka pun bergabung dengan teman yang lain. Di sana sudah banyak teman satu sekolah mereka dulu yang turut hadir. mereka bercanda dan tertawa bersama. rasa nya mereka ingin sekali mengulang masa masa sekolah dulu.

__ADS_1


lanjut besok lagi ya..


__ADS_2