
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Satu minggu setelah pernikahan Dita dan Dirga. Sudah dua hari ini Sisil dan Bima tidak bekerja bareng. Bima berada di perusahaan nya sendiri, sedangkan Sisil berada di perusahaan Dirga.
Karena saat ini Dirga dan Dita sedang pergi berbulan madu jadi lah Sisil mengantikan posisi Dirga untuk sementara. Sisil duduk di kursi kerja yang sangat empuk. Netra nya tak lepas dari tumpukan berkas dan laptop.
Suara ketukan pintu tak mengalihkan perhatian nya pada tumpukan berkas. Sisil berseru mempersilahkan orang di luar untuk masuk dengan tatapan mata masih tertuju pada lembaran berkas dan jari lentiknya menari nari di atas keyboard.
Tok
Tok
Tok
" Masuk "
Pintu pun terbuka, pria tampan berwajah datar masuk dengan membawa setumpuk berkas. Pria itu memberikan berkas itu pada Sisil. Sisil yang masih fokus dengan pekerjaan nya seketika menghentikan gerakan jemari lentiknya.
" Nona ini berkas yang harus nona periksa " Seru nya meletakkan berkas di atas meja Sisil
Sisil mendongakkan wajah nya menatap tajam pada pria berwajah datar itu.
" Kalian sengaja ingin menyiksa ku, hah. Apa kau tak melihat di atas meja ini masih banyak berkas yang belum selesai. Sekarang kau datang dengan membawa setumpuk berkas lagi " Cerca Sisil kesal
" Maaf nona karena sudah menyusahkan mu " Jawab nya datar dengan sedikit membungkuk
" Huft.. Ini semua salah mu. Kenapa kalian harus menikah di saat yang tidak tepat " Sisil menatap pria itu sinis
" Saat yang tidak tepat " Pria itu mengulangi perkataan Sisil
Ia pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Perasaan nya ia sudah memilih waktu yang tepat untuk menikah. Lagi pula pernikahan mereka tidak mendadak. Hanya saja sekarang ia harus sibuk menguras pernikahan nya.
Sebenarnya ia sudah memberi tahu juga pada Dirga. Ia juga sudah mengajukan cuti untuk mengurus berkas berkas pernikahan nya. Namun karena Dirga dan Dita cuti bulan madu jadilah ia yang mengalah. Ia tak jadi ambil cuti namun ia juga izin untuk mengurus berkas pernikahan nya, sehingga ia tak bisa maksimal seperti biasa nya di kantor.
" Ya, kalian membuat ku kesal saja " Gerutu Sisil. Mood wanita hamil itu seketika anjlok.
__ADS_1
Sisil mengangkat gagang telpon dan menekan tombol angka dua, tiga kali yang langsung terhubung di bagian pantry dapur kantor. Sisil meminta office boy untuk membeli nya makanan dan minuman di kantin.
Mood nya yang anjlok membuat perutnya lapar. Padahal hari masih terhitung pagi masih ada beberapa jam lagi untuk makan siang.
" Awas ya kalian, kalian harus membayar ku mahal untuk ini semua " Sisil memaki bingkai foto yang ada di atas meja.
Pria yang masih berdiri di hadapan Sisil meringgis melihat Sisil yang komat kamit memaki foto bos nya itu tanpa jedah.
" Nona, semangat " Pria itu mengangkat kepalan tangan nya ke udara seraya memberi semangat pada Sisil
Sisil memicingkan matanya melihat itu, ia juga kesal pada pria itu. Gara-gara pria itu juga ia bisa berada di sini. Jika saja pria itu tidak sibuk dengan urusan berkas pernikahan nya dan yang lain lain. Ia tak perlu berada di perusahaan Dirga untuk menggantikan Dirga sementara, karena pria itu sendiri bisa meng-handle semua pekerjaan Dirga.
Mendapat tatapan mematikan dari Sisil, dengan jurus ninja. Secepat kilat ia kabur dari hadapan Sisil.
" Kak Baraaaaa " Pekik Sisil meneriaki asisten handal kakak nya Dirga.
Sedangkan yang di teriaki sudah berada di luar ruangan. Ya pria tampan berwajah datar itu adalah asisten Dirga, Bara. Ia mengelus dada nya.
" Gila adik Dirga lebih mengerikan dari pada Dirga. Apa ini karena ia sedang hamil ya? Ahh ternyata menghadapi wanita hamil itu sangat melelahkan " Bara berbicara sendiri sambil berjalan menuju ruangan nya
*
*
Sedangkan di perusahaan Bima. Perempuan berpakaian minim berjalan meleak leok kan tubuh nya bak model dengan penuh percaya diri. Ia berhenti di meja resepsionis dan melepaskan kacamata hitamnya dengan wajah sombong.
" Selamat pagi nona.. Ada yang bisa saya bantu? " Sapa dan tanya resepsionis dengan ramah
" Saya ingin bertemu dengan tuan Bima. Apa dia ada? " Tanya nya sambil memasukkan kacamata nya ke dalam tas
" Maaf, apa anda sudah membuat janji? " Tanya resepsionis lagi
" Apa harus membuat janji dulu? " Tanya nya menaikan sebelah alisnya dan resepsionis itu mengangguk
Wanita itu belum membuat janji temu dengan Bima. Jadi ia tidak bisa bertemu dengan Bima. Namun ia kekeh ingin bertemu dengan Bima. Terjadilah adu urat di sana. Dengan resepsionis yang mematuhi aturan, siapa yang ingin bertemu Bima harus sudah memiliki janji terlebih dahulu.
Keras nya kepala wanita itu yang masih ngotot ingin bertemu Bima membuat resepsionis mau tak mau menghubungi Ega selaku sekertaris. Ia harus bertanya terlebih dahulu apakah bos nya setuju untuk bertemu apa tidak. Ia juga tak mau adu mulut lebih lama dengan wanita itu.
__ADS_1
" Halo " Suara dari seberapa sana
" Halo nona.. Ada seseorang yang ingin bertemu tuan Bima. Apakah ia di izin kan untuk masuk? " Tanya nya
" Siapa? "
" Nona... " Resepsionis itu menatap wanita yang berdiri di depan nya
" Laudia " Seru wanita itu menyebutkan nama nya
" Nona Laudia "
" Emmm, sepertinya tidak ada yang membuat janji temu dengan tuan Bima atas nama nona Laudia. Nanti aku coba tanya dulu dengan tuan Bima, apakah beliau mau menerima tamu atau tidak " Seru Ega dan mematikan sambungan
Beberapa menit kemudian, telpon resepsionis berbunyi. Dan terdengar suara Ega dari bali telpon.
" Katakan pada wanita itu, tuan Bima sedang sibuk tidak bisa menerima tamu "
" Baik " Seru resepsionis dan menatap wanita yang bernama Laudia
Sambungan pun terputus.
" Maaf nona, tuan Bima sedang banyak pekerjaan. Jadi beliau tidak bisa menerima tamu hari ini " Resepsionis menyampaikan pesan dari sekertaris Bima, Ega.
Laudia mendengus kesal. Ia pun pergi meninggalkan perusahaan Bima. Ia akan kembali lagi besok, pikir nya.
Setelah kepergian Laudia, resepsionis itu pun bernafas lega. Ia menjatuhkan bokongnya di atas kursi. Menghadapi wanita angkuh seperti Laudia benar-benar menguras energi dan pikiran nya.
Ia sangat berharap agar tidak bertemu lagi dengan Laudia. Ia berdoa semoga besok Laudia tidak kembali lagi ke perusahaan. ia tak mau membuang buang energinya untuk meladeni wanita sombong seperti Laudia.
to be continued...
kita sambung besok lagi ya cerita Bima nya
semoga kalian mau menunggu kelanjutan cerita nya 😁
good night 😴😴
__ADS_1