Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
sebuah kejutan


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Bik Kokom tak menjawab ia hanya menunjuk arah depan mansion. Bik Kokom adalah salah satu pelayan setia mansion ini, ia mengabdikan dirinya dari ia masih muda sampai saat ini dan usianya saat ini tidak jauh berbeda dengan mama Arin hanya berjarak dua tahun saja di atas mama Arin. Bik Kokom pelayan senior di mansion ini.


Karena bik Kokom yang menjawab dengan bahasa isyarat yang hanya ia sendiri yang paham, mama Arin pun beranjak dari duduk santainya dengan sedikit kesal. Bik Kokom sudah mengganggu waktu nya yang sedang menikmati keindahan taman.


Mama Arin menuju ke luar dimana bik Kokom tadi menunjuk ke sana seperti ingin mengatakan ada sesuatu di sana. Langkah kaki mama Arin semakin mendekat ke pintu utama di ikuti oleh bik Kokom dari belakang.


Mama Arin melihat ada seorang pria yang mama Arin yakin jika pria itu adalah pria paruh baya. Walaupun pria itu tidak menunjukkan wajahnya tapi dari arah belakang mama Arin yakin itu pria paruh baya. Karena mama Arin bisa melihat ada sedikit rambut berwarna putih pada rambut pria itu.


Pria paruh baya itu mengenakan pakaian sederhana dan mengenakan sepatu slop biasa saja. Nampak pria itu sedang berbicara pada security.


Mendengar langkah kaki seseorang, membuat security dan pria itu menghentikan pembicaraan mereka dan menoleh ke sumber suara.


Mama Arin menghentikan langkah kaki nya tepat di ambang pintu. Ia begitu terkejut setelah melihat wajah pria paruh baya itu, kaki nya terasa kaku di tempat tanpa bisa ia gerakkan lagi.


Mama Arin sangat tahu siapa pria paruh baya yang sedang berdiri di hadapan nya. Walaupun mereka sudah sangat lama terpisah dan tidak bertemu, tapi mama Arin sangat yakin dengan pria paruh baya itu adalah orang yang sangat ia rindu kan selama ini.


Air mata nya mengalir begitu saja tanpa di minta dan tanpa permisi. Bibir nya terasa kelu untuk mengeluarkan suara nya. Sangking terkejut nya ia sampai tak bisa berbicara apa apa hanya ada satu kalimat saja yang keluar dari mulut nya.


" Nugraha " Ucap nya lirih

__ADS_1


" Ya Arin ini aku " Ujar pria paruh baya itu dengan mata berkaca kaca, ia melangkah mendekati mama Arin


" Benarkah ini kamu, aku tidak sedang bermimpi kan? " Tanya mama Arin melihat wajah pria paruh baya yang ia panggil Nugraha itu, pria itu mengangguk tersenyum dengan air mata sudah membasahi pipinya yang sedikit keriput.


" Ini benar-benar kamu mas? " Tanya mama Arin lagi dengan membelai wajah tua itu.


" Iya benar, ini aku " Jawab nya menggenggam ke dua tangan mama Arin yang sedang berada di wajahnya


Tanpa aba aba mama Arin langsung memeluk tubuh pria yang bernama Nugraha itu. Mereka berpelukan saling melepas rindu, terdengar suara tangisan hari dari ke dua pasang paruh baya itu


Bik Kokom yang menyaksikan keharuan itu pun ikut menangis. Bagaimana tidak, ia sangat tahu siapa pria itu. Pria itu adalah suami mama Arin yang menghilang karena kecelakaan bener puluh tahun yang lalu. Tubuh nya tidak di temukan, segala usaha dan upaya sudah mereka lakukan untuk mencari keberadaan Nugraha saat itu. Namun takdir berkata lain mereka tak di mana tubuh Nugraha berada. Bik Kokom juga sangat tahu betapa mama Arin sangat terpukul akan kehilangan suaminya dan sangat merindukan sosok suami nya itu.


Security yang juga ikut menyaksikan keharuan itu hanya diam saja. Ia tak tahu siapa pria paruh baya itu karena ia bekerja di sana baru lima tahun, jadi pantas saja ia tak mengenali tuan besar mansion ini. Ia pernah sekali melihat foto Nugraha berada di ruangan keluarga dan wajah nya sangat jauh berbeda. Apa karena ia sudah lupa akan wajah itu atau karena penampilan tuan besar nya yang jauh berbeda tak sama seperti yang ada di foto keluarga.


Nugraha melepaskan pelukan nya kemudian ia menoleh ke belakang di mana di sana ada seorang gadis cantik sedang berdiri melihat mereka. Di atas lantai dekat kaki gadis itu ada sebuah tas yang cukup besar. Mungkin di dalam tas itu adalah barang barang milik mereka yang sengaja mereka bawa.


Nugraha memanggil gadis itu dan meminta nya untuk mendekat.


" Lisa kemari lah " Pinta Nugraha dan gadis itu pun mendekat


" Arin perkenalkan dia Lalisa, putri ku "


Deg

__ADS_1


Jantung mama Arin berdetak kencang mendengar penuturan Nugraha. Apa gadis ini putri nya? Bagaimana bisa? Jika di lihat lihat gadis ini berusia delapan belas tahun. Sedangkan Nugraha menghilang sepuluh tahun yang lalu. Apa Nugraha mempunyai istri lain selain dirinya? Apa jangan jangan hilang nya Nugraha hanya sebuah kebohongan?


Begitu banyak pertanyaan di kepala mama Arin. Ia melihat Nugraha dan gadis itu bergantian dengan wajah yang sulit di artikan. Ia butuh penjelasan sekarang. Bertahun-tahun ia kehilangan suami yang sangat ia cintai, sekarang suami nya sudah kembali namun dengan membawa seorang anak. Sungguh hari ini mama Arin mendapat kejutan berkali-kali dalam satu waktu.


" Lisa ini istri ayah " Nugraha memberitahu Lisa


" Salam bibi " Ucap gadis cantik itu sedikit membungkuk memberi hormat. Ia tersenyum melihat mama Arin namun mama Arin hanya diam mematung karena masih syok.


Lisa beralih menatap pria paruh baya yang ia panggil ayah itu. Pria itu hanya tersenyum, sepertinya ia mengerti dengan keterkejutan mama Arin.


" Arin... Apa boleh kita masuk dulu. Nanti aku akan menceritakan semua nya pada mu di dalam " Pintar Nugraha, suara nya menyadarkan mama Arin dari keterkejutan nya


" Ahh, iya " Jawab nya


" Kau tega sekali membiarkan kaki tua ku ini berdiri terlalu lama " Ucap Nugraha saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu


" Maaf " Ucap mama Arin tak enak


Nugraha duduk sambil netra nya menelusuri isi ruangan itu, tak banyak yang berubah. Mama Arin masih sama seperti yang dulu, suka mengoleksi guci guci antik. Dan guci guci itu masih setia berdiri di sana bahkan sekarang guci guci itu sudah memiliki anak, karena jumlah mereka yang bertambah.


Tak ada foto keluarga yang terpajang di ruang tamu. Ruangan itu hanya berisi sofa mahal, guci antik dan beberapa bunga cantik yang aesthetic.


lanjut.....

__ADS_1


__ADS_2