Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
persiapan anniversary oma Diana dan opa Alex


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Sudah hampir satu minggu ini Bima tidak berangkat ke kantor. Ia memilih bekerja dari rumah saja, ia ingin menjadi suami siaga karena hari kelahiran sang anak hanya tinggal menunggu waktu nya saja.


Dan hari ini Sisil dan Bima menginap di kediaman mama Laras. Besok mereka akan mengadakan acara syukur memperingati hari anniversary oma Diana dan opa Alex.


Mereka tidak mengadakan pesta yang meriah, mereka hanya membuat syukur kecil kecilan saja dengan mengundang anak anak dari panti asuhan. Dan hanya mengundang keluarga inti saja.


Tak hanya Sisil dan Bima saja yang sudah berada di sana, mama Rita pun ikut menginap di sana malam ini. Mama Rita ikut membantu meng sukses kan acara. Ia beserta para pelayan mendekor taman agar menjadi cantik.


Sudah banyak bunga bunga tersusun berbaris menelusuri jalan menuju tempat acara. Tenda tenda sudah terpasang, meja dan kursi sudah di susun rapih dan terbungkus kain putih.


Sisil tak banyak membantu, ia hanya duduk memperhatikan Dita, mama Laras, mama Rita dan yang lain bekerja. Bukan karena tak mau bekerja, hanya saja ia gampang lelah. Maklum saja ia sedang membawa perut buncit nya. Baru bergerak sedikit saja ia sudah kelelahan.


Dita dan mama Laras kompak menata bunga di atas meja. Mama Rita menata lampu hias di antara bunga bunga hias yang berdiri di sekitar taman di bantu oleh beberapa pelayan.


" Sayang, sebaiknya kamu masuk aja ke dalam. Ini sudah malam " Bima melihat jam yang ada di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul sembilan malam dan ia mengajak Sisil segera masuk.


" Nanti dulu sayang, ini persiapan nya belum selesai " Tolak Sisil, ia masih mau di sana


" Sayang angin malam tidak baik untuk kesehatan mu " Bujuk Bima halus


Mama Laras sangat senang melihat Bima yang sangat perhatian pada Sisil. Ia bersyukur Sisil bisa mendapatkan pria yang sangat penyayang dan perhatian.

__ADS_1


" Apa yang di katakan oleh Bima, ada benar nya Sil. Mending lo masuk, angin malam tidak baik untuk kesehatan. Apa lagi lo lagi hamil besar gitu " Seru Dita membenarkan ucapan Bima


Sisil nampak nya belum mau masuk. Ia masih ingin di luar melihat orang bekerja.


" Udah masuk aja. Lagian ada nya lo di sini juga gk memberikan kontribusi apa apa " Ejek Dita pada Sisil


" Enak aja, gue juga ikut membantu ya " Ucap Sisil tak terima


" Emang kamu membantu apa sayang? " Tanya Bima


" Aku ikut bantu doa " Ucap Sisil cengegesan


" Kalau cuma doa mah Alif juga bisa " Cibir Dita


" Apa an sih lo, resek deh. Nanti lo bakal ngerasain kayak gue, kalau perut lo udah buncit " Seru Sisil pada Dita


Pernah Dita membayangkan memakan buah nangka saat sedang di kantor. Sore hari nya tiba di rumah, ia melihat ada buah nangka di dalam lemari es. Dan banyak lagi hal hal seperti itu yang Dita dapatkan.


" Sudah sudah. Sisil lebih baik kamu masuk " Rerai mama Laras


" Bima bawah saja Sisil masuk, menuh menuhin tempat aja dia di sini " Seru mama Laras bercanda


" Maaa " Rengek Sisil menghentak hentakkan kaki nya di tanah. Padahal ia masih mau berlama-lama di sana


Dita cekikikan mentertawakan Sisil. Tanpa sadar ada Dirga di samping nya yang sudah berdecak pinggang.

__ADS_1


" Ehm " Suara deheman Dirga menghentikan tawa Dita


Dita menoleh ke samping dan sudah mendapatkan Dirga yang berdiri dengan wajah datar. Dita menyengir kuda melihat Dirga.


" Bee " Ucap Dita pelan


Dengan perlahan Dita melepaskan bunga yang ada di tangannya. Tadi Dita izin ke luar sebentar hanya untuk melihat lihat. Dirga mengizinkan dengan syarat Dita tidak boleh ikut membantu. Dirga tidak mau Dita sampai kelelahan karena ia sedang hamil muda dan kandungan nya masih rentan. Namun sudah hampir satu jam Dita tak juga kembali, membuat Dirga menyusul nya ke luar.


" Bee aku gk ngapa ngapain kok. Aku cuma pegang aja. Aku penasaran ini bunga asli atau bunga palsu " Elak Dita, tak tahu saja Dita kalau Dirga sudah memperhatikan nya lebih dari sepuluh menit dari jauh.


Melihat Dirga yang masih diam dengan wajah tanpa ekspresi. Dita langsung merapatkan tubuh nya pada Dirga. Dengan maksud ingin meluluhkan hati Dirga.


Dirga ingin sekali tertawa mendengar alasan Dita yang tak masuk akal. Alif saja bisa membedakan itu bunga asli atau bunga palsu tanpa harus memegang nya, pikir Dirga.


" Bo'ong kak, tadi Dita ikut bantu bantu " Sisil mengompori Dirga


Dita melototi Sisil namun Sisil tak perduli, ia malah menjulurkan lidah nya mengejek Dita. Mama Laras menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak menantunya itu.


" Sayang sudah, ayo kita masuk " Bima membatu Sisil yang kesulitan beranjak dari duduk nya


" Kamu juga masuk " Tunjuk Dirga pada Dita, mau tak mau Dita pun patuh


Setelah pamit pada mama Laras ke dua pasang insan anak manusia itu pun masuk ke dalam rumah. Kini tinggal mama Laras dan mama Rita beserta para pelayan di sana. Mereka juga tak lama lagi akan ikut masuk ke dalam, karena semua sudah hampir selesai.


****

__ADS_1


detik-detik menjelang the end semoga kalian masih setia ya menunggu bab selanjutnya.


__ADS_2