
Happy Reading π
ππππππ
Setelah selesai makan malam bersama dan sedikit berbincang bincang Sisil pamit pulang di antar oleh Bima.
Sebelum mengantar Sisil pulang ke apartemen, Bima mengajak Sisil jalan jalan di taman untuk menikmati malam yang indah. Setelah puas barulah mereka kembali pulang.
Keesokan hari sebelum pulang kerja Sisil menemui Bima di ruangan nya. Sisil hendak memberi tahu Bima jika ia akan segera pulang.
" Sayang... Apa pekerjaan mu masih banyak? " Sisil mendekati meja kerja Bima melihat sang kekasih masih berkutat dengan berkas yang ada di atas meja
" Apa kamu sudah mau pulang? " Bukan nya memberi jawaban Bima malah bertanya
" Hm " Jawab Sisil mengangguk
" Jadi kamu ke rumah tante Laras hari ini? " Tanya Bima yang masih setia dengan pekerjaan nya
" Ya,, aku akan pergi bersama mama dan Alif "
" Ya,,, hati hati. Hari ini aku akan lembur masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan segera " Ucap Bima sambil melihat tumpukan berkas di depannya
" Baiklah kalau begitu aku pulang dulu, kamu jangan lembur terlalu lama " Sisil berpamitan
" Hm " Jawab Bima singkat dan mata masih fokus membaca berkas
__ADS_1
Lima menit kemudian Sisil datang lagi dengan membawa secangkir coffee latte di tangannya. Ternyata setelah berpamitan Sisil tidak langsung pulang ia malah pergi ke pantry membuat minuman untuk menemani Bima lembur.
" Sayang jangan lupa istirahat barang sejenak " Ucap Sisil meletakkan coffee latte buatannya di atas meja
" Sayang... Kamu belum pulang? Aku pikir kamu sudah pulang " Ucap Bima sedikit kaget karena terlalu fokus. Ia melihat Sisil yang tersenyum padanya
" Ini aku baru mau pulang " Ucap Sisil mengambil tas nya yang ia letakkan di atas sofa
" Tadi aku hanya mau membuatkan mu minuman saja untuk menemanimu lembur " Ucapnya lagi
" Aku tidak akan lama, paling dua jam lagi baru selesai " Ucap Bima dan kembali fokus pada berkasnya
Sisil berjalan mendekati Bima yang terlihat masih fokus bekerja.
Cup
" Aku pulang dulu " Ucap Sisil dan berlalu meninggalkan Bima yang masih mematung
Mata yang tadinya melihat berkas sekarang beralih melihat punggung Sisil yang semakin menghilang dari balik pintu. Tangan yang tadi memegang berkas sekarang menyentuh pipinya yang di kecup oleh Sisil.
Ini kali pertama nya Sisil berinisiatif menciumnya terlebih dahulu. Sebelum sebelumnya Sisil tak pernah mau menciumnya terlebih dahulu. Hal itu membuat Bima bersemangat, ia ingin cepat cepat menyelesaikan pekerjaan nya dan akan menyusul Sisil ke rumah Dirga.
*
*
__ADS_1
" Apa benar ini rumahnya? Apa kamu tidak salah? " Tanya mama Rita setelah melihat bangun di depan nya
" Gimana mang? " Sisil malah bertanya pada mang Didin
" Dari denah yang non berikan memang benar ini alamat nya " Ucap mang Didin melihat denah lokasi yang di berikan Sisil padanya
" Kalau begitu coba aku tanya lagi sama tante Laras " Ucap Sisil mengambil henpon nya
" Ya sebaiknya kamu tanya dulu, jangan sampai kita salah masuk rumah " Ucap mama Rita tak mau malu kalau mereka sampai salah rumah
Belum sempat Sisil menghubungi Laras ada sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di samping mobil Sisil berhenti sekarang. Orang yang berada di dalam mobil itu pun menurunkan kaca pintu mobil dan nampaklah wajah seorang pria tampan dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancung nya.
*****
hayoo rumah siapa yang ada di hadapan Sisil sekarang?
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
__ADS_1
Bantu vote juga ya ππ
Terima kasih untuk komentar positif nya, dengan adanya dukungan komentar yang positif membuat author semangat berimajinasi ππ