
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Di perusahaan Bima sekarang keadaan sedang kacau. Di mana sudah dua hari ini para karyawan tak bisa bekerja maksimal seperti biasa. Sistem keamanan database perusahaan sedang mengalami gangguan.
Lebih tepat nya database perusahaan sedang di serang oleh virus. Hampir seluruh database mengalami kerusakan. Bagian IT sudah bekerja keras untuk mengembalikannya database yang di serang virus. Mereka bekerja lembur demi menyelamatkan data data penting perusahaan, namun kerja keras mereka belum mendapatkan hasil.
Di dalam ruangan nya Bima sedang memijit pelipis nya. Masalah ini sangat berat karena sudah dua hari tim IT mereka belum berhasil memulihkan sistem database. Padahal tim IT yang ia punya memiliki kinerja yang cukup bagus. Terbukti dari tidak ada nya keluhan selama ini. Jika ada masalah pasti langsung selesai menit itu juga.
Sedang kan di lain tempat seseorang sedang tertawa senang di dalam ruang kerja nya. Merasa sudah berhasil dengan misi nya. Ia hanya menunggu waktu kehancuran Bima saja. Sehari saja perusahaan Bima tak beroperasional sudah di pastikan berapa banyak kerugian yang di alami oleh Bima. Ia yakin tidak lama lagi perusahaan Bima akan gulung tikar. Dan saat itu lah ia akan masuk sebagai penyelamat, tentu dengan imbalan pastinya.
Kembali pada Bima yang sedang galau.
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara ketukan pintu. Dan tak lama kemudian Jery masuk ke dalam.
" Bagaimana, apa masih belum berhasil juga? " Tanya Bima dengan wajah lelah
" Belum, seperti nya ini bukan gangguan yang di sebabkan dari internal data kita " Seru Jery
" Maksud mu? " Bima mendongakkan kepala nya menatap Jery yang berdiri di depan nya
" Ya seperti nya ini di sengaja. Ada orang yang menyerang database kita dengan mengirim virus " Jelas Jery
" Kurang ajar. Siapa yang sudah mengacaukan semua ini? " Tanya Bima geram, ia mengepalkan ke dua tangan nya geram.
__ADS_1
Bima beranjak dari tempat duduk nya. Ia melangkah kan kaki nya menuju pintu. Ia ingin segera ke ruang IT untuk menanyakan keadaan. Apa benar database merupakan di serang dan siapa yang telah melakukan itu.
Jery mengikuti langkah Bima dari belakang. Ketika mereka ke luar, mereka mendapati Ega yang sedang bersantai sambil mengecat kuku kuku nya dengan kutek berwarna merah. Sebuah lagu ceria menemani nya bersantai.
Jery menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Ega. Jery heran disaat bos dan orang orang sedang panik dengan keadaan kantor yang kacau, Ega malah santai menikmati hidup. Seolah tak perduli dengan perusahaan yang sedang goyah.
Ega mengalihkan perhatian nya saat Bima dan Jery ke luar. Ia pun mengecilkan volume ponsel nya yang sedang memutar lagu favorite nya. Kemudian beralih melihat Bima dan Jery yang terlihat tegang.
" Kalian mau kemana? " Tanya nya menghentikan langkah Bima dan Jery
" Kami mau ke bagian IT " Jawab Jery
" Apa masih belum selesai juga? Payah. Masa masalah sepele seperti ini saja belum selesai juga " Cemooh Ega santai sambil meniupkan kuku nya yang baru di cat
Bima dan Jery melebarkan mata mendengar ejekan Ega, tak percaya. Apa mereka tak salah dengar, Ega mengatakan ini masalah sepele. Jika hanya masalah sepele tak mungkin mereka kelabakan seperti ini. Sudah dua hari keadaan belum juga stabil.
" Apa aja sih kerja orang orang bagian IT itu, percuma di bayar mahal jika masalah sepele saja tidak bisa di atasi " Dumel Ega lagi
Seharusnya Ega prihatin sekarang dan membantu mereka menyelesaikan permasalahan genting ini. Bukan nya malah santai seperti ini. Untung saja Jery sayang, jika tidak sudah ia tendang Ega keluar dari kantor.
" Apa mba Sisil udah tahu masalah ini? " Tanya Ega
" Dia tak perlu tahu masalah ini, biar kami... " Belum selesai Bima bicara, Ega sudah memotong
" Ck, sudah ku duga. Kenapa kak Bima gk kasih tahu sih, harus nya kak Bima kasih tahu biar gk lama kek gini " Gerutu Ega menatap Bima kesal
Ega mengambil ponsel nya.
" Walaupun ini masalah kecil, tapi tetap saja harus di tindak lanjuti agar tidak berlama-lama seperti ini. Kasihan para karyawan tidak bisa bekerja dengan maksimal " Cerocos Ega sambil mencari nama seseorang di ponsel nya dan setelah dapat ia langsung melakukan panggilan telpon.
" Halo mba " Setelah tersambung
__ADS_1
Bima melotot, dan hendak mengambil ponsel Ega, namun Ega menepis tangan Bima dan menggeser agak sedikit jauh dari Bima.
" Ya, ada apa? " Tanya Sisil di balik telpon
" Perusahaan kak Bima sedang ada masalah, sudah dua hari dengan hari ini " Panggilan pun terputus
Hanya itu yang di katakan oleh Ega. Setelah nya ia duduk di kursi nya.
" Sudah kalian masuk saja ke ruangan kalian untuk kembali bekerja, tak perlu ke ruang IT semua sudah beres " Ega mengusir Bima dan Jery. Tak sopan memang Ega berani pada atasan sekaligus pemilik perusahaan.
Namun itu sudah biasa bagi mereka, apa lagi saat tidak ada orang lain di sekitar mereka. Bima dan Jery saling pandang tak mengerti. Apa nya yang beres, penjelasan nya pada Sisil juga tidak ada. Ega hanya mengatakan jika perusahaan sedang ada masalah dan sudah dua hari, hanya itu saja. Mana mungkin bisa langsung beres tapa tahu apa masalah yang terjadi sebenarnya.
" Ada apa? , kenapa kalian masih berdiri di sini? Apa kalian tidak mau masuk? " Cerca Ega melihat Bima dan Jery yang masih berdiri di depan meja kerja nya, tak ada niat untuk kembali ke ruangan masing-masing.
" Ya sudah kalau tidak mau, duduk di sini temani aku. Aku bosan sehari tak ada kerjaan " Ega menarik dua kursi yang ada di belakang kursi nya untuk Bima dan Jery.
Bima dan Jery pun duduk di hadapan Ega. Ke dua pria itu menatap wajah Ega lekat. Heran dengan Ega yang santai tak ada beban. Larut dengan pikiran masing-masing, hingga Bima dan Jery tak sadar jika Ega sudah mengecat kuku kuku Jery dengan kutek merah nya.
" Kyaaaa " Pekik Jery mengagetkan Bima
" Apa yang kau lakukan dengan kuku kuku ku? " Tanya Jery frustasi melihat ke sepuluh kuku kuku nya sudah berwarna merah
" Aku hanya mempercantik kuku kuku mu saja, honey " Seru Ega polos tanpa dosa
" Lihat lah, cantik sekali kan. Wah aku iri sekali melihat jari jari mu yang cantik ini " Ega berkata dengan memegang jari jari Jery dan menunjukkan nya pada Jery, betapa cantik nya jari Jery sekarang.
Hal konyol Ega membuat Bima tertawa. Setelah dua hari tak tertawa, akhirnya Bima bisa tertawa karena ulah Ega.
****
lanjut besok ya
__ADS_1