Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
tiga penerbangan


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


" Sayang ini... Ini beneran? " Tanya Sisil menunjukkan dua kertas yang ada di tangannya pada Bima. Sisil serasa tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Bima yang sedang duduk di tempat tidur dengan menyenderkan punggungnya di headboard menganggukkan kepala bertanda membenarkan pertanyaan Sisil.


Sisil kembali menatap kertas itu setelah mendapat jawaban dari Bima. Ia tersenyum bahagia, tak menyangka akhirnya ia bisa mewujudkan mimpinya.


" Sayang beneran kita akan ke sana besok? " Tanya nya sekali lagi untuk memastikan


" Kenapa? Apa kamu tidak suka dan ingin bulan madu kita pindah ke tempat lain saja? " Goda Bima. Bima sangat tahu kalau Sisil ingin sekali menginjakkan kakinya ke sana


" Tidak... Tidak, jangan di ganti. Aku sangat suku ini " Jawab Sisil cepat, ia tak akan mau menganti tempat bulan madu mereka


" Terimakasih sayang " Ucap Sisil, ia memeluk tubuh Bima.


" Tapi dengan satu syarat " Bima mengajukan persyaratan pada Sisil jika ingin kesana


" Syarat? " Ulang Sisil menaikan sebelah alisnya


" Hmm " Jawab Bima, tangannya aktif mengelus lengan Sisil


" Apa itu? " Tanya Sisil. Sisil akan mengabulkan syarat itu asalkan ia bisa pergi ke sana

__ADS_1


" Kamu tidak boleh punya niat untuk bertemu dengan idola mu itu, atau mengagumi pria pria di sana " Ucap Bima cemburu membuat Sisil tertawa


" Ya ampun sayang. Mana mungkin juga kita akan bertemu mereka di sana. Mereka itu orang sibuk, aktifitas syuting mereka pasti sangat padat. Lagi pula kita mana tahu mereka ada dimana saat itu " Jelas Sisil pada Bima yang cemburu


Sisil kembali melihat dua lembar kertas yang merupakan tiket yang akan mengantar mereka pergi berbulan madu ke negeri ginseng. Sisil sangat bersemangat seperti anak kecil, ia sudah tak sabar menunggu hari esok. Ia ingin segera pergi ke sana, dan ia mengajak Bima untuk segera tidur agar hari ini cepat berganti dengan hari esok.


Segala keperluan mereka selama di sana sudah di siapkan oleh pelayan yang sebelumnya sudah Bima beri tahu. Jadi mereka tidak perlu repot repot lagi dan besok mereka tinggal pergi saja.


Pagi pun akhirnya menyapa, malam telah berganti pagi. Burung burung berkicau merdu, angin pagi bertiup lembut. Sisil bangun sangat pagi hari ini, ia membuka jendela kamar. Seketika udara segar di pagi hari langsung menerobos masuk ke dalam kamar dan di ikuti oleh cahaya matahari.


Bima yang merasa tidur nya terganggu oleh silaunya cahaya matahari, perlahan membuka kelopak matanya dan mengangkat tangannya untuk menutupi matanya dari silaunya matahari.


Mendengar ada pergerakan dari tempat tidur, Sisil membalikkan tubuhnya dan mendapatkan Bima yang sudah duduk dengan menyenderkan tubuh nya di headboard.


Penampilan Bima yang acak acakan ketika bangun tidur tak sedikitpun mengurangi ketampanan nya. Justru itu semakin s*ksi di mata Sisil.


Cup


" Morning kiss " Ucap Sisil setelah memberi Bima kecupan singkat di bibir nya


Sisil hendak menarik tubuh nya menjauh, namun pergerakan nya tertahan. Tubuh nya lebih dulu di tarik oleh Bima hingga ia terjatuh menimpa tubuh Bima. Dengan posisi kedua tangan Sisil berada di pundak Bima dan tangan Bima melingkar di pinggang ramping Sisil.


Bima menatap manik mata yang indah milik Sisil. Sisil merasa grogi di tatap sedekat ini, dan Sisil memutuskan pandangan mereka terlebih dahulu. Ia berusaha mengalihkan perhatian Bima.


" Sayang, ayo cepat bangun. Jika kita terus seperti ini maka kita akan terlambat ke bandara " Ucap Sisil berusaha melepaskan tangan Bima dari pinggangnya

__ADS_1


" Tapi aku masih ingin seperti ini. Apa kita tidak usah pergi saja ya, kita bulan madu di kamar ini saja. Aku ingin terus berduaan dengan mu " Bima semakin mempererat pelukannya


" No... Aku sudah lama memimpikan akan ke sana. Sudah ada waktu, sudah ada tiket, sudah ada hotel. Semua sudah di urus dan kamu seenaknya mau membatalkan nya. No... " Sewot Sisil tak terima jika keberangkatan mereka ke Korea di batalkan


" Kita bisa pergi lain kali saja sayang " Ucap Bima ingin mengoda Sisil


" Sayang,, kita pergi sekarang saja mumpung kita punya waktu. Kalau lain kali belum tentu kita akan bisa pergi ke sana, pekerjaan mu pasti tak bisa di tinggal. Lagi pula sayang kan tiket dan yang lainnya sudah ready. Jangan membuang buang uang, mubazir itu tak baik " Ucap Sisil, jiwa perhitungan nya meronta


" Ayo cepat bangun " Sisil menepuk tangan Bima


Sisil melepas paksa pelukan Bima dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Bima tertawa kecil mengingat Sisil yang tak mau merelakan perjalanan mereka di batalkan.


Di bandara mama Rita, Rio dan Alif sedang mengantar kepergian Ega. Hari ini Ega kembali ke negeri tetangga, ia akan melanjutkan kuliah nya yang sebentar lagi selesai. Tinggal beberapa bulan lagi kuliah nya akan berakhir dan Ega akan kembali setelah mendapatkan ijazah nya.


Selamat beberapa menit dari kedatangan mama Rita di bandara. Kini rombongan mama Laras yang tiba di bandara, mereka semua turut ikut. Mereka ingin mengantar Sisil dan Bima yang akan pergi berbulan madu. Tapi Bima dan Sisil belum menampakkan batang hidungnya di bandara.


Selagi menunggu Bima dan Sisil mereka duduk di kursi tunggu dan mengobrol. Dan akhirnya orang yang mereka tunggu tiba juga. Dua mobil berhenti di parkiran bandara. Satu mobil di tumpangi Niken sekeluarga dengan di supiri oleh Jery dan satu lagi berisi Bima, Sisil dan mama Arin di supiri oleh supri ( supir pribadi) mama Arin.


Hari ini akan ada tiga keberangkatan serentak yang berbeda tujuan. Ega akan pergi ke negeri singa untuk menyelesaikan studinya, Niken dan keluarga pulang ke rumah mereka yang berada di kota cinta atau city of love, sedangkan Bima dan Sisil pergi ke negeri ginseng untuk berbulan madu.


Mereka berpamitan satu persatu. Setelah tujuan keberangkatan mereka terdengar dari suara mbak mbak bandara mereka langsung pergi menuju pesawat yang sudah menunggu mereka di parkiran bandara.


Sisil dan Bima menaiki pesawat umum dan karena perjalanan mereka memakan waktu yang cukup lama yaitu tujuh jam lebih jadi Bima memesan kursi yang berada di kelas bisnis. Agar mereka nyaman selama dalam perjalanan. Mereka bisa tidur dengan nyaman.


Sebelum berangkat masing-masing dari mereka sudah mendapatkan doa dan bekal berupa wejangan dari para tetua terutama dari para mama mama.

__ADS_1


****


lanjut nanti lagi ya...


__ADS_2