
Happy Reading 😘
🦩🦩🦩🦩🦩🦩
Di dalam kamar, Ega masih terjaga. Ia belum bisa memejamkan matanya. Ega masih teringat akan penuturan ibu Erik tadi di ruang keluarga. Ega sangat terkejut dan tak percaya akan apa yang di katakan oleh ibu Erik.
" Erik depresi " Kata kata ibu Erik itu selalu terngiang-ngiang di kepala Ega.
Hampir satu jam Ega memikirkan perkataan ibu Erik. Setelah lelah dengan pikiran nya, akhirnya Ega tertidur juga.
Pagi hari terdengar suara keributan di dalam salah satu kamar. Ega dan Jery yang baru ke luar dari kamar terkejut mendengar suara seperti benda pecah. Ega dan Jery saling pandang detik berikutnya mereka bergegas menuju kamar yang di yakin sedang ada kegaduhan itu.
Ya, Ega dan Jery tahu letak kamar itu. Karena semalam mereka sempat di beritahu oleh ibu Erik. Walaupun ibu Erik tak memberi tahu secara langsung posisinya. Ia hanya memberitahu jika kamar itu ada di lantai dua.
Ega dan Jery tak kesulitan untuk mengetahui kamar itu karena mendengar dari kegaduhan saja mereka sudah dapat menebak. Ega dan Jery berdiri di ambang pintu yang memang tidak tertutup. Mereka dapat melihat kamar yang sangat berantakan, ada pecahan piring di lantai.
Dapat di lihat pasti itu piring berisi makanan, karena di sana juga ada makanan yang berhamburan. Beberapa orang pelayan masuk ke dalam, mereka ingin membersihkan serpihan beling dari piring yang pecah. Takut akan melukai kaki pemilik kamar. Setelah selesai mereka keluar di ikuti oleh perawat pria yang bertugas merawat pemilik kamar.
Ega dan Jery kini sudah berada di dalam kamar, mata Ega berkaca kaca melihat sosok pria yang ia kenal. Dulu pria itu sangat tampan, bersih dan rapih. Sangat jauh berbeda dengan pria yang ia lihat sekarang ini.
Rambut nya sedikit gondrong, rahang nya banyak di tumbuhi bulu bulu halus. Tubuh nya yang bagus kini sangat kurus. Ega seperti tak percaya jika tak melihat sendiri dengan mata kepala nya sendiri. Jika itu adalah Erik, mantan kekasih nya dulu.
__ADS_1
Ega melihat Jery seolah meminta izin untuk mendekati Erik. Jery mengangguk tanda mengizinkan, Jery merasa iba melihat Erik yang seperti itu. Erik tak memiliki semangat hidup, pandang nya lurus ke depan, tatap nya kosong.
Ibu Erik yang duduk di samping Erik menangis dalam diam. Ia terus saja mengelus kepala anak nya dengan sayang, air mata nya tak mampu untuk di tahan. Ia melihat Ega yang berjalan mendekat. Dengan perlahan ibu Erik beranjak dan berpindah tempat.
Ega duduk di pinggiran tempat tidur menghadap Erik. Ega mengambil tangan Erik dan menggenggam nya. Ia tatap wajah yang semakin tirus itu dengan mata sedikit cekung. Tatapan mata yang sendu, tak ada pancaran kebahagiaan di sana.
" Erik " Suara lembut Ega mampu membuat Erik yang melamun entah apa yang ia lihat dan pikirkan sontak mengalihkan pandangan nya ke sumber suara.
Seketika air matanya meluncur tanpa permisi membasahi pipinya yang tirus. Tangan nya meraba wajah Ega, dan kemudian ia menangkup pipi Ega dengan ke dua tangan nya.
" Ega " Lirih nya pelan, Ega mengangguk dengan mata berkaca kaca
" Apa apaan ini, kenapa ia memeluk Ega? " Batin Jery kesal
Ia sangat terkejut melihat itu. Bagaimana tidak kekasih nya di peluk oleh pria lain di depan mata nya sendiri. Dan pria itu adalah mantan sang kekasih yang masih sangat mencintai kekasih nya.
" Nak Jery, kami minta maaf. Kami berharap nak Jery tidak marah " Ucap ayah Erik menepuk pundak Jery dengan pelan
" Dan kami mohon untuk pengertian nya. Kami pinjam Ega dulu sebentar. Kamu lihat sendiri kehadiran Ega bisa mengembalikan kesadaran Erik. Berbulan-bulan ia tak berbicara dan hanya diam, tak memiliki semangat hidup. Hanya mendengar suara Ega, Erik langsung merespon dan berbicara. Jadi sekali lagi kami mohon pengertiannya sebentar saja " Pinta ayah Erik memohon
Orang tua Erik sudah tahu jika Jery adalah kekasih Ega. Maka dari itu ia meminta agar Jery berbaik hati untuk mengizinkan Ega menjadi pemancing kesembuhan Erik. Mereka tidak akan meminta lebih.
__ADS_1
" Pengertian? Yang benar saja. Siapa yang tidak cemburu melihat kekasih nya di peluk orang pria lain? Dan apa katanya meminjam? Emang mereka pikir Ega itu barang. Di pinjam pinjam segala " Gerutu Jery dalam hati.
Jery hanya bisa diam merutuki semua, tak mungkin juga ia marah marah. Ia takut nanti Ega malah marah pada nya, jadi terpaksa ia yang mengalah. Tapi tunggu dulu, harus berapa lama? Belum ada sehari saja Jery sudah tak tahan menahan cemburu.
Jery ingin keluar dari kamar rasanya ia tak sanggup melihat pemandangan itu. Namun jika ia keluar, ia tak akan tahu apa saja yang di lakukan pria sakit itu ke pada Ega.
Jery dilema, ia takut dan cemburu. Ia cemburu melihat Ega kembali dekat dengan Erik. Ya walaupun Jery tahu kondisi Erik, dan Ega hanya membantu pemulihan Erik saja. Tapi ia takut jika Ega akan kembali bersama Erik. Bukan nya cinta itu ada karena terbiasa. Terbiasa bersama.
Tidak... Tidak Jery tak ingin itu semua terjadi. Dengan berat hati ia memutuskan untuk selalu ada di antara Ega dan Erik selama mereka ada di sini. Tapi Jery juga percaya pada Ega, bahwa Ega tidak akan mungkin menghianati nya. Ia hanya tak percaya pada Erik, pria itu masih sangat mencintai Ega. Buktinya saja ia sampai depresi seperti ini.
Jery masih melihat kedua orang di depan nya saling berpelukan. Ingin sekali Jery menarik mereka agar pelukan mereka terlepas. Entah sudah berapa banyak umpatan yang Jery keluar kan dalam hati.
" Kamu harus membayar mahal pengorbanan cinta ku ini pada mu Ega. Aku berusaha keras menahan api cemburu ku agar tidak berkobar-kobar dan melahap seisi rumah ini " Gerutu Jery dalam hati
Jery sendiri merasa bingung dengan dirinya sendiri. Padahal ia sudah memberi izin pada Ega untuk membantu kedua orang tua Erik untuk memancing kesembuhan Erik. Tapi saat melihat Erik yang memeluk Ega, ia langsung cemburu. Padahal ia sudah memprediksi kan adegan ini akan terjadi.
Jery pun menyakinkan diri nya bahwa ia harus mendukung Ega dalam misi memancing kesembuhan Erik. Dengan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Jadi ia harus berhati besar, ia juga merasa iba melihat keadaan Erik. Semoga saja Erik bisa sembuh dengan cepat dan bisa menerima takdir dengan ikhlas.
***
bersambung...
__ADS_1