Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
hari yang cerah


__ADS_3

Karena hari ini adalah hari minggu, Bima menghabiskan waktu liburnya bersama keluarga nya di rumah, rumah mewah ini sangat sepi mereka hanya tinggal bertiga dan beberapa mermaid saja. Di mana para mermaid sibuk dengan segala pekerjaan mereka masing-masing. Bima hanya memiliki ibu, ayah nya entah di mana keberadaan nya mereka tidak tahu, apakah masih hidup atau sudah meninggal mereka tidak tahu.


Sepuluh tahun yang lalu jauh dari tanah air, pada saat itu ayah Bima sedang dalam perjalanan bisnis, mobil yang ia kendarai tiba tiba mengalami kecelakaan. Mobil itu masuk ke dalam jurang yang sangat dalam, seluruh team penyelamat telah di kerahkan untuk mencari korban, segala upaya sudah di lakukan namun sayang sampai saat ini jasad nya belum di temukan.


Mereka telah menyerah dan menyatakan kalau nyawa korban tidak mungkin terselamatkan mengingat kecelakaan itu sangat mengerikan. Bagaimana tidak melihat dari curam nya jurang dan ketinggian nya sudah di pastikan kecil kemungkinan korban akan selamat.


Bima yang sedang bersantai di ruang keluarga bersama dengan mama Arin dan Jery melihat henpon nya berbunyi kemudian ia langsung menerima panggilan tersebut.


"..... "


" Ya terimakasih, kau boleh pulang dan beristirahat "


"..... "


Bimapun langsung mematikan sambungan dan mengetik sesuatu di henpon nya dan langsung mengirim pesan tersebut.


Dengan senyuman yang terus terbit dari bibir nya, ia langsung pergi ke kamarnya meninggalkan dua orang yang heran melihat tingkahnya.


" Jer " Panggil mama Arin


" Ya ma "

__ADS_1


" Ada apa dengan Bima, seperti nya ia sedang senang " Ucapnya lagi


" Ya mungkin ia sedang menang lotre " Jawab Jery asal karena ia juga tidak tahu, kemudia ia melanjutkan memainkan henpon nya


" Ishhh kau ini " Mama Arin menepuk pundak Jery yang berada di sebelah nya.


*


*


Di apartemen Sisil masih mengagumi isi apartemen, kemudian ia memutuskan naik ke lantai atas untuk mencari kamar ia merasa lelah dan ingin istirahat. Saat ia membuka pintu mata nya langsung di suguhkan dengan keindahan yang menyejukkan, ia sangat suka dengan kamar ini.


" Ahh segarnya,,, kalau kamarnya seperti ini gue jadi betah berlama-lama di dalam kamar rasanya gak mau keluar karena terlalu nyaman"


Sisil memejamkan matanya, tak lama kemudian ia pun tertidur, entah karena lelah dari perjalan atau karena kasurnya yang nyaman sehingga membuat ia tidur dengan nyenyak.



ini kamar baru Sisil sangat nyaman bagi Sisil, harap maklum kamarnya di rumah tidak sebagus dan sebesar ini, hanya kamar standar berukuran 3x3,5 meter.


*

__ADS_1


*


" Ahh hari yang cerah tapi tak secerah hati gue " Ucap seorang gadis yang sedang duduk di sebuah cafe sambil menikmati minuman nya, ia menatap keluar dan melihat langit berawan cerah.


" Gue tak boleh seperti ini " Kemudia ia mengambil henpon yang ada di dalam tas mahalnya. Ia mengecek pangilan dan pesan yang masuk ke ponsel nya.


" Maafin gue Sil sudah mengabaikan telpon lo bukan maksud gue..." Ucapnya menatap layar henpon nya di sana tertera sudah sebanyak sepuluh kali Sisil menghubungi nya.


Kemudia ia membuka pesan yang di kirimkan oleh Sisil dan membacanya. Sisil mengirim pesan mengabarkan bahwa ia sekarang akan tinggal di kota J.


Dita senang mereka akan bersama lagi, namun ia juga sedih ia harus merelakan cinta nya. Ia merasa senang dan sedih secara bersamaan, Ia memutuskan untuk mengalah lagi kali ini ia tak mau memaksakan cintanya, ia sadar jika ia tak mungkin mengapai cinta nya bertepuk sebelah tangan.


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2