Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
pagi yang cerah


__ADS_3

Happy Reading 😘


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sinar mentari pagi ini nampak begitu cerah. Meskipun pagi ini jam belum menunjukkan angka tujuh tetapi matahari sudah menampakkan kegagahannya pada kota J pagi hari ini.


Semua makhluk di kota J sudah hilir mudik memenuhi setiap sudut kota. Nampak pergerakan aktivitas di mana mana.


Sebuah mobil sedan berwarna merah ikut andil dalam keramaian jalan kota J. Meski masih pagi tapi jalanan sudah di penuhi oleh kendaraan yang berlalu lalang. Memang sebenarnya ini adalah jam sibuk, ada yang berangkat bekerja dan ada yang berangkat ke sekolah.


Karena jalanan di penuhi oleh kendaraan mengakibatkan kemacetan yang cukup menguras emosi dan tenang. Butuh waktu kurang lebih empat puluh lima menit mobil sedan merah itu untuk sampai di sebuah gedung pencakar langit yang berdiri megah di tengah tentang kota J.


Setelah berhasil melewati kemacetan di pagi hari ini, mobil sedan merah itu pun berhenti di parkiran khusus gedung yang terpampang nama sebuah perusahaan ' Graha's Crop ' sangat besar dan jelas.


Sebagai seorang CEO Bima memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar. Ia datang ke kantor pagi pagi sekali bahkan terkadang ia datang lebih dulu dari karyawan nya. Ia ingin memberi contoh yang baik pada semua karyawan untuk tidak datang terlambat.


Ting...


Pintu lift terbuka, Bima dan Jery keluar dari lift khusus. Jery langsung menuju ruangannya, Bima berjalan melewati meja Sisil namun sosok Sisil tidak ada di sana hanya ada tas di atas meja.


Cklek...


Bima membuka pintu ruangan nya. Ketika masuk ia dapat mencium aroma wangi dari secangkir kopi yang di buat oleh Sisil dan kopi itu sudah duduk anteng di atas meja menunggu sang pemilik untuk menikmati nya.


Sisil masih di dalam pantry sedang membuat teh untuk diri nya sendiri. Sisil terkejut ketika tiba tiba ada sebuah tangan melingkar di pinggang langsing nya.


" Astaga.... Kau ini mengejutkan ku saja " Kesal Sisil memukul tangan Bima yang sedang memeluk nya dari belakang

__ADS_1


" Kenapa terkejut? Memang nya siapa yang akan memeluk mu di dalam ruangan ku hem ? " Tanya Bima yang sekarang sudah meletakkan dagunya di bahu Sisil


" Aku kira om gun " Seloroh Sisil membuat Bima mengernyitkan alisnya


" Siapa om gun? " Bima melepaskan pelukannya


" Gunderwo " Sisil menutup mulutnya menahan tawa setelah mengatakan siapa om gun


" Apa...? " Kejut Bima "Kamu kira aku ini setan " Bima membalikkan tubuh Sisil agar menghap pada nya


" Hihihi.. " Sisil cekikikan melihat wajah Bima yang kesal


" Habis kamu jalan gk mengeluarkan suara, tiba tiba aja udah ada di sini. Apa kaki mu gk napak tanah? " Tanya Sisil heran, atau apa ia sendiri yang tidak mendengar suara langkah kaki Bima.


" Kamu lihat sendiri kaki ku napak tanah tidak " Ucap Bima keluar dari pantry


Sisil berjalan mengikuti langkah Bima dari belakang dengan membawa secangkir teh hangat.


" Kaki siapa yang gk napak tanah " Tanya Jery yang berdiri di belakang Sisil membuat Sisil terkejut


" Aish... Kau ini. Kau juga sama " Sisil memutar tubuhnya menghadap Jery


Jery bertanya pada Bima dengan gerakan mulutnya yang di jawab Bima hanya dengan mengedikkan bahu tanda tak tahu. Sisil berjalan hendak keluar namun di hentikan Jery.


" Kakak ipar... Apa maksud mu, siapa yang gk napak tanah? " Tanya Jery penasaran


Sisil berbalik lagi untuk menghap Jery dan Bima

__ADS_1


" Kalain berdua " Jawab Sisil singkat


" Kamu berdua? " Tanya Jery kemudian ia melihat kakinya dan bingung dengan ucap Sisil


" Apa mata kakak ipar sudah rusak? Jelas jelas kaki kami napak tanah " Jery bahkan menghentakkan kakinya untuk memperjelas dan di angguki oleh Bima


" Ck.. Kalian berdua ini benar benar " Sisil berdecak


" Coba kalain lihat benar benar, apa kalian menginjak tanah? " Tanya Sisil dan di angguki oleh Bima dan Jery


" Ck.. " Sisil berdecak mengelengkan kepala


" Lihat lah dengan benar, mana ada tanah di sini " Ucap Sisil kemudian ia meninggal ke dua pria itu dengan kebingungan mereka


Di luar ruangan setelah duduk di kursi nya Sisil tertawa terbahak sampai memegang perut nya karena banyak tertawa.


Di dalam ruangan Bima, kedua pria itu masih menyerap perkataan Sisil. Setelah sadar maksud dari perkataan Sisil Bima tersenyum sinis. Sedangkan Jery berdecak kesal.


" Kurang asem,,, dasar kakak ipar. Pagi pagi sudah mengerjai gue "


🌸


🌸🌸


🌸🌸🌸


Terima kasih sudah mampir di novel author ya πŸ™

__ADS_1


Terima kasih juga buat like nya πŸ˜ŠπŸ™


Bantu vote juga ya πŸ˜‰πŸ™


__ADS_2