Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
datang memenuhi undangan pernikahan


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Di sebuah gedung yang megah, terlihat hilir mudik orang orang yang mondar mandir dari satu tempat ke tempat yang lain.


Suara penyanyi seirama dengan suara musik. Ini merupakan salah satu hiburan untuk para tamu yang datang.


Dari bawah dapat di lihat ada sepasang pengantin yang sedang duduk di kursi pelaminan.


Namun sayang tak ada senyum yang muncul di wajah pengantin pria. Wajah nya datar tanpa ekspresi. Pandangan nya lulus menghadap ke depan, entah apa yang ia lihat.


Namun sesaat kemudian matanya membulat sempurna ketika matanya tak sengaja melihat sosok gadis yang sangat ia cintai merjalan anggun hendak menuju pelaminan.


Gadis itu semakin mendekat dan perlahan menaiki anak tangga pelaminan. Sebuah senyuman terbit dari bibirnya, gadis itu terlihat sangat cantik dan anggun.


" Sayang " Lirih pengantin pria saat gadis itu tiba di hadapan nya


Sedangkan pengantin wanita memandang remeh pada gadis itu.


Gadis cantik itu mengulurkan tangannya untuk memberi selamat pada pengantin baru itu.


" Selamat ya atas pernikahan nya, semoga kalian selalu bahagia " Ucapnya tulus dengan seulas senyum.


Tak tahu itu senyum bahagia atau senyum kesedihan. Ia sangat pandai menutupi perasaannya.


Bukan jabatan tangan yang ia dapat, melainkan sebuah pelukan menerpa tubuh nya yang langsing. Membuat matanya membulat karena terkejut.


" Erik " Seru Ega dan pengantin wanita bersamaan. Ya gadis itu adalah Ega dan pengantin itu adalah Erik. Dengan menguatkan hati nya Ega datang memenuhi undangan pernikahan Erik.


" Erik, apa yang kamu lakukan. Lepaskan aku " Ucap Ega berusaha melepaskan diri dari pelukan Erik


Bukannya melepaskan, Erik malah semakin mengeratkan pelukan nya. Ia terisak dalam pelukan Ega. Ega tak kuasa melihat Erik menangis. Sekuat tenaga Ega mencoba menahan air matanya agar tak terjatuh. Namun sia sia usaha nya tak berhasil. Air bening yang bersumber dari mata Ega tanpa permisi keluar dari mata nya.


" Erik lepaskan wanita ini, kau jangan membuat malu " Kesal wanita yang sekarang sudah menjadi istri nya. Ia berusaha menarik Erik untuk melepaskan pelukan mereka.

__ADS_1


Erik menyentak tangan istri nya dengan kasar. Erik melepaskan pelukan nya dan menatap istri nya dengan tajam. Tanpa menghiraukan teriakan wanita itu dan tatapan orang yang berada di bawah pelaminan, Erik menarik tangan Ega dan membawa nya ke luar gedung.


Erik membawa Ega ke sebuah taman yang ada di sekitar gedung. Mereka duduk di kursi taman. Hening, tak ada yang mau memulai pembicaraan.


Namun pada akhirnya Erik yang terlebih dahulu membuka suara.


" Kenapa kau bisa datang kemari? " Satu pertanyaan yang Erik berikan pada Ega.


Erik tak menyangka kalau Ega akan datang. Padahal ia tak memberi tahu Ega akan pernikahan nya. Ia sengaja menyembunyikan pernikahan yang tak di inginkan nya itu. Entah siapa yang memberi tahu Ega, ia juga tak tahu.


" Aku datang untuk memberi selamat " Jawab Ega tanpa melihat wajah Erik


" Bukan itu maksud ku " Ucap Erik menatap wajah Ega, seakan tahu apa maksud Erik, Ega pun menjawab.


" Ya karena aku mendapatkan undangan, makan nya aku datang "


Erik menautkan kedua alisnya " Siapa yang memberikan mu undangan? " Tanya nya penasaran


Ega mengangkat kedua bahunya " Aku tak tahu siapa, aku menemukan nya terselip di bawah pintu "


" Maafkan aku " Ucap Erik tertunduk


" Sudah lah kau tak perlu meminta maaf, karena kamu tidak salah. Semua sudah terjadi, aku ikhlas " Ucap Ega berusaha tegar


" Aku tak menginginkan pernikahan sialan ini, aku di jebak oleh wanita sialan itu " Ucap Erik menarik rambut nya frustasi


" Jika membunuh itu tidak berdosa, sudah aku bunuh wanita itu dari kemarin " Ucap nya lagi


Ega menautkan kedua alisnya, tak mengerti maksud perkataan Erik. Di jebak?


Kemudian Erik menceritakan peristiwa si*l yang ia alami malam itu. Di mana ia di jebak oleh wanita yang sekarang ini sudah menjadi istri nya.


Flashback


Malam itu Erik baru akan pulang dari kantor ayah nya. Semenjak perkuliahan nya tak ada lagi kegiatan, Erik membantu pekerjaan ayah nya di perusahaan keluarga.

__ADS_1


Hari itu Erik pulang malam, karena sedang banyak pekerjaan. Di perjalanan pulang Erik menerima pesan masuk dari Vio. Dengan malas Erik membuka dan membaca pesan itu.


Erik menaikan sebelah alisnya " Apa maksud nya ini, apa benar ia akan mundur " Ucap Erik pada diri sendiri


Vio mengirim pesan agar mereka bertemu di sebuah cafe. Dari pesan yang ia kirim, ia mengatakan ingin berbicara serius, ia akan melepaskan Erik yang artinya nya akan membatalkan perjodohan mereka.


Dengan perasaan senang Erik menerima ajakan Vio untuk bertemu, tanpa ada rasa curiga sama sekali.


Erik meminta alamat cafe yang akan menjadi tempat mereka bertemu. Setelah mendapat alamat nya Erik membelok kan setir mobilnya mengarah ke alamat cafe.


Erik tiba di cafe pandangannya menelusuri isi cafe mencari Vio. Namun wanita itu tak terlihat batang hidungnya.


Erik mengambil ponsel nya yang bergetar dari saku celana nya. Ada pesan masuk dari Vio, yang mengatakan akan datang sedikit terlambat dan meminta Erik untuk memesan ruang VVIP.


Awal nya Erik tak mau memesan ruangan VVIP. Menurut nya di mana saja tempat mereka duduk, itu sama saja. Namun Vio beralasan agar mereka nyaman mengobrol nya dan tak ada yang mendengar pembicaraan mereka nantinya.


Dengan terpaksa Erik pun memesan ruangan yang Vio maksud. Yang terpenting masalah mereka cepat selesai, pikir Erik.


Setelah lima menit Erik duduk menunggu di dalam ruangan itu sambil memainkan ponsel nya. Sebenarnya Erik sedang berbalas pesan pada Ega saat itu.


Terdengar suara decitan pintu yang terbuka dari luar. Vio masuk kedalam, berjalan dengan meleak leokkan tubuh nya bak model sungguhan. Pakai nya sangat s*ksi membuat Erik tak nyaman berada satu ruangan dengan nya.


" Maaf sudah membuat mu menunggu, aku ada sedikit urusan mendadak tadi " Alasan nya dan ia duduk dengan gaya anggun di kursi depan Erik.


Tanpa ingin berbasa basi Erik langsung berbicara pada intinya. Erik merasa gerah melihat Vio berpakaian seperti itu. Pakaian kurang bahan seperti itu, mengapa suka sekali ia memakai nya.


Erik tak sedikit pun tertarik untuk melihat tubuh Vio. Padahal Vio sengaja memakai pakaian itu hanya untuk menarik perhatian Erik.


Vio memanggil pelayan untuk memesan makanan. Mereka berbicara sembari menunggu pesanan datang.


Beberapa menit kemudian pesanan Vio datang, obrolan mereka terhenti karena pelayan sedang meletakkan makanan ke atas meja.


Setelah semua sudah di atas meja, pelayan itu keluar ruangan. Erik dan Vio menikmati makanan itu. Tanpa rasa curiga Erik memakan makanan yang di pesan Vio dengan lahap. Karena sebenarnya ia belum makan malam dan perutnya sudah sangat lapar.


bersambung gays...

__ADS_1


hayoo....penasaran ya...😋


__ADS_2