Di Kejar Cinta CEO Tampan

Di Kejar Cinta CEO Tampan
Sisil pingsan


__ADS_3

Happy Reading 😘


🦩🦩🦩🦩🦩🦩


Sisil menghentikan langkah kaki nya tepat di ambang pintu dapur kotor. Aroma bumbu yang sedang di tumis menyebar ke seluruh isi dapur wangi bumbu itu sampai keluar ruang dapur di bawa oleh angin.


Siapa pun yang mencium aroma wangi itu pasti akan langsung merasa lapar dan ingin segera mencicipi masakan itu. Tapi tidak bagi Sisil. Aroma itu terasa ingin membunuh nya. Perlahan tapi pasti aroma itu masuk ke dalam indra penciuman nya, aroma itu terasa menusuk hidungnya.


Ketika aroma itu masuk kedalam lubang hidung nya, seketika Sisil langsung menutup hidung dan mulut nya. Sisil yang tak tahan lagi tak sempat lagi memutar tubuhnya untuk berlari ke kamar mandi.


Dengan cepat Sisil berlari ke wastafel yang ada tak jauh di samping pintu. Semua yang ada di dapur terkejut dengan kemunculan Sisil yang tiba-tiba muntah hebat.


Mama Arin mematikan kompor dan bergegas mendekati Sisil. Ia memijat tengkuk Sisil. Dan pelayan ada yang cekatan langsung mengambil air minum untuk Sisil.


Walaupun Sisil sudah minum namun rasa mual nya masih sangat hebat. Semua energinya sudah terkuras habis, lutut nya terasa lemas. Sehingga ia tak sanggup lagi untuk berdiri.


Sisil ambruk di samping mama Arin, untung saja ada pelayan pria yang sedang lewat. Jadi pelayan itu mengangkat tubuh Sisil dan membawa nya ke kamar tamu yang berada di lantai bawah. Semua atas perintah mama Arin.


Bima yang baru turun memicingkan mata nya melihat kegaduhan di bawah. Beberapa pelayan wara wiri keluar masuk kamar tamu dan dapur.


Bima mencegat salah satu pelayan yang sedang membawa satu gelas teh hangat dan hendak masuk ke dalam kamar tamu.


" Bi,,,, ada apa? " Tanya nya heran


" Itu tuan non Sisil pingsan " Ucapnya memberi tahu


" Apa? " Bima terkejut dan langsung menerobos masuk ke dalam kamar


Di dalam kamar mama Arin sedang mengarahkan minyak angin di dekat hidung Sisil agar Sisil cepat siuman. Mama Arin menoleh pada Bima yang baru masuk. Karena panik ia sampai lupa memberi tahu Bima kalau Sisil pingsan.

__ADS_1


" Ma,,, kenapa Sisil bisa pingsan? " Tanya Bima, ia duduk di samping Sisil dari arah yang berlawanan dengan mama Arin.


" Mama juga gk tahu, mama lagi masak di dapur tiba-tiba di kaget kan dengan Sisil yang muntah muntah di sana " Jelas mama Arin


" Sebaiknya kamu hubungi dokter, minta ia segera datang ke mari " Suruh mama Arin


Bima mengambil ponsel nya di dalam saku jas kemudian ia menghubungi dokter keluarga. Tak lama kemudian Sisil tersadar, ia membuka mata nya perlahan.


" Kenapa aku ada di sini? " Tanya Sisil binggung ia melihat mama Arin dan Bima bergantian.


" Tadi kamu pingsan terus mama minta mang Asep buat bawa kamu kemari " Jelas mama Arin


" Apa ada yang sakit? Dimana? " Tanya Bima khawatir, ia memeriksa tubuh Sisil.


" Tidak ada, hanya saja aku mual mencium aroma masakan di dapur tadi " Jawab Sisil sambil melihat mama Arin, ia masih malas melihat wajah Bima.


Pelayan mengantarkan seorang dokter pria masuk kedalam kamar. Kemudian pelayan itu kembali ke luar untuk melanjutkan pekerjaannya.


Dokter pria itu tersenyum ramah pada mereka, kemudian ia memeriksa keadaan Sisil sambil bertanya-tanya tentang keluhan Sisil. Beberapa menit kemudian ia selesai dan meletakkan stetoskop nya ke dalam tas dokter nya.


" Semua nya baik baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan " Ucap nya sambil tersenyum


" Kalau istri saya baik baik saja, terus kenapa istri saya bisa pingsan? " Tanya Bima heran, apa dokter ini tidak salah, apa ia sudah kehilangan keahliannya dalam ilmu kedokteran, pikir Bima.


" Iya memang nona baik baik saja, hanya saja saya saran kan agar tuan bawa istri anda periksa ke dokter obgyn. Untuk lebih memastikan nya lagi " Ucap nya


" Obgyn? " Ucap mereka serempak


" Iya, dugaan saya nona sedang mengandung. Apa yang nona rasakan saat ini adalah gejala atau tanda dari wanita hamil. Kapan nona terakhir menstruasi? " Jelas dan tanya dokter

__ADS_1


Sisil berpikir kapan terakhir ia datang bulan. Namun celetukan Bima membuat pikiran nya melayang.


" Iya benar juga ya, kok aku gk kepikiran sih. Aku libur menyiram pupuk hanya satu kali di bulan pertama pernikahan kita, bulan selanjutnya sampai sekarang aku belum ada libur " Ucap Bima enteng dengan wajah berpikir nya mengingat ingat setiap malam mereka selalu lembur.


Sisil melotot kan matanya pada Bima. Ingin rasanya Sisil menjambak rambut Bima. Sisil melirik dokter pria itu, dokter pria itu tertawa mendengar perkataan jujur Bima. Kembali Sisil melirik mama Arin, mama Arin sedang menggelengkan kepala.


Mama Arin menggeleng kan kepala melihat Bima yang bicara blak-blakan tanpa saringan. Mama Arin berpikir kenapa anak nya itu bisa bicara jujur seperti itu di depan orang lain. Apa ia tak punya malu?


Walaupun Bima bicara menggunakan bahasa kiasan, namun bagi orang dewasa dan sudah memiliki jam terbang yang tinggi pasti mengerti dengan bahasa kiasan Bima.


Sisil mengigit kecil bibir bawahnya, wajah Sisil sudah memerah karena malu. Gara-gara ucapan suaminya yang tak bisa menjaga rahasia negara, sekarang jadi terbongkar kan.


Setelah selesai memeriksa Sisil, dokter keluarga itu pamit undur diri. Dan Bima dengan semangat empat lima mengajak Sisil segera ke rumah sakit untuk menemui dokter obgyn.


Sisil yang masih belum mau melihat wajah Bima, menolak di temani oleh Bima. Sisil meminta mama Arin untuk menemani nya. Namun Bima bersih keras akan menemani Sisil karena itu anak pertama nya. Ia tak mau kehilangan momen bahagia itu, dimana ia kan melihat kecebong hasil kerja kerasnya bersemayam di dalam perut Sisil.


Dengan berbagai drama dan perdebatan, akhirnya mereka pergi bertiga. Di dalam mobil Sisil bertanya pada mama Arin.


" Ma,, dulu saat mama hamil kak Bima apa mama juga seperti ini. Pusing, mual, sama muntah? " Tanya Sisil


Mama Arin menggeleng " Engak "


" Dulu saat mama hamil Bima, semua yang kamu alami ini di ambil alih oleh papa nya. Jadi mama gk pernah mengalaminya, mama juga gk tau rasanya ngidam seperti apa. Makanya dulu mama hampir gk tahu kalau mama sedang hamil Bima saat itu " Jelas mama Arin panjang kali lebar


" Enak banget jadi mama, gk ngalamin mual muntah " Gumam Sisil


" Husss gk boleh gitu, kamu harus bersyukur bisa mengalami indah nya masa masa ngidam. Ini momen langka loh, gk setiap tahun kamu bisa merasakan nya. Ambil hikmahnya dan nilai positif nya. Di luar sana masih banyak wanita yang ingin hamil tapi tidak bisa. Ada juga yang hanya mendapat satu anak dan saat mau hamil lagi tidak bisa, seperti mama ini. Terkadang orang yang sudah lama tidak hamil merasakan rindu akan momen ngidam, momen memeriksa kandungan dan momen dimana bayi yang di dalam perut bergerak aktif " Mama Arin memberi sedikit kultum pada Sisil, dan mendengar kultum mama Arin membuat mata Sisil terbuka. Apa yang di katakan mama Arin benar semua.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2