
Happy Reading π
ππππππ
Sisil sangat bersyukur bisa melihat kalung itu lagi, kini harapannya telah kembali. Setelah tiga tahun pasrah akan kehilangan barang yang sangat berharga untuk nya.
" Sepertinya ini kalung anak anak, apa ini kalung mu waktu masih kecil? " Tanya Bima memperhatikan kalung di tangan sisil
" Iya ini kalung ku waktu kecil " Ucap sisil tanpa melihat Bima ia masih memperhatikan kalung nya
" Kenapa tidak di ganti dengan rantai yang lebih panjang? Ini tak bisa lagi kau pakai " Ucap Bima
" Maka dari itu aku kenalan di tangan, aku sengaja tak mengantikannya karena aku mau menjaga keasliannya " Ucap Sisil sekarang ia sudah melihat wajah Bima
" Mengapa masih kau pakai, kenapa tidak di simpan lagi agar tak kembali hilang? " Tanya Bima melihat Sisil kembali memakainya
" Tidak,,, kata mama aku harus memakai dan menjaganya terus " Ucap Sisil yang sudah memasang kalung itu kembali pada pergelangan tangannya
" Sepertinya kalung ini bukan kalung biasa " Ucap Bima menyimpulkan
" Ya,,, sepertinya begitu " Ucap Sisil tersenyum
kalung itu adalah barang berharga untuk Sisil. satu satunya petunjuk jati diri siapa Sisil sebenarnya. mama Rita yakin kalau suatu saat nanti Sisil akan di pertemukan kembali pada keluarga nya melalui kalung itu. Maka dari itu mama Rita selalu menyuruh Sisil untuk mengenakan kalung itu.
Ting...
__ADS_1
Sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam henpon Sisil. Sisil membuka pesan yang masuk.
Tante Laras
Sil... Apa besok kamu free?
Sisil
Besok pulang kerja Sisil free, tan. Ada apa ya tan?
Tante Laras
Besok sore ada acara arisan di rumah, kamu main ke rumah ya. Tante tunggu loh ini.
Sisil
Ternya itu pesan whatsapp dari Laras yang ingin mengundang Sisil untuk datang ke rumahnya.
Sore hari pulang bekerja, Sisil pulang bersama Bima dan Jery karena Bima mengajak Sisil untuk ke rumah nya. Sebelum pulang ke rumah Bima, Sisil terlebih dahulu memberi kabar pada mama Rita bahwa ia akan pulang terlambat karena Bima mengajak bertemu dengan mama Arin hari ini.
Bima melempar kunci mobil pada Jery
" Bawa " Titah Bima pada Jery
Bima dan Sisil sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Jery mendengus dan ikut masuk ke kursi pengemudi.
__ADS_1
" Bang, duduk di depan lah " Ucap Jery memutarkan tubuhnya untuk melihat Bima yang sudah anteng duduk di belakang kursi pengemudi
" Gk... Gue mau nemenin Sisil di belakang " Ucap Bima merangkul pundak Sisil
" Kalian sengaja jadiin gue supir. Dan kalian enak enakan pacaran " Gerutu Jery
" Sudah cepat jalan, jangan banyak protes " Titah Bima malas meladeni Jery
" Aish... Baik lah tuan muda, saya akan menjalankan perintah anda " Ucap Jery seperti seorang anak buah bicara pada bosnya
Sisil hanya tertawa meliat Jery dan Bima. Di tengah perjalanan Sisil merasa gugup akan bertemu orang tua dari sang kekasih. Banyak yang ia pikirkan, walaupun sudah pernah bertemu satu kali dan di pertemuan tak sengaja itu mama Arin nampak baik dan ramah tapi itu tidak bisa di jadikan acuan yang positif bagi Sisil. Sisil merasa kecil di hadapan Bima.
Bagaimana kalau mama Arin hanya bersikap baik di depan orang lain saja? Apa mama Arin akan menerima Sisil begitu saja? Apa dia akan di pandang rendah sebagai wanita perayu? Apa dia nanti akan di suruh untuk meninggalkan Bima? Bagaimana nanti kalau ternyata mama Arin seperti pemeran Antagonis seperti sinetron yang ada di televisi yang sering di tonton oleh mama Rita di siaran ikan terbang?
Begitu lah kira kira pikiran negatif yang berhasil masuk ke dalam otak Sisil. Bukan nya kita tidak bisa menebak apa yang ada di dalam hati orang. Rambut boleh sama hitam tapi hati masing masing siapa yang tahu.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
__ADS_1
Bantu vote juga ya ππ