
Happy Readingπ₯°
ππππππ
Pagi hari setelah sarapan Sisil dan Dita sudah bersiap siap untuk berangkat ke tempat kerja masing masing.
" Dit nanti gue kabari ya kalu gue udah kelar rapat nya " Kata Sisil sambil masuk ke dalam mobilnya
" Sipp dah " Dita mengancungkan jempol nya tanda setuju
Dita juga langsung menuju mobilnya terparkir dan mereka sama sama meninggal kan area hotel.
Dita sampai di kantor, ia menuju ke meja kerja nya yang berada di depan ruangan CEO, karena ia mau izin hari ini maka ia langsung mengecek dan mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
Di ruang meeting kantor Graha's crop semua peserta rapat telah bersiap tanpa terkecuali, Sisil masih menggunakan masker karena ia masih sedikit flu, ia duduk di kursi paling ujung berseberangan dengan kursi kebesaran CEO.
Sebelum meeting di mulai mereka saling bercengkrama, berbasa basi mengenai tempat tinggal dan sebagainya terutama bagi mereka yang baru pertama kali bertemu. Banyak hal yang mereka bahas termasuk masalah pekerjaan.
Ketika Bima masuk, Tiba-tiba ruangan itu langsung sunyi tak ada lagi yang berbicara. Hawa ruangan itu berubah menjadi dingin dan mencekam. Aura kepemimpinan nya sangat kuat.
" Wahh daebak " Sisil terkagum dalam hati. " Sungguh luar biasa hebat sekali bos besar ini, hanya dengan melihat nya saja semua orang langsung terdiam "
" Pantas saja semua orang takut padanya, tatapannya sangat mengerikan " Batin Sisil mengedik ngeri melihat tatapan mengintimidasi dari sorot mata bigboss.
" Tapi wajahnya tampan sekali mirip oppa kesayangan gue " Sisil tertawa kecil ia jadi membayangkan oppa park seo joon.
Setelah dua jam lebih rapat tahunan pun selsai, karena rapat kali ini hanya membahas dan mengevaluasi hasil kerja selama setahun belakangan maka tidak ada ketegangan dan semua peserta bisa bernafas dengan lega.
__ADS_1
Bima keluar dari ruangan di ikuti oleh asistennya dan baru lah para peserta keluar termasuk Sisil.
Bima masuk ke dalam ruangan nya di ikuti oleh Jery, baru saja ia mendaratkan bokongnya di kursi kerja terdengar suara panggil masuk dari henpon nya. Ia melihat nama yang tampil di layar benda pipih itu dan langsung menekan layar yang berwarna hijau.
Entah siapa yang menelpon dan entah apa yang di bicarakan, nampak wajah Bima yang tak bersahabat ia tak menjawab lawan bicara hanya terdengar " Hmmm " Itu saja yang keluar dari mulut nya.
Sebelum pulang Sisil mengobrol sebentar dan berpamitan dengan yang lainnya. Kemudian ia berjalan menuju lift, ketika pintu lift terbuka Sisil masuk karena merasa pengap ia membuka masker yang ia pakai.
" Ah segar, engap banget ternya lama lama pakai masker, apa lagi dalam keadaan seperti ini " Sisil berbicara sendiri dan bernafas lega setelah melepas masker.
Bersamaan dengan Sisil membuka masker Bima berjalan menuju lift khusus disebelah lift karyawan. Tatapan meraka bertemu dengan jarak kurang lebih lima meter, Sisil yang melihat Bima reflek tersenyum dan membungkuk kan badan seraya memberi hormat dan pintu lift pun tertutup.
Sisil menghembuskan napas lega " Untung pintu lift nya cepat tertutup, tatapan matanya mengerikan sekali " Sisil mengedik ngeri, ia langsung memencet tombol B yang menuju basement.
__ADS_1