
Happy Reading π
ππππππ
Melihat Sisil yang kembali gugup membuat Bima memukul Jery dengan gulungan berkas yang ada di dalam mobil.
" Kau jangan berbicara yang tidak tidak, kau menakuti nya " Ucap Bima pada Jery
" Gue tidak menakuti kakak ipar, gue berbicara fakta " Ucap Jery tersenyum kecil yang tak di sadari Sisil
" Sudah jangan di pikirkan ucapan Jery " Ucap Bima mengusap tangan Sisil yang berkeringat dan di angguki Sisil
Sebenarnya Bima ingin tertawa meliat kegugupan Sisil, tapi ia tahan agar Sisil tak marah padanya bisa gawat kalau Sisil nanti marah.
Mobil mewah yang di kendarai oleh Jery kini sudah berhenti di sebuah gerbang tinggi nan megah menunggu sang penjaga membuka gerbang untuk mereka. Sisil tertegun hanya melihat gerbang saja.
" Ommo gerbang nya saja mewah seperti ini, bagaimana dengan rumahnya " Benak Sisil melongo hanya melihat gerbang saja
Ketika pintu gerbang di buka, perlahan mobil itu masuk ke dalam perkarangan yang sangat luas. Di kiri kanan terdapat sebuah halaman berumput hijau yang bersih dan di hiasi bunga bunga di pinggiran halaman yang memanjakan mata ketika kita melihat nya. Mobil terus melaju di halaman yang luasnya hampir seperti lapangan bola.
Lagi lagi mata Sisil melebar melihat sebuah mansion berwarna putih bak istana bahkan ini tak pantas di sebut rumah lebih pantas di sebut istana agung. Terdapat banyak pilar yang menjulang tinggi di sana.
Dengan susah payah Sisil mengontrol debaran jantung nya, ia merasa sangat kecil. Apakah ia pantas bersama Bima?
Pantas saja kalau Bima mengatakan apartemen yang ia tempati itu tidak seberapa. Ternyata tempat yang di tinggali oleh Bima sangat besar bak istana. Jika di bandingkan menang apartemen itu tidak ada apa apanya.
Bima mengulurkan tangannya untuk mengajak Sisil keluar dari mobil ketika mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti.
__ADS_1
" Ayo " Ucap Bima
Melihat Sisil yang hanya diam, Bima kembali berseru
" Tidak apa apa, ayo masuk. Mama sudah menunggu kita "
Sisil menerima uluran tangan Bima dengan sedikit ragu.
" Baiklah, ayo kita turun " Ucap Sisil pada akhirnya
Di depan rumah sudah ada beberapa pelayan yang menyambut kedatangan mereka. Sisil melihat itu dengan takjub, matanya tak berhenti mengamati sekeliling rumah Bima.
" Astaga... Sekaya apa mereka ini? Rumah Dita yang besar itu saja masih kalah dengan rumah ini " Dalam benaknya bertanya tanya dan membandingkan antara rumah Dita dan Bima
Ketika mereka sampai di ruang keluarga, mama Arin sedang menuruni anak tangga.
" Tante apa kabar ? " Sapa Sisil langsung menyalami tangan mama Arin
" Baik sayang, akhirnya kau datang juga ke rumah ini " Ucapnya senang
Mama Arin merangkul tangan Sisil dan membawanya duduk di sofa mengabaikan dua pria yang masih berdiri tegak menunggu sambutan yang tak kunjung di dapat dari mama Arin.
" Aish.... Apa mama sudah melupakan kami berdua? " Gerutu Jery kesal merasa terabaikan
Mama Arin dan Sisil menoleh ke arah dua pria yang masih berdiri di tempat nya.
" Mengapa kalain masih berdiri saja di situ? Bukannya pergi ke kamar untuk membersihkan diri " Gerutu mama Arin pada ke dua pria yang masih betah berdiri itu
" Apa apaan ini... Kami masih ada di sini loh. Kenapa mama tidak menyambut kami juga? " Protes Bima
__ADS_1
" Kalian sudah setiap hari mama sambut, sedangkan calon menantu mama baru kali ini datang kemari. Jadi wajar kalau mama menyambut nya. Lagi pula mama sudah bosan menyambut kalian berdua " Ucap mama Arin membuat ke dua pria itu melebarkan mata mereka
" Apa? Jadi mama sudah bosan dengan kami? " Tanya Jery
" Aish.... Sudah pergi sana. Kalian mengganggu saja " Mama Arin mengibaskan tangannya mengusir Bima dan Jery
" Hahh.. Mentang mentang calon menantu nya datang kami di asingkan " Gerutu Jery kesal
" Sudah, cepat ke kamar " Bima menarik Jery untuk meninggalkan mama Arin dan Sisil di ruang keluarga
Sisil yang hanya diam saja menyaksikan interaksi ibu dan anak itu pun tersenyum. Ia tak menyangka akan di sambut hangat oleh mama Arin. Ternyata mama Arin sangat jauh berbeda dengan orang kaya di luar sana yang mana kebanyakan orang kaya selalu bersikap angkuh dan memandang rendah orang lain.
Atau orang orang kaya yang bersikap sombong itu adalah orang kaya baru (OKB)?
Sedangkan orang yang memang sudah terlahir kaya sejak zaman kakek nenek nya malah biasa saja.
πΈ
πΈπΈ
πΈπΈπΈ
Terima kasih sudah mampir di novel author ya π
Terima kasih juga buat like nya ππ
Bantu vote juga ya ππ
Terima kasih untuk komentar positif nya, dengan adanya dukungan komentar yang positif membuat author semangat berimajinasi ππ
__ADS_1